Pasca Gugurnya Kabinda, HMI Dukung TNI Polri Sikat Teroris Papua

Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha, Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua gugur ditembak oleh teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. Ia wafat saat melaksanakan observasi lapangan mempercepat pemulihan keamanan bersama Satgas TNI-Polri pasca aksi teroris KKB yang terjadi di wilayah Kabupaten Puncak.

Selang beberapa hari, terjadi baku tembak di Puncak Papua. Satu anggota Brimob pun gugur saat kontak senjata dengan teroris KKB.

Menanggapi berbagai rentetan insiden ini, Ketua Kepemudaan PB HMI MPO Mubdi Ohoiwer menyampaikan duka cita mendalam. Ia pun meminta agar Presiden merespon kejadian tersebut secara tegas, namun tetap bijaksana.

“Kami dari PB HMI turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya Kabinda Papua, yang gugur saat bertugas demi menjaga keamanan dan kedaulatan NKRI. Kami juga berharap agar Bapak Presiden segera merespon peristiwa ini secara cepat agar tidak meluas dan menjadi konflik yang semakin berkepanjangan di tanah Papua,” pinta Mubdi Ohoiwer dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (29/4).

Selain itu, Mubdi menyampaikan dukungan kepada TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan kedaulatan Indonesia, khususnya di wilayah Papua yang sering terjadi konflik bersenjata.

“HMI MPO mendukung penegakan keamanan dan kedaulatan di wilayah Republik Indonesia oleh TNI-Polri. Saya berharap agar peristiwa ini segera  berakhir dan Papua kembali damai. Ini yang menjadi keinginan kita bersama,” harapnya.

Mubdi menegaskan, aksi teroris KKB Papua merupakan perbuatan yang tercela yang dilakukan terhadap sesama anak bangsa. PB HMI MPO mengecam tindakan tersebut dan berharap kejadian ini dapat ditangani segera agar tidak menimbulkan konflik yang bekepanjangan.

Mubdi juga menagih komitmen Presiden Jokowi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Papua yang hingga saat ini belum terselesaikan.

“Kami tagih komitmen politik yang kuat dari Presiden Jokowi untuk menuntaskan akar permasalahan tersebut. Sehingga masyarakat Papua dapat keluar dari ketertinggalannya dan bebas konflik,” pungkasnya. [FAQ]

]]> Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha, Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua gugur ditembak oleh teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. Ia wafat saat melaksanakan observasi lapangan mempercepat pemulihan keamanan bersama Satgas TNI-Polri pasca aksi teroris KKB yang terjadi di wilayah Kabupaten Puncak.

Selang beberapa hari, terjadi baku tembak di Puncak Papua. Satu anggota Brimob pun gugur saat kontak senjata dengan teroris KKB.

Menanggapi berbagai rentetan insiden ini, Ketua Kepemudaan PB HMI MPO Mubdi Ohoiwer menyampaikan duka cita mendalam. Ia pun meminta agar Presiden merespon kejadian tersebut secara tegas, namun tetap bijaksana.

“Kami dari PB HMI turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya Kabinda Papua, yang gugur saat bertugas demi menjaga keamanan dan kedaulatan NKRI. Kami juga berharap agar Bapak Presiden segera merespon peristiwa ini secara cepat agar tidak meluas dan menjadi konflik yang semakin berkepanjangan di tanah Papua,” pinta Mubdi Ohoiwer dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (29/4).

Selain itu, Mubdi menyampaikan dukungan kepada TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan kedaulatan Indonesia, khususnya di wilayah Papua yang sering terjadi konflik bersenjata.

“HMI MPO mendukung penegakan keamanan dan kedaulatan di wilayah Republik Indonesia oleh TNI-Polri. Saya berharap agar peristiwa ini segera  berakhir dan Papua kembali damai. Ini yang menjadi keinginan kita bersama,” harapnya.

Mubdi menegaskan, aksi teroris KKB Papua merupakan perbuatan yang tercela yang dilakukan terhadap sesama anak bangsa. PB HMI MPO mengecam tindakan tersebut dan berharap kejadian ini dapat ditangani segera agar tidak menimbulkan konflik yang bekepanjangan.

Mubdi juga menagih komitmen Presiden Jokowi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Papua yang hingga saat ini belum terselesaikan.

“Kami tagih komitmen politik yang kuat dari Presiden Jokowi untuk menuntaskan akar permasalahan tersebut. Sehingga masyarakat Papua dapat keluar dari ketertinggalannya dan bebas konflik,” pungkasnya. [FAQ]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories