Pelaku Pasar Khawatir Kisruh Demokrat Pengaruhi Iklim Investasi

Pelaku pasar modal David Sutyanto menilai upaya perampasan Partai Demokrat bakal mempengaruhi iklim investasi di Indonesia. Menurutnya, ada hubungan yang kuat antara kualitas demokrasi dan iklim investasi.

Dampak dari upaya kekuatan eksternal untuk merampas Partai Demokrat (power grab) mulai terasa di bidang keuangan, tercermin dalam indeks harga saham gabungan (IHSG) yang menurun.

“Upaya pencaplokan Partai Demokrat oleh pihak eksternal yang dekat dengan kekuasaan, membuat iklim investasi menjadi hot. IHSG yang tadinya hijau menjadi merah,” kata David dalam webinar Proklamasi Democracy Forum (PDF) seri ke-11, Selasa (9/3/2020).

David berharap, pemerintah menyikapi isu ini dengan serius dengan tidak mengesahkan hasil kegiatan yang ilegal, untuk menjaga kepastian hukum dan iklim investasi.

Hadir narasumber lain, ahli sosio-teknologi Prof. Sulfikar Amir dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura, analis politik Syarwi Pangi Chaniago, mantan wartawan senior Syahrial Nasution dan Kabalitbang DPP Partai Demokrat Tomi Satryatomo (8/3).

Senada, ahli sosio-teknologi Prof. Sulfikar Amir, dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura, mengatakan demokrasi adalah rules of the games diantara para pelakunya, bukan abstrak.

”Karena itu, kualitas demokrasi bergantung pada kualitas partai-partai politik sebagai aktor utama. Pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial tergantung pada kualitas demokrasi, dan karenanya pada kualitas partai politik,” katanya.

Ia cemas melihat upaya perampasan kepemimpinan Partai Demokrat. Dalam agraria kata dia, dikenal land grab, atau perampasan tanah oleh pihak yang berkuasa.

“Dalam politik, ini menjadi power grab, salah satu ciri negara otoriter. Apalagi ada indikasi ini dilakukan secara terorganisasi,” kata Prof. Sulfikarjika ini dibiarkan, akan menjadi preseden buruk dan memunculkan persepsi bahwa perampasan oleh kekuasaan bisa terjadi pada siapa saja. Pemerintah diharapkan bersikap adil menggunakan landasan hukum dan bukan mencari-cari justifikasi politik.

Analis politik Syarwi Pangi Chaniago juga berharap Pemerintah mau bertindak adil, rasional dan bijaksana. Direktur Eksekutif VoxPol Research and Consulting Center ini menyoroti belum adanya respon dari Presiden Jokowi, padahal Kepala KSP Moeldoko yang terlibat dalam upaya perampasan Partai Demokrat ini merupakan salah satu pembantu terdekatnya.

Kabalitbang PD Tomi Satryatomo menunjukkan pemetaan perang narasi untuk mempengaruhi opini publik antara kubu Partai Demokrat dan para pelaku KLB ilegal.

Pada kubu Partai Demokrat, terlihat percakapan terjadi secara alamiah oleh akun-akun lembaga dan individu, sementara pada kubu KLB ilegal, percakapan dilakukan secara masif oleh akun-akun anonim.

“Ini mengindikasikan Partai Demokrat menghadapi kekuatan di dunia maya yang memiliki sumber daya sangat besar,” ujar Tomi. [JAR]

]]> Pelaku pasar modal David Sutyanto menilai upaya perampasan Partai Demokrat bakal mempengaruhi iklim investasi di Indonesia. Menurutnya, ada hubungan yang kuat antara kualitas demokrasi dan iklim investasi.

Dampak dari upaya kekuatan eksternal untuk merampas Partai Demokrat (power grab) mulai terasa di bidang keuangan, tercermin dalam indeks harga saham gabungan (IHSG) yang menurun.

“Upaya pencaplokan Partai Demokrat oleh pihak eksternal yang dekat dengan kekuasaan, membuat iklim investasi menjadi hot. IHSG yang tadinya hijau menjadi merah,” kata David dalam webinar Proklamasi Democracy Forum (PDF) seri ke-11, Selasa (9/3/2020).

David berharap, pemerintah menyikapi isu ini dengan serius dengan tidak mengesahkan hasil kegiatan yang ilegal, untuk menjaga kepastian hukum dan iklim investasi.

Hadir narasumber lain, ahli sosio-teknologi Prof. Sulfikar Amir dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura, analis politik Syarwi Pangi Chaniago, mantan wartawan senior Syahrial Nasution dan Kabalitbang DPP Partai Demokrat Tomi Satryatomo (8/3).

Senada, ahli sosio-teknologi Prof. Sulfikar Amir, dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura, mengatakan demokrasi adalah rules of the games diantara para pelakunya, bukan abstrak.

”Karena itu, kualitas demokrasi bergantung pada kualitas partai-partai politik sebagai aktor utama. Pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial tergantung pada kualitas demokrasi, dan karenanya pada kualitas partai politik,” katanya.

Ia cemas melihat upaya perampasan kepemimpinan Partai Demokrat. Dalam agraria kata dia, dikenal land grab, atau perampasan tanah oleh pihak yang berkuasa.

“Dalam politik, ini menjadi power grab, salah satu ciri negara otoriter. Apalagi ada indikasi ini dilakukan secara terorganisasi,” kata Prof. Sulfikarjika ini dibiarkan, akan menjadi preseden buruk dan memunculkan persepsi bahwa perampasan oleh kekuasaan bisa terjadi pada siapa saja. Pemerintah diharapkan bersikap adil menggunakan landasan hukum dan bukan mencari-cari justifikasi politik.

Analis politik Syarwi Pangi Chaniago juga berharap Pemerintah mau bertindak adil, rasional dan bijaksana. Direktur Eksekutif VoxPol Research and Consulting Center ini menyoroti belum adanya respon dari Presiden Jokowi, padahal Kepala KSP Moeldoko yang terlibat dalam upaya perampasan Partai Demokrat ini merupakan salah satu pembantu terdekatnya.

Kabalitbang PD Tomi Satryatomo menunjukkan pemetaan perang narasi untuk mempengaruhi opini publik antara kubu Partai Demokrat dan para pelaku KLB ilegal.

Pada kubu Partai Demokrat, terlihat percakapan terjadi secara alamiah oleh akun-akun lembaga dan individu, sementara pada kubu KLB ilegal, percakapan dilakukan secara masif oleh akun-akun anonim.

“Ini mengindikasikan Partai Demokrat menghadapi kekuatan di dunia maya yang memiliki sumber daya sangat besar,” ujar Tomi. [JAR]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories