Pelayanan Penumpang Maksimal 13 Bandara Angkasa Pura I Diakui Dunia Internasional

Dalam kondisi pandemi Covid-19 seluruh bandara yang dikelola Angkasa Pura I menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus.

Meski berpotensi mengurangi kenyamanan pengunjung tapi perseroan berhasil memberi layanan maksimal.

Pelayanan maksimal Angkasa Pura I telah diakui oleh dunia internasional melalui pengakuan dari The Voice of Customer Initiative dari Airport Council International (ACI).

Direktur Jenderal ACI World Luis Felipe de Oliveira menjelaskan, inisiatif ini merupakan bentuk baru pengakuan yang terpisah dari Airport Service Quality (ASQ) Awards.

Bandara-bandara yang dikelola Angkasa Pura I telah melakukan upaya signifikan mengumpulkan respon penumpang melalui Program Airport Service Quality.

“Inisiatif ini juga akan membantu pengelola bandara untuk memahami penumpang lebih baik,” ujar Felipe dalam keterangan persnya, Senin (8/2).

Partisipasi Angkasa Pura I pada program ASQ Awards 2020 yang penilaiannya dilakukan selama empat triwulan berturut-turut menunjukkan komitmen perusahaan terhadap prioritas pelayanan pelanggan pada masa pandemi.

Felipe menilai Angkasa Pura I merupakan perusahaan yang sejak awal menyiapkan prosedur dan protokol pelayananan yang disesuaikan dengan protokol kesehatan yang berlaku.

Melalui Protokol New Normal Perusahaan diharapkan para stakeholder serta penumpang bisa memahami prosedur baru.

“Semuanya untuk menciptakan ketenangan, kenyamanan juga kepercayaan penumpang dalam melakukan perjalanan udara pada masa pandemi atau adaptasi kebiasaan baru,” papar Felipe.

Dia menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk pengakuan dan penghargaan bagi bandara-bandara yang tetap mendengar dan mengutamakan pelayanan terhadap pelanggannya selama pandemi.

Adapun protokol new normal atau protokol adaptasi kebiasaaan baru perusahaan mencakup 7 protokol yaitu protokol n normal terkait tata cara pelayanan, protokol new normal untuk petugas/pramusaji/ kasir/ juru masak, protokol new normal untuk perkantoran atau ruang usaha, protokol new normal bagi pengguna jasa/pembeli, protokol new normal terkait metode transaksi, protokol new normal terkait pengiriman dan penerimaan barang, protokol new normal terkait pengelolaan sampah/ limbah.

Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi berharap pengakuan ini menjadi motivasi bagi insan Angkasa Pura I untuk tetap memberikan pelayanan terbaik saat menghadapi pandemi Covid-19.

Adapun 13 bandara Angkasa Pura I tersebut yaitu: 1. Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

2. Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

3. Bandara Juanda Surabaya.

4. Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.

5. Bandara Internasional Yogyakarta.

6. Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.

7. Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang.

8. Bandara Adi Soemarmo Solo.

9. Bandara Sam Ratulangi Manado.

10. Bandara Lombok Praya.

11. Bandara El Tari Kupang.

12. Bandara Pattimura Ambon.

13. Bandara Frans Kaisiepo Biak.

Seperti diketahui, prosedur melakukan perjalanan udara pada masa pandemi tidak semudah.

“Kondisi tidak senyaman dibanding prosedur pada masa normal sebelum pandemi,” terang Faik.

Demi meminimalisir laju penularan virus, berbagai prosedur tambahan dan protokol kesehatan harus diterapkan. Hal ini berdampak pada bertambahnya proses passenger journey yang berpotensi mengurangi kenyamanan para pelanggan.

“Tapi pada situasi ini, Angkasa Pura I berupaya untuk dapat memberikan pelayanan yang optimal dengan membuat calon penumpang tetap merasa nyaman walau harus melalui beberapa prosedur tambahan,” tukasnya. [JAR]

]]> Dalam kondisi pandemi Covid-19 seluruh bandara yang dikelola Angkasa Pura I menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus.

Meski berpotensi mengurangi kenyamanan pengunjung tapi perseroan berhasil memberi layanan maksimal.

Pelayanan maksimal Angkasa Pura I telah diakui oleh dunia internasional melalui pengakuan dari The Voice of Customer Initiative dari Airport Council International (ACI).

Direktur Jenderal ACI World Luis Felipe de Oliveira menjelaskan, inisiatif ini merupakan bentuk baru pengakuan yang terpisah dari Airport Service Quality (ASQ) Awards.

Bandara-bandara yang dikelola Angkasa Pura I telah melakukan upaya signifikan mengumpulkan respon penumpang melalui Program Airport Service Quality.

“Inisiatif ini juga akan membantu pengelola bandara untuk memahami penumpang lebih baik,” ujar Felipe dalam keterangan persnya, Senin (8/2).

Partisipasi Angkasa Pura I pada program ASQ Awards 2020 yang penilaiannya dilakukan selama empat triwulan berturut-turut menunjukkan komitmen perusahaan terhadap prioritas pelayanan pelanggan pada masa pandemi.

Felipe menilai Angkasa Pura I merupakan perusahaan yang sejak awal menyiapkan prosedur dan protokol pelayananan yang disesuaikan dengan protokol kesehatan yang berlaku.

Melalui Protokol New Normal Perusahaan diharapkan para stakeholder serta penumpang bisa memahami prosedur baru.

“Semuanya untuk menciptakan ketenangan, kenyamanan juga kepercayaan penumpang dalam melakukan perjalanan udara pada masa pandemi atau adaptasi kebiasaan baru,” papar Felipe.

Dia menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk pengakuan dan penghargaan bagi bandara-bandara yang tetap mendengar dan mengutamakan pelayanan terhadap pelanggannya selama pandemi.

Adapun protokol new normal atau protokol adaptasi kebiasaaan baru perusahaan mencakup 7 protokol yaitu protokol n normal terkait tata cara pelayanan, protokol new normal untuk petugas/pramusaji/ kasir/ juru masak, protokol new normal untuk perkantoran atau ruang usaha, protokol new normal bagi pengguna jasa/pembeli, protokol new normal terkait metode transaksi, protokol new normal terkait pengiriman dan penerimaan barang, protokol new normal terkait pengelolaan sampah/ limbah.

Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi berharap pengakuan ini menjadi motivasi bagi insan Angkasa Pura I untuk tetap memberikan pelayanan terbaik saat menghadapi pandemi Covid-19.

Adapun 13 bandara Angkasa Pura I tersebut yaitu: 1. Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

2. Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

3. Bandara Juanda Surabaya.

4. Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.

5. Bandara Internasional Yogyakarta.

6. Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.

7. Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang.

8. Bandara Adi Soemarmo Solo.

9. Bandara Sam Ratulangi Manado.

10. Bandara Lombok Praya.

11. Bandara El Tari Kupang.

12. Bandara Pattimura Ambon.

13. Bandara Frans Kaisiepo Biak.

Seperti diketahui, prosedur melakukan perjalanan udara pada masa pandemi tidak semudah.

“Kondisi tidak senyaman dibanding prosedur pada masa normal sebelum pandemi,” terang Faik.

Demi meminimalisir laju penularan virus, berbagai prosedur tambahan dan protokol kesehatan harus diterapkan. Hal ini berdampak pada bertambahnya proses passenger journey yang berpotensi mengurangi kenyamanan para pelanggan.

“Tapi pada situasi ini, Angkasa Pura I berupaya untuk dapat memberikan pelayanan yang optimal dengan membuat calon penumpang tetap merasa nyaman walau harus melalui beberapa prosedur tambahan,” tukasnya. [JAR]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories