Pastikan Vaksin Merah Putih Bisa Diproduksi Massal Di Awal 2022, Kepala BPOM Tinjau Bio Farma .

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito meninjau kesiapan PT Bio Farma, untuk memastikan dan mengakselerasi pengembangan Vaksin Covid-19 Merah Putih, hingga bisa segera diproduksi massal dengan kualitas dan mutu yang terjamin.

Vaksin Merah Putih telah menjadi salah satu bagian dari pengembangan vaksin, yang bakal dipercepat sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2020.

“Kedatangan kami ke sini adalah untuk melihat progress dari pengembangan vaksin di awal sebelum masuk ke dalam tahapan hilirisasi. Nantinya, BPOM akan mendampingi bentuk uji klinis dengan manusia,” kata Penny di Bio Farma, Kota Bandung, Jawa Barat, seperti dilansir Antara, Jumat (16/4).

Pendampingan itu juga ditujukan untuk memastikan tahapan pengembangan, hingga uji klinis dinyatakan sesuai standar. Agar terhindar dari risiko kegagalan pada saat uji klinis terhadap manusia.

“Karena menyangkut jiwa manusia, kita perlu menjaga aspek pengembangannya berdasarkan standar internasional dan standar yang berlaku di Indonesia,” terang Penny.

BPOM juga mendampingi proses lainnya, untuk mendorong para pengembang agar menciptakan vaksin yang berkualitas.

“Tidak hanya melindungi para subjek yang akan terlibat dalam uji klinis, tetapi juga mendapatkan produk vaksin yang bermutu dan berdaya saing dan memenuhi aspek keamanan mutu. Serta efektivitas khasiat dari vaksin tersebut,” papar Penny.

 

Sementara itu, Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir mengatakan pihaknya memang telah menyiapkan beberapa fasilitas, untuk pengembangan vaksin Merah Putih. Terutama, untuk meningkatkan kapasitas produksi.

“Kami juga baru mengaktifkan satu fasilitas gedung produksi yang baru. Tapi kalau tidak mencukupi, saya menyampaikan akan bekerja sama dengan beberapa industri farmasi swasta,” jelas Honesti.

Dengan menggandeng industri swasta, Honesti merasa produksi Vaksin Merah Putih tersebut bisa dikebut lebih cepat.

Terkait hal itu, ia memastikan telah melakukan seleksi terhadap sejumlah industri farmasi yang menjadi calon mitra.

“Jadi intinya, harus ada kolaborasi antara BUMN dan pihak swasta sendiri untuk produksi. Supaya ada kemitraan,” pungkas Honesti. [HES]

]]> .
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito meninjau kesiapan PT Bio Farma, untuk memastikan dan mengakselerasi pengembangan Vaksin Covid-19 Merah Putih, hingga bisa segera diproduksi massal dengan kualitas dan mutu yang terjamin.

Vaksin Merah Putih telah menjadi salah satu bagian dari pengembangan vaksin, yang bakal dipercepat sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2020.

“Kedatangan kami ke sini adalah untuk melihat progress dari pengembangan vaksin di awal sebelum masuk ke dalam tahapan hilirisasi. Nantinya, BPOM akan mendampingi bentuk uji klinis dengan manusia,” kata Penny di Bio Farma, Kota Bandung, Jawa Barat, seperti dilansir Antara, Jumat (16/4).

Pendampingan itu juga ditujukan untuk memastikan tahapan pengembangan, hingga uji klinis dinyatakan sesuai standar. Agar terhindar dari risiko kegagalan pada saat uji klinis terhadap manusia.

“Karena menyangkut jiwa manusia, kita perlu menjaga aspek pengembangannya berdasarkan standar internasional dan standar yang berlaku di Indonesia,” terang Penny.

BPOM juga mendampingi proses lainnya, untuk mendorong para pengembang agar menciptakan vaksin yang berkualitas.

“Tidak hanya melindungi para subjek yang akan terlibat dalam uji klinis, tetapi juga mendapatkan produk vaksin yang bermutu dan berdaya saing dan memenuhi aspek keamanan mutu. Serta efektivitas khasiat dari vaksin tersebut,” papar Penny.

 

Sementara itu, Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir mengatakan pihaknya memang telah menyiapkan beberapa fasilitas, untuk pengembangan vaksin Merah Putih. Terutama, untuk meningkatkan kapasitas produksi.

“Kami juga baru mengaktifkan satu fasilitas gedung produksi yang baru. Tapi kalau tidak mencukupi, saya menyampaikan akan bekerja sama dengan beberapa industri farmasi swasta,” jelas Honesti.

Dengan menggandeng industri swasta, Honesti merasa produksi Vaksin Merah Putih tersebut bisa dikebut lebih cepat.

Terkait hal itu, ia memastikan telah melakukan seleksi terhadap sejumlah industri farmasi yang menjadi calon mitra.

“Jadi intinya, harus ada kolaborasi antara BUMN dan pihak swasta sendiri untuk produksi. Supaya ada kemitraan,” pungkas Honesti. [HES]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories