Pemerintah Siapkan Dua Jurus Kerek Daya Beli Masyarakat Jelang Idulfitri

Pemerintah siapkan dua jurus kerek daya beli masyarakat jelang Idulfitri. Kedua jurus itu adalah pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan percepat program Perlindungan Sosial (Perlinsos)

Hal tersebut disampaikan Menko Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto usai  mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) yang dipimpin oleh Presiden Jokowi (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/4).

“THR untuk pekerja sudah ada SE Menaker, dibayar secara penuh dan paling lama dibayarkan H-7. Kemudian untuk ASN dan prajurit TNI-Polri, ini juga difinalisasi oleh Ibu Menteri Keuangan dan dibayarkan H-10,” ujar Ketua Umum Golkar.

Selain itu, pemerintah juga terus melakukan percepatan penyaluran program perlindungan sosial (Perlinsos) dan Kartu Sembako. Terkait program perlindungan sosial dan sembako, ini juga terus dilakukan percepatan dan Mei dan Juni akan dibayarkan di awal Mei. 

“Kemudian bantuan sosial berupa beras, ini sedang dalam pematangan, 10 kilogram dengan sasaran peserta Kartu Sembako non PKH,” papar Airlangga.

Kemudian, diadakan juga Program Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) Ramadan yang akan dilaksanakan selama 5 hari menjelang Idulfitri (H-10 sampai H-6). “Ongkos kirim ditanggung oleh pemerintah ataupun platform digital,” ujarnya.

Airlangga juga mengatakan, pada April 2021 terjadi peningkatan pertumbuhan belanja nasional yang cukup tajam. Dari hasil monitor data big data dari perbankan, sudah terlihat pertumbuhan belanja nasional di April, mengalami kenaikan yang cukup besar di mana tumbuh 32,48 persen (year-on-year/YoY) untuk yang non-seasonally adjusted dan 13,11 persen (YoY) untuk yang seasonally adjusted.

Selain capaian Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Maret 2021 yang mencatatkan rekor tertinggi di level 53,2, sektor industri juga mencatatkan pertumbuhan penerimaan yang cukup signifikan.

“Penerimaan sektor industri, ini mengalami kenaikan, yaitu tumbuh 10,26 persen (YoY), itu untuk non-seasonally adjusted dan 1,46 persen (YoY) yang seasonally adjusted,” ujar Airlangga. [DIT]

]]> Pemerintah siapkan dua jurus kerek daya beli masyarakat jelang Idulfitri. Kedua jurus itu adalah pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan percepat program Perlindungan Sosial (Perlinsos)

Hal tersebut disampaikan Menko Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto usai  mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) yang dipimpin oleh Presiden Jokowi (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/4).

“THR untuk pekerja sudah ada SE Menaker, dibayar secara penuh dan paling lama dibayarkan H-7. Kemudian untuk ASN dan prajurit TNI-Polri, ini juga difinalisasi oleh Ibu Menteri Keuangan dan dibayarkan H-10,” ujar Ketua Umum Golkar.

Selain itu, pemerintah juga terus melakukan percepatan penyaluran program perlindungan sosial (Perlinsos) dan Kartu Sembako. Terkait program perlindungan sosial dan sembako, ini juga terus dilakukan percepatan dan Mei dan Juni akan dibayarkan di awal Mei. 

“Kemudian bantuan sosial berupa beras, ini sedang dalam pematangan, 10 kilogram dengan sasaran peserta Kartu Sembako non PKH,” papar Airlangga.

Kemudian, diadakan juga Program Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) Ramadan yang akan dilaksanakan selama 5 hari menjelang Idulfitri (H-10 sampai H-6). “Ongkos kirim ditanggung oleh pemerintah ataupun platform digital,” ujarnya.

Airlangga juga mengatakan, pada April 2021 terjadi peningkatan pertumbuhan belanja nasional yang cukup tajam. Dari hasil monitor data big data dari perbankan, sudah terlihat pertumbuhan belanja nasional di April, mengalami kenaikan yang cukup besar di mana tumbuh 32,48 persen (year-on-year/YoY) untuk yang non-seasonally adjusted dan 13,11 persen (YoY) untuk yang seasonally adjusted.

Selain capaian Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Maret 2021 yang mencatatkan rekor tertinggi di level 53,2, sektor industri juga mencatatkan pertumbuhan penerimaan yang cukup signifikan.

“Penerimaan sektor industri, ini mengalami kenaikan, yaitu tumbuh 10,26 persen (YoY), itu untuk non-seasonally adjusted dan 1,46 persen (YoY) yang seasonally adjusted,” ujar Airlangga. [DIT]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories