Pastikan Hari Ini Tak Ada Reshuffle Pratikno Garuk Kuping, Pramono Nginjek Gas .

Tak puas dengan Ali Mochtar Ngabalin dan Fadjroel Rachman, kemarin, giliran Mensesneg Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang dikejar-kejar wartawan. Pak, besok jadi reshuffle? Pratik dan Pram mencoba menghindar.  Pratik berlalu sambil menggaruk kuping. Pram memilih menginjak gas mobil golf yang dikendarainya.

Pratik dan Pram muncul di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, sekitar pukul 14.30 WIB, kemarin. Keduanya berjalan keluar dari Istana, hendak kembali ke kantornya masing-masing, yang masih di sekitaran kompleks Istana. Karena jaraknya agak lumayan, mereka menunggangi mobil golf.

Pram bergegas masuk ke dalam kendaraan bertenaga listrik itu, lalu duduk di bangku depan. Dia nyupirin Pratik, yang duduk di belakangnya. 

Namun, Pram tak bisa langsung tancap gas. Selain karena Pratik masih bercakap-cakap dengan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin, yang berdiri di sampingnya, wartawan juga langsung mengerumuninya dan memberondong dengan pertanyaan soal reshuffle.

“Jadi besok (hari ini, red) ada (reshuffle) nggak, Pak?” tanya wartawan. “Nggak ada, Pak Presiden ke Jawa Barat,” jawab Pratik, tegas sambil senyum kecil.

Lalu, Pram menimpali sambil mengarahkan jempol kirinya ke belakang, ke arah Pratik. “Tuh, udah ngomong yang paling… Ini lho, berdua lho,” ucapnya, agak terputus. “Yang punya jadwal,” timpal Pratik, yang spontan disahuti ketawa Pram.

Jawaban ini tidak membuat para wartawan puas. Mereka pun kembali bertanya. “Jadi, dipertegas lagi ya, Pak, tidak reshuffle?” kejar wartawan. Lalu, Pram dan Pratik jawab serempak. “Besok, Presiden kunjungan kerja ke Jawa Barat.”

Sebelumnya, sempat juga beredar kabar dari elite partai pendukung Jokowi bahwa reshuffle bakal digelar setelah Lebaran. Namun, ketika dikonfirmasi apakah akan digelar bulan ini atau setelah Lebaran, Pratik membantah keduanya. “Enggak… Ditunggu aja,” tegas Pratik.

Lalu, Pram langsung memutar kunci dan menginjak pedal gas. Perlahan, mobil golf melaju. Ada beberapa pertanyaan lagi yang dilontarkan wartawan, tak lagi dihiraukan keduanya. 

Sambil berlalu, Pratik terlihat mengetuk-ngetuk pelan kuping kiri dengan tangan kanannya. Entah ia menggaruknya, atau tengah membenarkan posisi tali masker dan dudukan face shield di telinganya.

 

Sebelumnya, Ngabalin menyampaikan bahwa reshuffle kemungkinan digelar pekan lalu atau paling lambat pekan ini. Tapi, sampai sekarang, tanda-tandanya belum jelas. Kendati demikian, ia meyakini perombakan kabinet akan diumumkan secepatnya. “Yakin, nggak lama lagi,” tegas Ngabalin, saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.

Isu reshuffle menguat setelah DPR mengesahkan perubahan nomenklatur kementerian dalam Rapat Paripurna, Jumat (9/4). Hasilnya Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) digabung dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), menjadi Kemenristekdikti. Lalu, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) jadi Kementerian Investasi. Sementara, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang semula melekat di Kemenristek, kini berdiri sendiri.

Menristek Bambang Brodjonegoro, yang sudah pamit, kemarin masih menghadap Jokowi dan mengikuti Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) yang dipimpin langsung Kepala Negara. Meskipun posisinya terancam, Bambro, sapaan akrab Bambang, masih panjang lebar merinci prioritas riset nasional terkait energi terbarukan usai menghadap Presiden. Namun, ia tak bicara soal reshuffle.

Sementara Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko pelit bicara saat ditanya soal reshuffle. Bahkan, ketika disinggung inisial M akan kena reshuffle, seperti disebut-sebut elite PKB Luqman Hakim, dia tetap bergeming. Mantan Panglima TNI ini berdalih tak tahu soal reshuffle. 

“Yang tahu hanya Presiden. Sudah,” ucap Moeldoko, singkat usai ngisi materi seminar di di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok, kemarin.

Pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai, jadwal reshuffle yang seakan tarik-ulur ini karena “hilalnya” belum kelihatan. “Saya sih yakin bila ‘hilalnya’ sudah terlihat, pasti Pak Jokowi langsung gerak cepat untuk reshuffle,” kata pendiri lembaga survei KedaiKOPI tersebut, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Selain itu, dia melihat, Jokowi juga masih butuh waktu untuk melakukan evaluasi menyeluruh kinerja anak buahnya. “Bagi menteri yang kinerjanya nggak bagus, pasti makin dagdigdug menunggu reshuffle. Sebab, reshuffle seperti menentukan nasib si menteri ini. Tapi, bagi yang kinerjanya baik, ya santai aja,” pungkasnya. [SAR]

]]> .
Tak puas dengan Ali Mochtar Ngabalin dan Fadjroel Rachman, kemarin, giliran Mensesneg Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang dikejar-kejar wartawan. Pak, besok jadi reshuffle? Pratik dan Pram mencoba menghindar.  Pratik berlalu sambil menggaruk kuping. Pram memilih menginjak gas mobil golf yang dikendarainya.

Pratik dan Pram muncul di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, sekitar pukul 14.30 WIB, kemarin. Keduanya berjalan keluar dari Istana, hendak kembali ke kantornya masing-masing, yang masih di sekitaran kompleks Istana. Karena jaraknya agak lumayan, mereka menunggangi mobil golf.

Pram bergegas masuk ke dalam kendaraan bertenaga listrik itu, lalu duduk di bangku depan. Dia nyupirin Pratik, yang duduk di belakangnya. 

Namun, Pram tak bisa langsung tancap gas. Selain karena Pratik masih bercakap-cakap dengan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin, yang berdiri di sampingnya, wartawan juga langsung mengerumuninya dan memberondong dengan pertanyaan soal reshuffle.

“Jadi besok (hari ini, red) ada (reshuffle) nggak, Pak?” tanya wartawan. “Nggak ada, Pak Presiden ke Jawa Barat,” jawab Pratik, tegas sambil senyum kecil.

Lalu, Pram menimpali sambil mengarahkan jempol kirinya ke belakang, ke arah Pratik. “Tuh, udah ngomong yang paling… Ini lho, berdua lho,” ucapnya, agak terputus. “Yang punya jadwal,” timpal Pratik, yang spontan disahuti ketawa Pram.

Jawaban ini tidak membuat para wartawan puas. Mereka pun kembali bertanya. “Jadi, dipertegas lagi ya, Pak, tidak reshuffle?” kejar wartawan. Lalu, Pram dan Pratik jawab serempak. “Besok, Presiden kunjungan kerja ke Jawa Barat.”

Sebelumnya, sempat juga beredar kabar dari elite partai pendukung Jokowi bahwa reshuffle bakal digelar setelah Lebaran. Namun, ketika dikonfirmasi apakah akan digelar bulan ini atau setelah Lebaran, Pratik membantah keduanya. “Enggak… Ditunggu aja,” tegas Pratik.

Lalu, Pram langsung memutar kunci dan menginjak pedal gas. Perlahan, mobil golf melaju. Ada beberapa pertanyaan lagi yang dilontarkan wartawan, tak lagi dihiraukan keduanya. 

Sambil berlalu, Pratik terlihat mengetuk-ngetuk pelan kuping kiri dengan tangan kanannya. Entah ia menggaruknya, atau tengah membenarkan posisi tali masker dan dudukan face shield di telinganya.

 

Sebelumnya, Ngabalin menyampaikan bahwa reshuffle kemungkinan digelar pekan lalu atau paling lambat pekan ini. Tapi, sampai sekarang, tanda-tandanya belum jelas. Kendati demikian, ia meyakini perombakan kabinet akan diumumkan secepatnya. “Yakin, nggak lama lagi,” tegas Ngabalin, saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.

Isu reshuffle menguat setelah DPR mengesahkan perubahan nomenklatur kementerian dalam Rapat Paripurna, Jumat (9/4). Hasilnya Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) digabung dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), menjadi Kemenristekdikti. Lalu, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) jadi Kementerian Investasi. Sementara, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang semula melekat di Kemenristek, kini berdiri sendiri.

Menristek Bambang Brodjonegoro, yang sudah pamit, kemarin masih menghadap Jokowi dan mengikuti Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) yang dipimpin langsung Kepala Negara. Meskipun posisinya terancam, Bambro, sapaan akrab Bambang, masih panjang lebar merinci prioritas riset nasional terkait energi terbarukan usai menghadap Presiden. Namun, ia tak bicara soal reshuffle.

Sementara Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko pelit bicara saat ditanya soal reshuffle. Bahkan, ketika disinggung inisial M akan kena reshuffle, seperti disebut-sebut elite PKB Luqman Hakim, dia tetap bergeming. Mantan Panglima TNI ini berdalih tak tahu soal reshuffle. 

“Yang tahu hanya Presiden. Sudah,” ucap Moeldoko, singkat usai ngisi materi seminar di di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok, kemarin.

Pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai, jadwal reshuffle yang seakan tarik-ulur ini karena “hilalnya” belum kelihatan. “Saya sih yakin bila ‘hilalnya’ sudah terlihat, pasti Pak Jokowi langsung gerak cepat untuk reshuffle,” kata pendiri lembaga survei KedaiKOPI tersebut, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Selain itu, dia melihat, Jokowi juga masih butuh waktu untuk melakukan evaluasi menyeluruh kinerja anak buahnya. “Bagi menteri yang kinerjanya nggak bagus, pasti makin dagdigdug menunggu reshuffle. Sebab, reshuffle seperti menentukan nasib si menteri ini. Tapi, bagi yang kinerjanya baik, ya santai aja,” pungkasnya. [SAR]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories