Pemulihan Ekonomi Nasional Tergantung Kinerja BUMD

Pemerintah menyebut bahwa pemulihan ekonomi nasional sangat bergantung pada pergerakan ekonomi di daerah. Jika perbaikan ekonomi daerah bisa cepat diwujudkan maka upaya pemulihan ekonomi nasional akan semakin cepat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) memiliki peran strategis dalam mempercepat pemulihan ekonomi daerah dan nasional.

“Karena pulihnya perekonomian daerah akan menjadi pondasi untuk pemulihan ekonomi nasional,” ujar Airlangga dalam saat acara Indonesia Best BUMD Awards 2021 Region, The Front Line of Indonesia’s Economic Recovery yang digelar virtual oleh Warta Ekonomi, dikutip Jumat (5/3).

Airlangga menegaskan, ekonomi daerah merupakan motor utama pemulihan ekonomi nasional. Pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung pemulihan ekonomi daerah, sehingga Indonesia dapat tumbuh dikisaran 4,5 persen hingga 5,3 persen di tahun 2021.

Ia menjelaskan, ekonomi daerah di wilayah Jawa dan Sumatra telah menjadi kontributor utama ekonomi nasional, meskipun masih mengalami kontraksi masing-masing sebesar -2,6 persen (Pulau Jawa) dan -2,21 persen untuk Sumatra.

Dikatakannya, perbaikan ekonomi di Jawa didorong oleh aktivitas ekonomi. Sementara perekonomian di Sumatra dan Kalimantan didorong oleh perbaikan dari komoditas sawit maupun karet. Sementara, wilayah Maluku dan Papua berhasil tumbuh positif 2,89 persen  karena didorong oleh hilirisasi sektor mineral.

Airlangga menekankan, sesuai dengan potensi daerah yang bersangkutan, pemerintah terus mendorong peran BUMD sebagai penyedia manfaat umum bagi masyarakat. Dukungan tersebut diberikan karena program daerah yang melibatkan BUMD atau yang dikerjasamakan dengan BUMD telah berjalan dengan baik.

“Tentu keberlanjutannya pelibatan BUMD menjadi penting. Untuk itu pemerintah mendorong skema kerjasama daerah dengan BUMD, menjadi salah satu program prioritas sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 tahun 2018 tentang Kerja Sama Daerah, serta Peraturan Pemerintah No 54 tahun 2017 tentang BUMD,” tandas Airlangga.

Di kesempatan yang sama, Founder dan Presiden Komisaris Warta Ekonomi Fadel Muhammad menilai ada yang menarik dari BUMD, salah satunya dari sisi pertumbuhannya.

“BUMD pada tahun 2019 tercatat seluruhnya mencapai 1.097 BUMD. Sekarang sudah hampir 1.200 BUMD. Artinya pemerintah daerah menyadari instrumen terbaik dalam mengembangkan ekonomi daerah,” ucapnya.

Saat masih menjabat sebagai Gubernur Gorontalo, Fadel mendirikan beberapa BUMD untuk menangani perbaikan sektor ekonomi di daerahnya, seperti pertanian, investasi, dan sebagainya.

“Tentunya ini, membentuk BUMD, menjadi pilihan utama bagi kepala daerah, baik ditingkat provinsi, kabupaten, dan kota,” ujar Fadel.

Dalam melakukan penelitian untuk penghargaan Indonesia Best BUMD Awards 2021: Region, The Front Line of Indonesia’s Economic Recovery, tim peneliti Warta Ekonomi menggunakan analisis media monitoring melalui content analysis. Media monitoring tersebut melihat berbagai sentimen positif yang muncul di media mainstream dan media sosial yang ada. Periode sentimen positif yang dinilai dimulai dari Agustus-Desember 2020.

Adapun indikator penilaian yang digunakan untuk penghargaan ini adalah publikasi, inovasi, dan layanan masyarakat. Tercatat ada 66 BUMD yang terpilih layak mendapat penghargaan sesuai kategorinya. Diharapkan BUMD tersebut makin aktif berkontribusi terhadap daerah. Sehingga bisa memberikan efek yang positif terhadap pemulihan ekonomi nasional. [JAR]

]]> Pemerintah menyebut bahwa pemulihan ekonomi nasional sangat bergantung pada pergerakan ekonomi di daerah. Jika perbaikan ekonomi daerah bisa cepat diwujudkan maka upaya pemulihan ekonomi nasional akan semakin cepat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) memiliki peran strategis dalam mempercepat pemulihan ekonomi daerah dan nasional.

“Karena pulihnya perekonomian daerah akan menjadi pondasi untuk pemulihan ekonomi nasional,” ujar Airlangga dalam saat acara Indonesia Best BUMD Awards 2021 Region, The Front Line of Indonesia’s Economic Recovery yang digelar virtual oleh Warta Ekonomi, dikutip Jumat (5/3).

Airlangga menegaskan, ekonomi daerah merupakan motor utama pemulihan ekonomi nasional. Pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung pemulihan ekonomi daerah, sehingga Indonesia dapat tumbuh dikisaran 4,5 persen hingga 5,3 persen di tahun 2021.

Ia menjelaskan, ekonomi daerah di wilayah Jawa dan Sumatra telah menjadi kontributor utama ekonomi nasional, meskipun masih mengalami kontraksi masing-masing sebesar -2,6 persen (Pulau Jawa) dan -2,21 persen untuk Sumatra.

Dikatakannya, perbaikan ekonomi di Jawa didorong oleh aktivitas ekonomi. Sementara perekonomian di Sumatra dan Kalimantan didorong oleh perbaikan dari komoditas sawit maupun karet. Sementara, wilayah Maluku dan Papua berhasil tumbuh positif 2,89 persen  karena didorong oleh hilirisasi sektor mineral.

Airlangga menekankan, sesuai dengan potensi daerah yang bersangkutan, pemerintah terus mendorong peran BUMD sebagai penyedia manfaat umum bagi masyarakat. Dukungan tersebut diberikan karena program daerah yang melibatkan BUMD atau yang dikerjasamakan dengan BUMD telah berjalan dengan baik.

“Tentu keberlanjutannya pelibatan BUMD menjadi penting. Untuk itu pemerintah mendorong skema kerjasama daerah dengan BUMD, menjadi salah satu program prioritas sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 tahun 2018 tentang Kerja Sama Daerah, serta Peraturan Pemerintah No 54 tahun 2017 tentang BUMD,” tandas Airlangga.

Di kesempatan yang sama, Founder dan Presiden Komisaris Warta Ekonomi Fadel Muhammad menilai ada yang menarik dari BUMD, salah satunya dari sisi pertumbuhannya.

“BUMD pada tahun 2019 tercatat seluruhnya mencapai 1.097 BUMD. Sekarang sudah hampir 1.200 BUMD. Artinya pemerintah daerah menyadari instrumen terbaik dalam mengembangkan ekonomi daerah,” ucapnya.

Saat masih menjabat sebagai Gubernur Gorontalo, Fadel mendirikan beberapa BUMD untuk menangani perbaikan sektor ekonomi di daerahnya, seperti pertanian, investasi, dan sebagainya.

“Tentunya ini, membentuk BUMD, menjadi pilihan utama bagi kepala daerah, baik ditingkat provinsi, kabupaten, dan kota,” ujar Fadel.

Dalam melakukan penelitian untuk penghargaan Indonesia Best BUMD Awards 2021: Region, The Front Line of Indonesia’s Economic Recovery, tim peneliti Warta Ekonomi menggunakan analisis media monitoring melalui content analysis. Media monitoring tersebut melihat berbagai sentimen positif yang muncul di media mainstream dan media sosial yang ada. Periode sentimen positif yang dinilai dimulai dari Agustus-Desember 2020.

Adapun indikator penilaian yang digunakan untuk penghargaan ini adalah publikasi, inovasi, dan layanan masyarakat. Tercatat ada 66 BUMD yang terpilih layak mendapat penghargaan sesuai kategorinya. Diharapkan BUMD tersebut makin aktif berkontribusi terhadap daerah. Sehingga bisa memberikan efek yang positif terhadap pemulihan ekonomi nasional. [JAR]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories