Pembentukan BUMN UMi Dinanti-nanti Senayan: Bisa Hasilkan Nilai Tambah Besar Buat Rakyat .

Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto mendukung kebijakan pemerintah membentuk Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk pembiayaan Ultra mikro atau UMi. Dia pun yakin kebijakan ini dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Saya menganggap ini aksi korporasi yang bertujuan menciptakan nilai tambah. Ini berarti ada sinergi di masing-masing unit yang kalau digabungkan bisa menghasilkan nilai tambah yang lebih besar. Tentu kita apresiasi karena inikan dampaknya ke rakyat. Outputnya ke rakyat,” kata Darmadi dalam keterangannya, Sabtu (20/3).

Nah, agar program ini bisa betul-betul efektif meningkatkan kesejahteraan rakyat, Darmadi meminta agar tiga hal ini diperhatikan.

Pertama, target market. Menurutnya, sangat penting bagi tiga BUMN yang akan disinergikan untuk pembiayaan UMi ini, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (BRI Persero), PT  Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM Persero), memperhatikan target marketnya mengingat ketiga BUMN ini punya segmen yang berbeda.

Darmadi lalu mencontohkan segmen market dari Pegadaian. Menurut Darmadi, 90 persen yang mengajukan kredit pembiayaan ke Pegadaian 90 persen bukan pengusaha mikro. Tapi ibu-ibu rumah tangga yang kebanyakan menginginkan jika mengajukan kredit, pinginnya cepat saja. Tanpa prosedur. Bermodal Kartu Tanda Penduduk (KTP), dijaminkan emasnya, kemudian dapat dana. “Nah ini tentu harus dijangkau dari sisi market,” jelasnya.

Kedua, strategi marketing. Menurutnya, sangat penting bagi Holding BUMN UMi ini untuk bisa menjalankan strategi yang tepat untuk menjangkau para pelaku usaha yang memang dari sisi dana butuh sentuhan.

“Jadi bagaimana misalnya petugas BRI bisa menjalankan strateginya menjangkau para nasabah Pegadaian yang kebanyakan ibu-ibu rumah tangga ini. Ini kan segmen BRI dan Pegadaian kulturnya beda, tapi tidak mengubah entitas. Jadi sinergi BRI ini dimanfaatkan untuk melayani segmen Pegadaian,” sambung politisi senior PDI Perjuangan ini.

Terakhir, terkait keuangan. Darmadi menilai kebijakan pemerintah untuk mengenakan pembiayaan berbunga rendah merupakan kebijakan yang baik dan harus didukung. Dia pun berharap kebijakan penurunan suku bunga kredit ini bisa segera direalisasikan karena memang sangat dibutuhkan oleh rakyat.

Sebab pengalaman selama ini, bunga pembiayaan sulit turun namun saat naik justru cepat.

“Saya apresiasi terhadap langkah ini. Saya setuju karena ini semua buat rakyat. Saya berharap ini bisa segera direalisasikan. Kalau sudah terjadi, terbentuk BUMN Pembiayaan UMi, bunganya bisa cepat turun buat kredit baik di Pegadaian, PNM maupun BRI,” tambah dia. [KAL]

]]> .
Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto mendukung kebijakan pemerintah membentuk Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk pembiayaan Ultra mikro atau UMi. Dia pun yakin kebijakan ini dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Saya menganggap ini aksi korporasi yang bertujuan menciptakan nilai tambah. Ini berarti ada sinergi di masing-masing unit yang kalau digabungkan bisa menghasilkan nilai tambah yang lebih besar. Tentu kita apresiasi karena inikan dampaknya ke rakyat. Outputnya ke rakyat,” kata Darmadi dalam keterangannya, Sabtu (20/3).

Nah, agar program ini bisa betul-betul efektif meningkatkan kesejahteraan rakyat, Darmadi meminta agar tiga hal ini diperhatikan.

Pertama, target market. Menurutnya, sangat penting bagi tiga BUMN yang akan disinergikan untuk pembiayaan UMi ini, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (BRI Persero), PT  Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM Persero), memperhatikan target marketnya mengingat ketiga BUMN ini punya segmen yang berbeda.

Darmadi lalu mencontohkan segmen market dari Pegadaian. Menurut Darmadi, 90 persen yang mengajukan kredit pembiayaan ke Pegadaian 90 persen bukan pengusaha mikro. Tapi ibu-ibu rumah tangga yang kebanyakan menginginkan jika mengajukan kredit, pinginnya cepat saja. Tanpa prosedur. Bermodal Kartu Tanda Penduduk (KTP), dijaminkan emasnya, kemudian dapat dana. “Nah ini tentu harus dijangkau dari sisi market,” jelasnya.

Kedua, strategi marketing. Menurutnya, sangat penting bagi Holding BUMN UMi ini untuk bisa menjalankan strategi yang tepat untuk menjangkau para pelaku usaha yang memang dari sisi dana butuh sentuhan.

“Jadi bagaimana misalnya petugas BRI bisa menjalankan strateginya menjangkau para nasabah Pegadaian yang kebanyakan ibu-ibu rumah tangga ini. Ini kan segmen BRI dan Pegadaian kulturnya beda, tapi tidak mengubah entitas. Jadi sinergi BRI ini dimanfaatkan untuk melayani segmen Pegadaian,” sambung politisi senior PDI Perjuangan ini.

Terakhir, terkait keuangan. Darmadi menilai kebijakan pemerintah untuk mengenakan pembiayaan berbunga rendah merupakan kebijakan yang baik dan harus didukung. Dia pun berharap kebijakan penurunan suku bunga kredit ini bisa segera direalisasikan karena memang sangat dibutuhkan oleh rakyat.

Sebab pengalaman selama ini, bunga pembiayaan sulit turun namun saat naik justru cepat.

“Saya apresiasi terhadap langkah ini. Saya setuju karena ini semua buat rakyat. Saya berharap ini bisa segera direalisasikan. Kalau sudah terjadi, terbentuk BUMN Pembiayaan UMi, bunganya bisa cepat turun buat kredit baik di Pegadaian, PNM maupun BRI,” tambah dia. [KAL]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories