Pemprov DKI Imbau Warga Tetap Patuh 3 M 8 Juta Orang Di Jakarta Sudah Vaksin Covid-19 .

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan program vaksinasi Covid-19 di Ibu Kota berjalan lancar. Setidaknya, sebanyak 8 juta jiwa telah menerima vaksin.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan, Pemprov DKI Jakarta telah membuat tahapan vaksin untuk warga Ibu Kota. Informasi penjadwalan itu bisa dilihat melalui website corona.jakarta.go.id, atau melalui aplikasi Peduli Lindungi atau JAKI yang bisa diunduh secara gratis.

Pemprov DKI, paparnya, membagi empat tahap pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Tahapan itu disusun dengan mempertimbangkan usia masyarakat, risiko, ketersediaan, dan waktu kedatangan vaksin dari luar negeri. Tahap awal vaksinasi ditujukan bagi tenaga kesehatan, pejabat, tokoh publik (untuk kampanye), dan penunjang tenaga kesehatan. Lalu, tahap kedua petugas pelayanan publik, seperti pedagang pasar, insan pers, aparat TNI-Polri, lansia dan sebagainya. Kemudian tahap ketiga, masyarakat rentan dari aspek sosial dan ekonomi. Dan, keempat, masyarakat dan pelaku ekonomi lainnya dengan pendekatan klaster sesuai ketersediaan vaksin. Dipastikannya kegiatan vaksinasi dilakukan sesuai aturan.

“Pelaksanaan vaksinasi tidak hanya dilakukan di fasilitas kesehatan milik Pemerintah Pusat, dan Daerah. Tapi juga di fasilitas kesehatan milik swasta yang memenuhi persyaratan pelaksanaan,” ungkap ujar Riza dalam webinar Vaksin Corona dan Lansia yang digagas Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia (IASI) Jerman, Sabtu (3/4).

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti memaparkan, ada ratusan tempat pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Rinciannya, 114 puskesmas, 168 rumah sakit, 70 klinik, 136 lokasi vaksin dinamis, dan 12 sentra vaksin.

“Untuk sentra vaksin dinamis, itu dibentuk agar memudahkan akses lansia,” ujar Widyastuti.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, total penerima vaksinasi di Jakarta telah mencapai 8.815.157 jiwa. Untuk sasaran kelompok pertama dan kedua, vaksin telah diberikan kepada 3.000.689 jiwa. Rinciannya, tenaga kesehatan sebanyak 112.301 jiwa, lansia 911.631 jiwa dan pelayanan publik 1.976.757 jiwa.

Kasus Positif Turun

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengimbau, seluruh warga untuk meningkatkan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak), meskipun sudah dilakukan kegiatan vaksinasi.

Dwi mengungkapkan, untuk rate tes PCR (Polymerase Chain Reaction) total per 1 juta penduduk sebanyak 324.009. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 63.269 orang.

Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sejumlah 339 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 6.541 (orang yang masih dirawat/isolasi).

Secara keseluruhan jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 386.466 kasus. Dari jumlah total kasus positif, total orang dinya­takan telah sembuh sebanyak 373.565 orang (96,7 persen). Pasien meninggal 6.360 orang (1,6 persen)/jumlah itu lebih rendah dari tingkat kematian Indonesia sebesar 2,7 persen.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 10,7 persen. Sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,2 persen. [OSP]

]]> .
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan program vaksinasi Covid-19 di Ibu Kota berjalan lancar. Setidaknya, sebanyak 8 juta jiwa telah menerima vaksin.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan, Pemprov DKI Jakarta telah membuat tahapan vaksin untuk warga Ibu Kota. Informasi penjadwalan itu bisa dilihat melalui website corona.jakarta.go.id, atau melalui aplikasi Peduli Lindungi atau JAKI yang bisa diunduh secara gratis.

Pemprov DKI, paparnya, membagi empat tahap pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Tahapan itu disusun dengan mempertimbangkan usia masyarakat, risiko, ketersediaan, dan waktu kedatangan vaksin dari luar negeri. Tahap awal vaksinasi ditujukan bagi tenaga kesehatan, pejabat, tokoh publik (untuk kampanye), dan penunjang tenaga kesehatan. Lalu, tahap kedua petugas pelayanan publik, seperti pedagang pasar, insan pers, aparat TNI-Polri, lansia dan sebagainya. Kemudian tahap ketiga, masyarakat rentan dari aspek sosial dan ekonomi. Dan, keempat, masyarakat dan pelaku ekonomi lainnya dengan pendekatan klaster sesuai ketersediaan vaksin. Dipastikannya kegiatan vaksinasi dilakukan sesuai aturan.

“Pelaksanaan vaksinasi tidak hanya dilakukan di fasilitas kesehatan milik Pemerintah Pusat, dan Daerah. Tapi juga di fasilitas kesehatan milik swasta yang memenuhi persyaratan pelaksanaan,” ungkap ujar Riza dalam webinar Vaksin Corona dan Lansia yang digagas Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia (IASI) Jerman, Sabtu (3/4).

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti memaparkan, ada ratusan tempat pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Rinciannya, 114 puskesmas, 168 rumah sakit, 70 klinik, 136 lokasi vaksin dinamis, dan 12 sentra vaksin.

“Untuk sentra vaksin dinamis, itu dibentuk agar memudahkan akses lansia,” ujar Widyastuti.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, total penerima vaksinasi di Jakarta telah mencapai 8.815.157 jiwa. Untuk sasaran kelompok pertama dan kedua, vaksin telah diberikan kepada 3.000.689 jiwa. Rinciannya, tenaga kesehatan sebanyak 112.301 jiwa, lansia 911.631 jiwa dan pelayanan publik 1.976.757 jiwa.

Kasus Positif Turun

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengimbau, seluruh warga untuk meningkatkan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak), meskipun sudah dilakukan kegiatan vaksinasi.

Dwi mengungkapkan, untuk rate tes PCR (Polymerase Chain Reaction) total per 1 juta penduduk sebanyak 324.009. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 63.269 orang.

Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sejumlah 339 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 6.541 (orang yang masih dirawat/isolasi).

Secara keseluruhan jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 386.466 kasus. Dari jumlah total kasus positif, total orang dinya­takan telah sembuh sebanyak 373.565 orang (96,7 persen). Pasien meninggal 6.360 orang (1,6 persen)/jumlah itu lebih rendah dari tingkat kematian Indonesia sebesar 2,7 persen.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 10,7 persen. Sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,2 persen. [OSP]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories