Pencairan KPR Capai Rp 1,4 Triliun CIMB Niaga Patok Target KPR Dobel Digit

Segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) PT Bank CIMB Niaga Tbk tetap menjadi tulang punggung (backbone) di kredit konsumer pada tahun ini. CIMB Niaga pun tetap optimistis KPR di 2021 bakal tumbuh dobel digit.

Hal ini terbukti dari capaian tahun lalu di masa sulit akibat pandemi Covid-19, KPR CIMB Niaga tetap tumbuh 6 persen atau mencapai Rp 35,78 triliun. Di mana CIMB Niaga menjadi bank BUKU IV dengan pertumbuhan cukup baik, di tengah pertumbuhan KPR industri perbankan nasional yang hanya tumbuh 2,8 persen per Desember 2020.

Mortgage & Secured Loan Business Head CIMB Niaga, Heintje Mogi mengatakan, meski penurunan kredit di beberapa segmen, namun pihaknya tetap bersyukur bahwa KPR masih bisa terus tumbuh.

“Tahun ini kami makin optimis, karena di Januari 2021 saja pencairan KPR sudah tembus Rp 700 miliar, average sampai 2 bulan ini (Januari-Februari) kurang lebih sudah Rp 1,4 triliun,” katanya dalam diskusi Bersama CIMB Niaga Tentang KPR, Kamis (18/3).

Beberapa indikasi terdongkraknya KPR di dua bulan pertama di 202i lantaran dipengaruhi oleh faktor di antaranya, keyakinan masyarakat yang mulai tumbuh lantaran kasus positif Covid-19 yang turun, maupun proses vaksinasi yang terus berjalan diharapkan bisa cepat dipenuhi seluruh masyarakat.

Selanjutnya tren menurunnya suku bunga single digit di rata-rata 5-6 persen juga menjadi pendorong naiknya KPR. “Ini juga ditambah oleh proyeksi ekonomi Tanah Air yang positif pula, di mana pertumbuhan ekonomi ditargetkan bisa tumbuh 5 persen, serta beberapa lembaga internasional yang memproyeksi pertumbuhan Indonesia makin baik, yang turut mendorong pasar properti ikut berkembang,” imbuhnya.

Heintje merinci, rata-rata pertumbuhan KPR terjadi di segmen rumah seharga Rp 700 jutaan hingga Rp 1 miliar lebih. Namun beberapa waktu terakhir juga mulai terjadi rebound rumah di atas Rp 2 miliar.

Beberapa produk unggulan tahun ini juga tetap dioptimalkan oleh CIMB Niaga, terutama di segmen KPR milenial, Heintje bilang, CIMB Niaga juga fokus menggarap segmen milenial, di mana saat ini dari sekitar Rp 36 triliun portofolio KPR, sekitar Rp 14 triliun nasabah KPR di usia milenial atau di rentang usia 25-36 tahun.

“Kami dari 2-3 tahun terakhir garap segmen ini, cukup besar ya potensinya. Yang kami tawarkan ke mereka, produk harus memiliki akses yang gampang dengan lifestyle, dunia internet, seperti ada produk apartemen kami yang satu akses dengan mall. Ke depan 40 persen kurang lebih ditargetkan naik, juga pertumbuhannya sampai dobel digit,” ujarnya.

Untuk mencapai target optimistis KPR tersebut lanjut Heintje, pihaknya menerapkan berbagai strategi, mulai dari cross selling kepada nasabah existing, mempererat kerja sama dengan sinergi dan kolaborasi bersama asosiasi developer dan agen property, mempercepat proses KPR melalui sistem digital, hingga menempatkan karyawan CIMB Niaga di kantor developer sehingga dapat meningkatkan pelayanan.

CIMB Niaga juga akan terus mengembangkan produk KPR Syariah sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat dan besarnya potensi ke depan. Dari total perolehan KPR CIMB Niaga pada 2020, porsi KPR Syariah telah mencapai 40 persen.

Selain karena sesuai prinsip syariah, KPR Syariah juga memiliki kualitas produk yang setara dengan KPR konvensional. “Kami ingin menciptakan tren bukan ikut tren. Dalam strategi kami juga ingin mengembangkan co-working space brokers dan developers tim spesialis sebagai agen properti, juga menggandeng berbagai komunitas untuk kerja sama dengan kami menjual properti dengan tentunya imbal jasa yang menarik,” ujarnya.

Selain itu ada pula program bunga/margin ringan hasil kerja sama dengan developer mitra CIMB Niaga. Program bunga/margin tersebut yaitu fixed 3,66 persen pada tahun pertama dan 5,88 persen untuk tahun kedua dan ketiga. Sedangkan tahun berikutnya berlaku suku bunga/margin mengambang atau floating.

Di samping itu, dalam masa yang masih menantang ini, CIMB Niaga juga memberikan pilihan program angsuran tetap (fixed) selama 10 tahun dengan bunga/margin 9,5 persen.

Kepastian jumlah cicilan selama periode yang panjang tersebut akan membuat nasabah menjadi lebih tenang. Program ini berlaku hingga 30 Juni 2021. “Berbagai upaya tersebut diharapkan mampu mendongkrak capaian KPR yang lebih baik lagi bagi CIMB Niaga di tahun ini,” harapnya. [DWI]

]]> Segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) PT Bank CIMB Niaga Tbk tetap menjadi tulang punggung (backbone) di kredit konsumer pada tahun ini. CIMB Niaga pun tetap optimistis KPR di 2021 bakal tumbuh dobel digit.

Hal ini terbukti dari capaian tahun lalu di masa sulit akibat pandemi Covid-19, KPR CIMB Niaga tetap tumbuh 6 persen atau mencapai Rp 35,78 triliun. Di mana CIMB Niaga menjadi bank BUKU IV dengan pertumbuhan cukup baik, di tengah pertumbuhan KPR industri perbankan nasional yang hanya tumbuh 2,8 persen per Desember 2020.

Mortgage & Secured Loan Business Head CIMB Niaga, Heintje Mogi mengatakan, meski penurunan kredit di beberapa segmen, namun pihaknya tetap bersyukur bahwa KPR masih bisa terus tumbuh.

“Tahun ini kami makin optimis, karena di Januari 2021 saja pencairan KPR sudah tembus Rp 700 miliar, average sampai 2 bulan ini (Januari-Februari) kurang lebih sudah Rp 1,4 triliun,” katanya dalam diskusi Bersama CIMB Niaga Tentang KPR, Kamis (18/3).

Beberapa indikasi terdongkraknya KPR di dua bulan pertama di 202i lantaran dipengaruhi oleh faktor di antaranya, keyakinan masyarakat yang mulai tumbuh lantaran kasus positif Covid-19 yang turun, maupun proses vaksinasi yang terus berjalan diharapkan bisa cepat dipenuhi seluruh masyarakat.

Selanjutnya tren menurunnya suku bunga single digit di rata-rata 5-6 persen juga menjadi pendorong naiknya KPR. “Ini juga ditambah oleh proyeksi ekonomi Tanah Air yang positif pula, di mana pertumbuhan ekonomi ditargetkan bisa tumbuh 5 persen, serta beberapa lembaga internasional yang memproyeksi pertumbuhan Indonesia makin baik, yang turut mendorong pasar properti ikut berkembang,” imbuhnya.

Heintje merinci, rata-rata pertumbuhan KPR terjadi di segmen rumah seharga Rp 700 jutaan hingga Rp 1 miliar lebih. Namun beberapa waktu terakhir juga mulai terjadi rebound rumah di atas Rp 2 miliar.

Beberapa produk unggulan tahun ini juga tetap dioptimalkan oleh CIMB Niaga, terutama di segmen KPR milenial, Heintje bilang, CIMB Niaga juga fokus menggarap segmen milenial, di mana saat ini dari sekitar Rp 36 triliun portofolio KPR, sekitar Rp 14 triliun nasabah KPR di usia milenial atau di rentang usia 25-36 tahun.

“Kami dari 2-3 tahun terakhir garap segmen ini, cukup besar ya potensinya. Yang kami tawarkan ke mereka, produk harus memiliki akses yang gampang dengan lifestyle, dunia internet, seperti ada produk apartemen kami yang satu akses dengan mall. Ke depan 40 persen kurang lebih ditargetkan naik, juga pertumbuhannya sampai dobel digit,” ujarnya.

Untuk mencapai target optimistis KPR tersebut lanjut Heintje, pihaknya menerapkan berbagai strategi, mulai dari cross selling kepada nasabah existing, mempererat kerja sama dengan sinergi dan kolaborasi bersama asosiasi developer dan agen property, mempercepat proses KPR melalui sistem digital, hingga menempatkan karyawan CIMB Niaga di kantor developer sehingga dapat meningkatkan pelayanan.

CIMB Niaga juga akan terus mengembangkan produk KPR Syariah sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat dan besarnya potensi ke depan. Dari total perolehan KPR CIMB Niaga pada 2020, porsi KPR Syariah telah mencapai 40 persen.

Selain karena sesuai prinsip syariah, KPR Syariah juga memiliki kualitas produk yang setara dengan KPR konvensional. “Kami ingin menciptakan tren bukan ikut tren. Dalam strategi kami juga ingin mengembangkan co-working space brokers dan developers tim spesialis sebagai agen properti, juga menggandeng berbagai komunitas untuk kerja sama dengan kami menjual properti dengan tentunya imbal jasa yang menarik,” ujarnya.

Selain itu ada pula program bunga/margin ringan hasil kerja sama dengan developer mitra CIMB Niaga. Program bunga/margin tersebut yaitu fixed 3,66 persen pada tahun pertama dan 5,88 persen untuk tahun kedua dan ketiga. Sedangkan tahun berikutnya berlaku suku bunga/margin mengambang atau floating.

Di samping itu, dalam masa yang masih menantang ini, CIMB Niaga juga memberikan pilihan program angsuran tetap (fixed) selama 10 tahun dengan bunga/margin 9,5 persen.

Kepastian jumlah cicilan selama periode yang panjang tersebut akan membuat nasabah menjadi lebih tenang. Program ini berlaku hingga 30 Juni 2021. “Berbagai upaya tersebut diharapkan mampu mendongkrak capaian KPR yang lebih baik lagi bagi CIMB Niaga di tahun ini,” harapnya. [DWI]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories