Pemilih Prabowo Cenderung Tak Puas Jokowi Memuaskan Di Mata Pemilihnya

Kepuasan publik terhadap Presiden Jokowi kembali meningkat. Namun, peningkatan ini mayoritas disumbang para pemilih Jokowi di Pilpres 2019. Sedangkan para pemilih Prabowo Subianto, cenderung menyatakan tidak puas.

Tren kepuasan terhadap kinerja Jokowi ini tergambar dari hasil survei terbaru yang dilakukan Indikator Politik Indonesia (IPI). Kemarin, hasil survei IPI ini dirilis dengan tema besar “Persepsi dan Kepatuhan Publik dalam Membayar Pajak”.

Dalam hasil survei ini terlihat, tingkat kepuasan terhadap Jokowi naik 6,8 persen. Dari 58,1 persen pada Mei 2022 menjadi 64,9 persen pada Juli 2022.

IPI lalu membedah pihak-pihak mana yang menyatakan puas terhadap kinerja Jokowi. Caranya, dengan melihat latar belakang para responden di Pilpres 2019. Basis responden para pemilih Jokowi ada 55 persen. Sedangkan basis pemilih Prabowo ada 45 persen.

Dari sana terlihat, 71,7 persen pemilih Jokowi pada Pilpres 2019 menyatakan puas. Sedangkan pemilih Prabowo yang menyatakan puas hanya 41,5 persen.

Dari data ini, kata Direktur Eksekutif IPI Burhanuddin Muhtadi, terlihat jelas bahwa yang puas terhadap kinerja Jokowi didominasi para pemilihnya. “Mereka yang memilih Pak Jokowi cenderung puas,” kata Burhan, membacakan hasil surveinya, secara virtual, kemarin.

Sementara, jika dilihat dari basis pemilih partai, PDIP adalah yang terbesar yang menyatakan puas terhadap kinerja Jokowi. Yakni mencapai 72,3 persen. “Pemilih PDIP cenderung puas ketimbang pemilih Gerindra, meskipun sudah gabung dalam koalisi pendukung pemerintah,” sambung Burhan.

Pemilih Gerindra sebagai basis responden terbanyak kedua dalam survei ini. Hasilnya, hanya 47 persen pemilih Gerindra yang puas terhadap kinerja Jokowi.

Tak cuma Gerindra, para pemilih partai pendukung Pemerintah lain seperti NasDem, PAN, PPP juga kecil tingkat kepuasannya. Di bawah 50 persen. Tepatnya, NasDem hanya 39,6 persen, PAN 41,4 persen, dan PPP 47,8 persen.

Sementara, basis pemilih PKB dan Golkar rata-rata menyatakan puas terhadap kinerja Jokowi. Angkanya di atas 50 persen. Masing-masing 59,1 dan 59,0 persen.

 

Yang unik dari para pemilih Partai Demokrat. Meskipun elitnya kerap berseberangan dengan Pemerintah, basis pemilihnya justru puas terhadap kinerja Jokowi. Angkanya mencapai 52,1 persen. Sedangkan para pemilih PKS yang menyatakan puas terhadap kinerja Jokowi sebesar 49,3 persen.

Terdapat beberapa alasan dominan responden mengaku puas atas kinerja Jokowi. Di antaranya, karena pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan, kemudian memberi bantuan pada rakyat kecil, hingga dinilai mampu menangani pandemi Covid-19.

“Yang tidak puas karena alasan kebutuhan harga pokok yang meningkat, gagal menangani minyak goreng, bantuan tidak merata, dan lainnya,” papar Burhan.

Survei ini dilakukan dilakukan dalam rentang 9-12 Juli 2022. Metodenya menggunakan kontak telepon. Pemilihan sampel dilakukan melalui metode random digit dialing (RDD) terhadap 1.246 responden. Margin of error survei diperkirakan plus minus 2.8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Dimintai komentar terkait survei ini, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai, survei tersebut menunjukkan secara jelas kuatnya dukungan banteng terhadap Jokowi dalam memperbaiki taraf hidup rakyat akibat pandemi dan ketidakpastian global.

“Ini menunjukkan garis perjuangan yang senapas dan menyatu (antara PDIP dan Presiden Jokowi),” kata Hasto, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Dukungan itu bukan sekadar isapan jempol. Jika dilihat dari data Pemilu 2019, sebutnya, juga menunjukkan hal yang sama. “Bagaimana daerah tempat PDIP menang pasti Pak Jokowi juga menang. Persentase kemenangan kepala daerah dari PDIP yang memenangkan Pak Jokowi juga paling tinggi,” terangnya.■

]]> Kepuasan publik terhadap Presiden Jokowi kembali meningkat. Namun, peningkatan ini mayoritas disumbang para pemilih Jokowi di Pilpres 2019. Sedangkan para pemilih Prabowo Subianto, cenderung menyatakan tidak puas.

Tren kepuasan terhadap kinerja Jokowi ini tergambar dari hasil survei terbaru yang dilakukan Indikator Politik Indonesia (IPI). Kemarin, hasil survei IPI ini dirilis dengan tema besar “Persepsi dan Kepatuhan Publik dalam Membayar Pajak”.

Dalam hasil survei ini terlihat, tingkat kepuasan terhadap Jokowi naik 6,8 persen. Dari 58,1 persen pada Mei 2022 menjadi 64,9 persen pada Juli 2022.

IPI lalu membedah pihak-pihak mana yang menyatakan puas terhadap kinerja Jokowi. Caranya, dengan melihat latar belakang para responden di Pilpres 2019. Basis responden para pemilih Jokowi ada 55 persen. Sedangkan basis pemilih Prabowo ada 45 persen.

Dari sana terlihat, 71,7 persen pemilih Jokowi pada Pilpres 2019 menyatakan puas. Sedangkan pemilih Prabowo yang menyatakan puas hanya 41,5 persen.

Dari data ini, kata Direktur Eksekutif IPI Burhanuddin Muhtadi, terlihat jelas bahwa yang puas terhadap kinerja Jokowi didominasi para pemilihnya. “Mereka yang memilih Pak Jokowi cenderung puas,” kata Burhan, membacakan hasil surveinya, secara virtual, kemarin.

Sementara, jika dilihat dari basis pemilih partai, PDIP adalah yang terbesar yang menyatakan puas terhadap kinerja Jokowi. Yakni mencapai 72,3 persen. “Pemilih PDIP cenderung puas ketimbang pemilih Gerindra, meskipun sudah gabung dalam koalisi pendukung pemerintah,” sambung Burhan.

Pemilih Gerindra sebagai basis responden terbanyak kedua dalam survei ini. Hasilnya, hanya 47 persen pemilih Gerindra yang puas terhadap kinerja Jokowi.

Tak cuma Gerindra, para pemilih partai pendukung Pemerintah lain seperti NasDem, PAN, PPP juga kecil tingkat kepuasannya. Di bawah 50 persen. Tepatnya, NasDem hanya 39,6 persen, PAN 41,4 persen, dan PPP 47,8 persen.

Sementara, basis pemilih PKB dan Golkar rata-rata menyatakan puas terhadap kinerja Jokowi. Angkanya di atas 50 persen. Masing-masing 59,1 dan 59,0 persen.

 

Yang unik dari para pemilih Partai Demokrat. Meskipun elitnya kerap berseberangan dengan Pemerintah, basis pemilihnya justru puas terhadap kinerja Jokowi. Angkanya mencapai 52,1 persen. Sedangkan para pemilih PKS yang menyatakan puas terhadap kinerja Jokowi sebesar 49,3 persen.

Terdapat beberapa alasan dominan responden mengaku puas atas kinerja Jokowi. Di antaranya, karena pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan, kemudian memberi bantuan pada rakyat kecil, hingga dinilai mampu menangani pandemi Covid-19.

“Yang tidak puas karena alasan kebutuhan harga pokok yang meningkat, gagal menangani minyak goreng, bantuan tidak merata, dan lainnya,” papar Burhan.

Survei ini dilakukan dilakukan dalam rentang 9-12 Juli 2022. Metodenya menggunakan kontak telepon. Pemilihan sampel dilakukan melalui metode random digit dialing (RDD) terhadap 1.246 responden. Margin of error survei diperkirakan plus minus 2.8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Dimintai komentar terkait survei ini, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai, survei tersebut menunjukkan secara jelas kuatnya dukungan banteng terhadap Jokowi dalam memperbaiki taraf hidup rakyat akibat pandemi dan ketidakpastian global.

“Ini menunjukkan garis perjuangan yang senapas dan menyatu (antara PDIP dan Presiden Jokowi),” kata Hasto, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Dukungan itu bukan sekadar isapan jempol. Jika dilihat dari data Pemilu 2019, sebutnya, juga menunjukkan hal yang sama. “Bagaimana daerah tempat PDIP menang pasti Pak Jokowi juga menang. Persentase kemenangan kepala daerah dari PDIP yang memenangkan Pak Jokowi juga paling tinggi,” terangnya.■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories