Pemilik Warung Minta Maaf Atas Insiden Keracunan Rice Box PSI

Pemilik warung, Lidya, meminta maaf kejadian keracunan makanan di Kampung Beting, Koja, Jakarta Utara. Selama ini, dia mengaku sudah menjaga agar makanan aman dikonsumsi.

“Saya sudah bekerja sama dalam Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyediakan makanan untuk program Rice Box ini sejak Agustus lalu dan sudah memasak untuk lebih 1.000 kotak nasi untuk Rice Box. Saya mohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini. Ini murni kesalahan saya,” kata Lidya di Jakarta, Senin (25/10).

Seperti diketahui, puluhan warga Kampung Beting, RW 006, Kelurahan Koja, Jakarta Utara, keracunan setelah menyantap nasi kotak berlogo PSI.

Lidya berterima kasih kepada PSI karena lewat program Rice Box telah membantu usaha kulinernya bisa tetap bertahan di pandemi yang sulit ini. PSI juga meminta maaf atas dugaan keracunan makanan tersebut.

Selain meminta maaf, PSI juga memberikan santunan kepada pada korban dan akan melakukan investigasi.

“Makanan siap saji itu bagian dari program Rice Box PSI yang sudah digelar sejak April 2021. Sampai hari ini sudah dibagikan lebih dari 300 ribu di seluruh Indonesia. Selama ini, sama sekali tidak ada masalah. Kejadian seperti di Kampung Beting itu adalah yang pertama kali,” kata Ketua DPD PSI Jakarta Utara, Darma Utama.

Program Rice Box PSI melibatkan warung-warung makanan dan UMKM kuliner sebagai penyedia atau pemasok.

“Kami sebelumnya melakukan survei dulu ke mereka, untuk memastikan standar kesehatan. Semua disurvei tanpa kecuali,” kata Darma.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah melakukan  penyelidikan internal agar kasus seperti ini tidak terulang.

“Kami tetap berpikir positif bahwa ini murni kelalaian semata tanpa unsur kesengajaan. Kami menunggu proses penyelidikan berlangsung. PSI juga telah memberikan santunan kepada 29 orang yang menjadi korban,” tandasnya. [MRA]

]]> Pemilik warung, Lidya, meminta maaf kejadian keracunan makanan di Kampung Beting, Koja, Jakarta Utara. Selama ini, dia mengaku sudah menjaga agar makanan aman dikonsumsi.

“Saya sudah bekerja sama dalam Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyediakan makanan untuk program Rice Box ini sejak Agustus lalu dan sudah memasak untuk lebih 1.000 kotak nasi untuk Rice Box. Saya mohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini. Ini murni kesalahan saya,” kata Lidya di Jakarta, Senin (25/10).

Seperti diketahui, puluhan warga Kampung Beting, RW 006, Kelurahan Koja, Jakarta Utara, keracunan setelah menyantap nasi kotak berlogo PSI.

Lidya berterima kasih kepada PSI karena lewat program Rice Box telah membantu usaha kulinernya bisa tetap bertahan di pandemi yang sulit ini. PSI juga meminta maaf atas dugaan keracunan makanan tersebut.

Selain meminta maaf, PSI juga memberikan santunan kepada pada korban dan akan melakukan investigasi.

“Makanan siap saji itu bagian dari program Rice Box PSI yang sudah digelar sejak April 2021. Sampai hari ini sudah dibagikan lebih dari 300 ribu di seluruh Indonesia. Selama ini, sama sekali tidak ada masalah. Kejadian seperti di Kampung Beting itu adalah yang pertama kali,” kata Ketua DPD PSI Jakarta Utara, Darma Utama.

Program Rice Box PSI melibatkan warung-warung makanan dan UMKM kuliner sebagai penyedia atau pemasok.

“Kami sebelumnya melakukan survei dulu ke mereka, untuk memastikan standar kesehatan. Semua disurvei tanpa kecuali,” kata Darma.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah melakukan  penyelidikan internal agar kasus seperti ini tidak terulang.

“Kami tetap berpikir positif bahwa ini murni kelalaian semata tanpa unsur kesengajaan. Kami menunggu proses penyelidikan berlangsung. PSI juga telah memberikan santunan kepada 29 orang yang menjadi korban,” tandasnya. [MRA]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories