PBB Ungkap Kejahatan Israel Selama Dua Pekan Ini

Dalam dua perkan terakhir, setidaknya 89 bangunan warga Palestina dihancurkan atau disita. Akibatnya, 146 orang harus mengungsi, 83 di antaranya adalah anak-anak.

Data ini diungkap Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) di wilayah Palestina yang diduduki Israel, seperti dilaporkan kantor berita Palestina, WAFA.

Dalam laporan Perlindungan Warga Sipil yang mencakup periode dua minggu antara 2 dan 15 Februari itu, OCHA melaporkan, pada 3 dan 8 Februari, otoritas Israel menghancurkan 37 bangunan, yang sebagian besar disumbangkan di komunitas Humsa al-Bqaia di Lembah Yordania.

Sebanyak 60 orang, termasuk 35 anak-anak, mengungsi. Pada 16 Februari, pasukan Israel menyita lima tenda yang merupakan donasi untuk warga Palestina.

Komunitas tersebut, yang sebagian besar ada di daerah yang ditujukan untuk pelatihan militer Israel, telah mengalami beberapa pembongkaran massal dalam beberapa bulan terakhir. Pernyataan PBB yang dikeluarkan pada 5 Februari memperingatkan, bahwa tekanan pada warga untuk pindah, meningkatkan risiko adanya pemindahan paksa.

Di al Jalama dekat Jenin di utara Tepi Barat, mata pencaharian sekitar 70 warga setempat terpengaruh, akibat pembongkaran 13 kios minuman.

Israel juga menghancurkan sebuah rumah di Desa Tura al Gharbiya dekat Jenin, hingga 11 orang terpaksa mengungsi, termasuk empat anak. Rumah itu milik keluarga seorang Palestina yang didakwa membunuh seorang pemukim Israel pada Desember lalu.

Tahun lalu, tujuh bangunan juga dihancurkan dengan alasan serupa.

Tujuh bangunan juga dihancurkan di Yerusalem Timur, termasuk empat oleh pemiliknya, demi menghindari denda oleh Israel. Akibatnya, satu keluarga beranggotakan empat orang terpaksa mengungsi.

Lalu, menurut Kementerian Pertanian Palestina, Israel mencabut 1.000 pohon yang baru ditanam di dekat Kota Tubas, di Lembah Yordania. Pohon-pohon itu awalnya ditanam sebagai tanggapan atas pencabutan ribuan pohon bulan lalu di daerah yang sama, dengan alasan bahwa tanah tersebut telah dinyatakan sebagai “tanah negara Israel”.

 

Pada 5 Februari, seorang pemukim Israel menembak hingga tewas seorang warga Palestina berusia 34 tahun. Peristiwa itu terjadi di dekat pos pemukiman yang baru dibangun di sebelah Desa Ras Karkar, dekat Ramallah.

Warga Palestina lainnya, berusia 25 tahun, tewas di Desa Nuba dekat Hebron, ketika sebuah persenjataan yang tidak meledak yang ditinggalkan oleh tentara Israel yang dia temukan di dekat rumahnya, akhirnya meledak.

Pemukim Israel juga melukai empat warga Palestina, termasuk seorang anak, dan merusak properti milik Palestina, termasuk pohon, selama periode pelaporan.

Lebih dari 130 pohon zaitun dan bibitnya dicabut atau ditebang di komunitas Khirbet Sarra dekat Nablus, Bruqin dan Kafr al-Dik dekat Salfit, di utara Tepi Barat, di al-Tuwani dan Bir al-Idd, dekat Hebron, dan di al Janiya dekat Ramallah.

Di Qawawis, seorang penggembala melaporkan kematian tujuh dombanya akibat racun yang disemprotkan oleh pemukim dari pemukiman ilegal Mitzpe Yair. Pemukim ini dilaporkan berulang kali menyerang saat dia menggembala dombanya.

Dalam insiden lain di daerah Ein al-Rashrash di Ramallah, seorang penggembala melaporkan, sebuah kendaraan yang dikemudikan oleh seorang pemukim menabrak dan membunuh dua dombanya.

Pemukim Israel juga merusak kamera pengintai dan kunci di Gereja Ortodoks Rumania di Yerusalem Timur yang diduduki Israel.

Sebanyak 71 warga Palestina juga terluka selama periode pelaporan, dalam bentrokan dengan tentara pendudukan Israel di Tepi Barat, dan pasukan Israel melakukan 186 operasi pencarian dan penangkapan dan menangkap 172 warga Palestina di Tepi Barat. [RSM]

]]> Dalam dua perkan terakhir, setidaknya 89 bangunan warga Palestina dihancurkan atau disita. Akibatnya, 146 orang harus mengungsi, 83 di antaranya adalah anak-anak.

Data ini diungkap Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) di wilayah Palestina yang diduduki Israel, seperti dilaporkan kantor berita Palestina, WAFA.

Dalam laporan Perlindungan Warga Sipil yang mencakup periode dua minggu antara 2 dan 15 Februari itu, OCHA melaporkan, pada 3 dan 8 Februari, otoritas Israel menghancurkan 37 bangunan, yang sebagian besar disumbangkan di komunitas Humsa al-Bqaia di Lembah Yordania.

Sebanyak 60 orang, termasuk 35 anak-anak, mengungsi. Pada 16 Februari, pasukan Israel menyita lima tenda yang merupakan donasi untuk warga Palestina.

Komunitas tersebut, yang sebagian besar ada di daerah yang ditujukan untuk pelatihan militer Israel, telah mengalami beberapa pembongkaran massal dalam beberapa bulan terakhir. Pernyataan PBB yang dikeluarkan pada 5 Februari memperingatkan, bahwa tekanan pada warga untuk pindah, meningkatkan risiko adanya pemindahan paksa.

Di al Jalama dekat Jenin di utara Tepi Barat, mata pencaharian sekitar 70 warga setempat terpengaruh, akibat pembongkaran 13 kios minuman.

Israel juga menghancurkan sebuah rumah di Desa Tura al Gharbiya dekat Jenin, hingga 11 orang terpaksa mengungsi, termasuk empat anak. Rumah itu milik keluarga seorang Palestina yang didakwa membunuh seorang pemukim Israel pada Desember lalu.

Tahun lalu, tujuh bangunan juga dihancurkan dengan alasan serupa.

Tujuh bangunan juga dihancurkan di Yerusalem Timur, termasuk empat oleh pemiliknya, demi menghindari denda oleh Israel. Akibatnya, satu keluarga beranggotakan empat orang terpaksa mengungsi.

Lalu, menurut Kementerian Pertanian Palestina, Israel mencabut 1.000 pohon yang baru ditanam di dekat Kota Tubas, di Lembah Yordania. Pohon-pohon itu awalnya ditanam sebagai tanggapan atas pencabutan ribuan pohon bulan lalu di daerah yang sama, dengan alasan bahwa tanah tersebut telah dinyatakan sebagai “tanah negara Israel”.

 

Pada 5 Februari, seorang pemukim Israel menembak hingga tewas seorang warga Palestina berusia 34 tahun. Peristiwa itu terjadi di dekat pos pemukiman yang baru dibangun di sebelah Desa Ras Karkar, dekat Ramallah.

Warga Palestina lainnya, berusia 25 tahun, tewas di Desa Nuba dekat Hebron, ketika sebuah persenjataan yang tidak meledak yang ditinggalkan oleh tentara Israel yang dia temukan di dekat rumahnya, akhirnya meledak.

Pemukim Israel juga melukai empat warga Palestina, termasuk seorang anak, dan merusak properti milik Palestina, termasuk pohon, selama periode pelaporan.

Lebih dari 130 pohon zaitun dan bibitnya dicabut atau ditebang di komunitas Khirbet Sarra dekat Nablus, Bruqin dan Kafr al-Dik dekat Salfit, di utara Tepi Barat, di al-Tuwani dan Bir al-Idd, dekat Hebron, dan di al Janiya dekat Ramallah.

Di Qawawis, seorang penggembala melaporkan kematian tujuh dombanya akibat racun yang disemprotkan oleh pemukim dari pemukiman ilegal Mitzpe Yair. Pemukim ini dilaporkan berulang kali menyerang saat dia menggembala dombanya.

Dalam insiden lain di daerah Ein al-Rashrash di Ramallah, seorang penggembala melaporkan, sebuah kendaraan yang dikemudikan oleh seorang pemukim menabrak dan membunuh dua dombanya.

Pemukim Israel juga merusak kamera pengintai dan kunci di Gereja Ortodoks Rumania di Yerusalem Timur yang diduduki Israel.

Sebanyak 71 warga Palestina juga terluka selama periode pelaporan, dalam bentrokan dengan tentara pendudukan Israel di Tepi Barat, dan pasukan Israel melakukan 186 operasi pencarian dan penangkapan dan menangkap 172 warga Palestina di Tepi Barat. [RSM]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories