Pastikan, Anak Sehat Sebelum Divaksin

Vaksinasi pada anak diyakini bisa memberi perlindungan terhadap paparan virus Covid- 19. Kendati demikian, ada beberapa kondisi yang membuat anak harus menunda vaksinasi atau bahkan tidak bisa melakukan vaksinasi.

Akun @lawancovid19_id meminta orang tua menunda vaksinasi bagi anaknya jika dalam kondisi demam (37.5 derajat celcius atau lebih). Kemudian, anak baru sembuh dari Covid-19 kurang dari 3 bulan dan berada dalam kondisi kurang dari 1 bulan setelah imunisasi lain.

Selain itu, tunda juga jika anak memiliki hipertensi, diabetes melitus, penyakit-penyakit menahun dan kelainan bawaan. Lalu, defisiensi imun primer, penyakit autoimun, atau memiliki penyakit sindrom gullian barre, mielitis transversa, acute demyelinating encephalomyelitis.

“Hal yang sama dengan anak penderita kanker dan sedang menjalani kemoterapi/ radioterapi, atau anak yang sedang mendapat pengobatan imunosupresan/sitostatika berat. Lebih baik tunda vaksinasi dan konsultasi dengan petugas kesehatan,” ungkap @lawancovid19_id.

Akun @pengabdeenegara mengatakan, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan anak segera mendapatkan vaksin Covid-19. Namun, bila anak dalam kondisi kurang sehat, sebaiknya tunda pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada anak hingga kondisi kesehatan anak kembali optimal.

“Banyak orang tua yang tidak tahu kondisi kesehatan anaknya sebelum divaksin,” ujar @ haloinivelia.

Orang tua, lanjut @haloinivelia, wajib mengetahui apakah anaknya memiliki penyakit komorbid misalnya seperti autoimun, diabetes, jantung, sesak nafas, kanker dan lainnya. Dia menegaskan, semua anak yang mempunyai penyakit bawaan wajib konsultasi terlebih dahulu ke dokter.

“Seharusnya Pemerintah mengatur pihak puskesmas untuk melakukan pemeriksaan terkait kondisi anak terlebih dahulu sebelum divaksin. Kalau ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) kan kasihan orang tua yang tidak tahu menahu,” ujar @my_cweetycia.

Akun @NaniTriani20 mengungkapkan, petugas vaksinasi tidak akan mengizinkan anak divaksin jika dalam kondisi kurang sehat. Termasuk flu, walaupun tidak parah harus ditunda vaksinnya.

“Sehat selalu semua anak Indonesia,” harap @NaniTriani20. “Pastikan anak dalam kondisi sehat, vaksin juga yang sesuai,” kata @dapitnih.

 

Akun @prcardifit menegaskan, tidak semua anak boleh divaksin. Kata dia, cuma anak yang sehat menurut pemeriksaan dokter yang layak disuntik vaksin Covid-19. @forbiddendis menambahkan, setiap anak mempunyai gejala dan kemampuan tubuh yang berbeda-beda.

“Jadi, jangan sembarangan ikut vaksinasi. Kalau orang tua lalai justru vaksinasi Covid-19 bisa berbahaya untuk kondisi anak,” kata @ forbiddendis.

Akun @nazz_mu4ever bercerita tentang pengalaman anaknya yang disuntik vaksin Covid-19. Dia bilang, anaknya kelas 1 SD dan sudah 2 kali vaksin. Kondisinya sangat sehat dan tidak merasa sakit, demam ataupun lemas pasca vaksin.

“Cengar-cengir saja. Semua tergantung kondisi kesehatan anak dan ada riwayat sakit bawaan atau tidak sebelum divaksin,” tutur dia.

Akun @drpriono1 mengungkapkan, 72 persen anak Indonesia usia 1-11 tahun sudah mempunyai kekebalan walaupun belum divaksinasi. Adanya vaksinasi anak, kata dia, ibarat vaksinasi booster yang dapat meningkatkan kadar antibodi yang dapat diandalkan.

“Ayo, segera vaksinasi anak dan juga biasakan melakukan protokol kesehatan (prokes),” imbuhnya.

Menurut @Bareti0, vaksin Covid-19 bagi anak sangat penting. Dia mengajak netizen mensukseskan program Pemerintah dalam mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak.

“Tentunya dengan melakukan berbagai macam metode dan inovasi, sehingga vaksinasi tidak menakutkan bagi anak,” kata dia.

Akun @fajarwahyu99 meminta orang tua tidak menunda vaksinasi Covid-19 jika kondisi anak memang sehat. “Daripada ditunda-tunda mending sekarang nih, kan biar anak/ adik kita bisa sekolah tatap muka dengan nyaman nanti,” katanya. [ASI]

]]> Vaksinasi pada anak diyakini bisa memberi perlindungan terhadap paparan virus Covid- 19. Kendati demikian, ada beberapa kondisi yang membuat anak harus menunda vaksinasi atau bahkan tidak bisa melakukan vaksinasi.

Akun @lawancovid19_id meminta orang tua menunda vaksinasi bagi anaknya jika dalam kondisi demam (37.5 derajat celcius atau lebih). Kemudian, anak baru sembuh dari Covid-19 kurang dari 3 bulan dan berada dalam kondisi kurang dari 1 bulan setelah imunisasi lain.

Selain itu, tunda juga jika anak memiliki hipertensi, diabetes melitus, penyakit-penyakit menahun dan kelainan bawaan. Lalu, defisiensi imun primer, penyakit autoimun, atau memiliki penyakit sindrom gullian barre, mielitis transversa, acute demyelinating encephalomyelitis.

“Hal yang sama dengan anak penderita kanker dan sedang menjalani kemoterapi/ radioterapi, atau anak yang sedang mendapat pengobatan imunosupresan/sitostatika berat. Lebih baik tunda vaksinasi dan konsultasi dengan petugas kesehatan,” ungkap @lawancovid19_id.

Akun @pengabdeenegara mengatakan, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan anak segera mendapatkan vaksin Covid-19. Namun, bila anak dalam kondisi kurang sehat, sebaiknya tunda pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada anak hingga kondisi kesehatan anak kembali optimal.

“Banyak orang tua yang tidak tahu kondisi kesehatan anaknya sebelum divaksin,” ujar @ haloinivelia.

Orang tua, lanjut @haloinivelia, wajib mengetahui apakah anaknya memiliki penyakit komorbid misalnya seperti autoimun, diabetes, jantung, sesak nafas, kanker dan lainnya. Dia menegaskan, semua anak yang mempunyai penyakit bawaan wajib konsultasi terlebih dahulu ke dokter.

“Seharusnya Pemerintah mengatur pihak puskesmas untuk melakukan pemeriksaan terkait kondisi anak terlebih dahulu sebelum divaksin. Kalau ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) kan kasihan orang tua yang tidak tahu menahu,” ujar @my_cweetycia.

Akun @NaniTriani20 mengungkapkan, petugas vaksinasi tidak akan mengizinkan anak divaksin jika dalam kondisi kurang sehat. Termasuk flu, walaupun tidak parah harus ditunda vaksinnya.

“Sehat selalu semua anak Indonesia,” harap @NaniTriani20. “Pastikan anak dalam kondisi sehat, vaksin juga yang sesuai,” kata @dapitnih.

 

Akun @prcardifit menegaskan, tidak semua anak boleh divaksin. Kata dia, cuma anak yang sehat menurut pemeriksaan dokter yang layak disuntik vaksin Covid-19. @forbiddendis menambahkan, setiap anak mempunyai gejala dan kemampuan tubuh yang berbeda-beda.

“Jadi, jangan sembarangan ikut vaksinasi. Kalau orang tua lalai justru vaksinasi Covid-19 bisa berbahaya untuk kondisi anak,” kata @ forbiddendis.

Akun @nazz_mu4ever bercerita tentang pengalaman anaknya yang disuntik vaksin Covid-19. Dia bilang, anaknya kelas 1 SD dan sudah 2 kali vaksin. Kondisinya sangat sehat dan tidak merasa sakit, demam ataupun lemas pasca vaksin.

“Cengar-cengir saja. Semua tergantung kondisi kesehatan anak dan ada riwayat sakit bawaan atau tidak sebelum divaksin,” tutur dia.

Akun @drpriono1 mengungkapkan, 72 persen anak Indonesia usia 1-11 tahun sudah mempunyai kekebalan walaupun belum divaksinasi. Adanya vaksinasi anak, kata dia, ibarat vaksinasi booster yang dapat meningkatkan kadar antibodi yang dapat diandalkan.

“Ayo, segera vaksinasi anak dan juga biasakan melakukan protokol kesehatan (prokes),” imbuhnya.

Menurut @Bareti0, vaksin Covid-19 bagi anak sangat penting. Dia mengajak netizen mensukseskan program Pemerintah dalam mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak.

“Tentunya dengan melakukan berbagai macam metode dan inovasi, sehingga vaksinasi tidak menakutkan bagi anak,” kata dia.

Akun @fajarwahyu99 meminta orang tua tidak menunda vaksinasi Covid-19 jika kondisi anak memang sehat. “Daripada ditunda-tunda mending sekarang nih, kan biar anak/ adik kita bisa sekolah tatap muka dengan nyaman nanti,” katanya. [ASI]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories