Pasca Sembuh Dari Covid-19 Tetap Waspada, Isoman Dengan Disiplin Prokes

Pasien yang sembuh dari Covid-19 tetap harus waspada. Potensi terpapar virus Corona kembali masih ada.

Waktu pemulihan pasien sembuh dari infeksi virus Corona berbeda-beda. Kondisi tersebut sangat bergantung pada sistem imun dan penyakit komorbid yang menyertai pasien sembuh tersebut.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Dr  Reisa Broto Asmoro menjelaskan syarat pasien positif Corona dinyatakan sembuh dan selesai isolasi sesuai pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Pasien dengan gejala berat atau kritis yang dirawat di rumah sakit dinyatakan selesai isolasi apabila hasil pemeriksaan follow up PCR (Polymerase Chain Reaction) swab test satu kali negatif,” jelas Reisa dalam keteranganya, belum lama ini.

Menurut Reisa, pasien tersebut juga harus menunjukkan kondisi tidak ada gejala selama 3 hari. Gejala tersebut seperti demam dan gangguan pernapasan.

Selanjutnya, kata Reisa, syarat sembuh atau selesai isolasi bagi pasien dengan kategori sedang dan ringan, harus isolasi mandiri (isoman) selama dua pekan. Pasien itu juga harus membatasi aktivitas dan kontak dengan orang lain.

Reisa melanjutkan, sementara untuk pasien positif Covid-19 yang tidak bergejala (Orang Tanpa Gejala/OTG), diperbolehkan menye­lesaikan program isolasi mandiri pada hari ke-10 hingga ke-14 usai dinyatakan positif Corona.

“Isolasi mandiri harus diterapkan dengan disiplin. Tidak boleh kendor,” tandas Reisa.

Satgascovid19.karawang juga memberikan tips yang harus dilakukan usai sembuh dari virus Corona. Pertama, pasien tanpa gejala harus sudah melewati masa isolasi selama 10 hari.

Untuk pasien dengan gejala ringan hingga sedang, kata Satgascovid19.karawang, harus sudah melewati masa isolasi selama minimal 10 hari, ditambah 3 hari tanpa gejala.

Dan untuk pasien dengan gejala berat, harus sudah melewati masa isolasi selama minimal 10 hari, ditambah 3 hari tanpa gejala dan satu kali hasil negatif pada tes PCR.

“Untuk memaksimalkan pemulihan, bisa mengkonsumsi makanan bergizi, melakukan latihan pernapasan, rutin berolahraga ringan dan berjalan kaki,” katanya.

 

Saran serupa dilontarkan @yangmuliaratu. Kata dia, pasien positif dengan gejala ringan dan tanpa gejala dengan melakukan isolasi mandiri di rumah hingga sembuh selama 14 hari. “Selain itu, makan makanan bergizi, mi­num vitamin C dan olahraga. Tiap hari makan buah terus,” katanya.

Zulkieflimansyah menyambung. Dia meminta masyarakat tidak perlu panik bila mendapati kasus Corona. Segera berobat, isolasi mandiri, menjaga terus imunitas dan perasaan tetap gembira

“Insya Allah sembuh. Sebab, banyak yang parah akibat Corona karena stres berpikir macam-macam, sehingga imunitas menurun dan akhirnya fatal,” katanya.

Menurut Falla, yang bikin pasien lelah sendiri adalah menunggu hasil PCR dari positif jadi negatif. Padahal prinsipnya, pasien dinyatakan sembuh dan bisa kembali ke masyarakat bila su­dah isolasi mandiri 14 hari dan bebas gejala.

“Kunci kesembuhan adalah minimal 14 hari isolasi mandiri dan sudah tidak ada gejala. Jika masih ada gejala, berarti belum memenuhi syarat kesembuhan,” timpal Wrisaba

Imad menyambung. Dia menjelaskan, kriteria sembuh sesuai pedoman Kemenkes. Yaitu, gejala utama (demam) masih muncul, ditunggu 1×24 Jam + 10 Hari isolasi. Kalau sudah, boleh balik. Kemudian, tanpa gejala cukup 10 hari isolasi mandiri dan yang berat, harus 20 hari isolasi.

“Kriteria sembuh untuk semua penyintas Covid (kecuali gejala berat) adalah isolasi mandiri yang tuntas dengan perbaikan gejala,” tambah Pak Hilmy.

“Negatif Covid-19 bukanlah bermakna kita bebas dari virus tersebut. Besok bisa jadi kita terjangkiti kembali,” wanti-wanti ausie Hoodie

Sementara, Marko mengatakan, negara yang kasus penularan Covid-19 minim, karena pelaksa­naan 3T (testing, tracing dan treatment) kuat.

Ditambah lagi, disiplin masyarakatnya dan 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak) kuat. “Ini bisa dijala­nin, bersama-sama” tandas Marko. [TIF]

]]> Pasien yang sembuh dari Covid-19 tetap harus waspada. Potensi terpapar virus Corona kembali masih ada.

Waktu pemulihan pasien sembuh dari infeksi virus Corona berbeda-beda. Kondisi tersebut sangat bergantung pada sistem imun dan penyakit komorbid yang menyertai pasien sembuh tersebut.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Dr  Reisa Broto Asmoro menjelaskan syarat pasien positif Corona dinyatakan sembuh dan selesai isolasi sesuai pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Pasien dengan gejala berat atau kritis yang dirawat di rumah sakit dinyatakan selesai isolasi apabila hasil pemeriksaan follow up PCR (Polymerase Chain Reaction) swab test satu kali negatif,” jelas Reisa dalam keteranganya, belum lama ini.

Menurut Reisa, pasien tersebut juga harus menunjukkan kondisi tidak ada gejala selama 3 hari. Gejala tersebut seperti demam dan gangguan pernapasan.

Selanjutnya, kata Reisa, syarat sembuh atau selesai isolasi bagi pasien dengan kategori sedang dan ringan, harus isolasi mandiri (isoman) selama dua pekan. Pasien itu juga harus membatasi aktivitas dan kontak dengan orang lain.

Reisa melanjutkan, sementara untuk pasien positif Covid-19 yang tidak bergejala (Orang Tanpa Gejala/OTG), diperbolehkan menye­lesaikan program isolasi mandiri pada hari ke-10 hingga ke-14 usai dinyatakan positif Corona.

“Isolasi mandiri harus diterapkan dengan disiplin. Tidak boleh kendor,” tandas Reisa.

Satgascovid19.karawang juga memberikan tips yang harus dilakukan usai sembuh dari virus Corona. Pertama, pasien tanpa gejala harus sudah melewati masa isolasi selama 10 hari.

Untuk pasien dengan gejala ringan hingga sedang, kata Satgascovid19.karawang, harus sudah melewati masa isolasi selama minimal 10 hari, ditambah 3 hari tanpa gejala.

Dan untuk pasien dengan gejala berat, harus sudah melewati masa isolasi selama minimal 10 hari, ditambah 3 hari tanpa gejala dan satu kali hasil negatif pada tes PCR.

“Untuk memaksimalkan pemulihan, bisa mengkonsumsi makanan bergizi, melakukan latihan pernapasan, rutin berolahraga ringan dan berjalan kaki,” katanya.

 

Saran serupa dilontarkan @yangmuliaratu. Kata dia, pasien positif dengan gejala ringan dan tanpa gejala dengan melakukan isolasi mandiri di rumah hingga sembuh selama 14 hari. “Selain itu, makan makanan bergizi, mi­num vitamin C dan olahraga. Tiap hari makan buah terus,” katanya.

Zulkieflimansyah menyambung. Dia meminta masyarakat tidak perlu panik bila mendapati kasus Corona. Segera berobat, isolasi mandiri, menjaga terus imunitas dan perasaan tetap gembira

“Insya Allah sembuh. Sebab, banyak yang parah akibat Corona karena stres berpikir macam-macam, sehingga imunitas menurun dan akhirnya fatal,” katanya.

Menurut Falla, yang bikin pasien lelah sendiri adalah menunggu hasil PCR dari positif jadi negatif. Padahal prinsipnya, pasien dinyatakan sembuh dan bisa kembali ke masyarakat bila su­dah isolasi mandiri 14 hari dan bebas gejala.

“Kunci kesembuhan adalah minimal 14 hari isolasi mandiri dan sudah tidak ada gejala. Jika masih ada gejala, berarti belum memenuhi syarat kesembuhan,” timpal Wrisaba

Imad menyambung. Dia menjelaskan, kriteria sembuh sesuai pedoman Kemenkes. Yaitu, gejala utama (demam) masih muncul, ditunggu 1×24 Jam + 10 Hari isolasi. Kalau sudah, boleh balik. Kemudian, tanpa gejala cukup 10 hari isolasi mandiri dan yang berat, harus 20 hari isolasi.

“Kriteria sembuh untuk semua penyintas Covid (kecuali gejala berat) adalah isolasi mandiri yang tuntas dengan perbaikan gejala,” tambah Pak Hilmy.

“Negatif Covid-19 bukanlah bermakna kita bebas dari virus tersebut. Besok bisa jadi kita terjangkiti kembali,” wanti-wanti ausie Hoodie

Sementara, Marko mengatakan, negara yang kasus penularan Covid-19 minim, karena pelaksa­naan 3T (testing, tracing dan treatment) kuat.

Ditambah lagi, disiplin masyarakatnya dan 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak) kuat. “Ini bisa dijala­nin, bersama-sama” tandas Marko. [TIF]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories