Pasarkan Vaksin Sputnik V Di Indonesia, RDIF Tunjuk Fahrenheit

Russian Direct Investment Fund (RDIF), pemegang lisensi vaksin Covid-19 Sputnik V dari Rusia, menunjuk PT Pratapa Nirmala (Fahrenheit) untuk mendaftarkan dan memasarkan vaksin Sputnik V untuk wilayah Indonesia. 

Hal ini diungkapkan Direktur Marketing PT Pratapa Nirmala (Fahrenheit), John dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/3).

Menurut John, beberapa bulan terakhir, pihak Rusia melalui RDIF telah melakukan proses pendekatan dan seleksi beberapa perusahaan Farmasi di Indonesia untuk mendapatkan otoritas mendaftarkan serta memasarkan vaksin Sputnik V di Indonesia. Dan, RDIF memutuskan PT Pratapa Nirmala  (Fahrenheit) sebagai pemegang lisensi Sputnik V untuk wilayah Indonesia.

Berdasarkan data terakhir, saat ini pihak Kementerian Kesehatan Rusia sedang berupaya menjalin komunikasi dengan organisasi kesehatan dunia World Health Organization (WHO) supaya vaksin Sputnik V bisa masuk ke dalam Emergency Use Listing (EUL) yang ditetapkan oleh WHO.

Sejauh ini baru ada dua jenis vaksin Covid-19 yang sudah mendapat EUL, yaitu vaksin buatan Pfizer-BioNTech dan AstraZeneca-Oxford. Vaksin yang mendapat EUL dianggap sudah memenuhi standar internasional sehingga bisa digunakan oleh negara-negara. 

Menurut John, Sputnik V memiliki keunikan tersendiri karena menggunakan platform 2 tipe adenovirus yang berbeda, yakni rAd 5 dan rAd 26 sehingga memberikan efektivitas yang tinggi dan efek imunogenitas yang bisa bertahan lama.

Selain itu, menurut John, Fahrenheit juga sudah melakukan koordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mendapatkan Emergency Use Authorization secepatnya. Hal ini sangat dibutuhkan Fahrenheit guna membantu Pemerintah Indonesia dalam rangka melawan virus Covid-19.

“Kami sebagai perusahaan farmasi yang telah diberikan kepercayaan oleh RDIF sebagai importir resmi, sangat berterima kasih atas dukungan BPOM dalam melakukan evaluasi terhadap vaksin Sputnik V,” tambah John.

Sebagai informasi, PT Pratapa Nirmala (Fahrenheit) merupakan salah satu perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia. Sejak berdiri di 1988, Fahrenheit secara konsisten selalu memberikan terobosan inovasi dan kolaborasi teknologi dalam menciptakan produk-produk yang berkualitas dengan harga yang kompetitif. 

Dalam membuat produk andalan yang khasiatnya telah teruji, Fahrenheit selalu menerapkan prosedur manajemen kualitas total yang mematuhi Standar GMP Internasional. Setiap produk melewati proses pengawasan dari laboratorium modern dan apoteker berkualifikasi tinggi.

Selain itu, Fahrenheit juga menerapkan secara ketat standarisasi penerapan, World Manufacturing Practice yang memastikan kualitas terbaik terukir langsung ke dalam setiap produk.

“Sebagai perusahaan farmasi nasional yang telah berdiri sejak 1988, Fahrenheit mengerti benar akan pentingnya kualitas yang mematuhi standar dari WHO. Ke depannya, kami akan terus bekerja sama dan membantu Pemerintah untuk melawan penyebaran virus Covid-19 di Indonesia,” tutup John. [DIT]

]]> Russian Direct Investment Fund (RDIF), pemegang lisensi vaksin Covid-19 Sputnik V dari Rusia, menunjuk PT Pratapa Nirmala (Fahrenheit) untuk mendaftarkan dan memasarkan vaksin Sputnik V untuk wilayah Indonesia. 

Hal ini diungkapkan Direktur Marketing PT Pratapa Nirmala (Fahrenheit), John dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/3).

Menurut John, beberapa bulan terakhir, pihak Rusia melalui RDIF telah melakukan proses pendekatan dan seleksi beberapa perusahaan Farmasi di Indonesia untuk mendapatkan otoritas mendaftarkan serta memasarkan vaksin Sputnik V di Indonesia. Dan, RDIF memutuskan PT Pratapa Nirmala  (Fahrenheit) sebagai pemegang lisensi Sputnik V untuk wilayah Indonesia.

Berdasarkan data terakhir, saat ini pihak Kementerian Kesehatan Rusia sedang berupaya menjalin komunikasi dengan organisasi kesehatan dunia World Health Organization (WHO) supaya vaksin Sputnik V bisa masuk ke dalam Emergency Use Listing (EUL) yang ditetapkan oleh WHO.

Sejauh ini baru ada dua jenis vaksin Covid-19 yang sudah mendapat EUL, yaitu vaksin buatan Pfizer-BioNTech dan AstraZeneca-Oxford. Vaksin yang mendapat EUL dianggap sudah memenuhi standar internasional sehingga bisa digunakan oleh negara-negara. 

Menurut John, Sputnik V memiliki keunikan tersendiri karena menggunakan platform 2 tipe adenovirus yang berbeda, yakni rAd 5 dan rAd 26 sehingga memberikan efektivitas yang tinggi dan efek imunogenitas yang bisa bertahan lama.

Selain itu, menurut John, Fahrenheit juga sudah melakukan koordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mendapatkan Emergency Use Authorization secepatnya. Hal ini sangat dibutuhkan Fahrenheit guna membantu Pemerintah Indonesia dalam rangka melawan virus Covid-19.

“Kami sebagai perusahaan farmasi yang telah diberikan kepercayaan oleh RDIF sebagai importir resmi, sangat berterima kasih atas dukungan BPOM dalam melakukan evaluasi terhadap vaksin Sputnik V,” tambah John.

Sebagai informasi, PT Pratapa Nirmala (Fahrenheit) merupakan salah satu perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia. Sejak berdiri di 1988, Fahrenheit secara konsisten selalu memberikan terobosan inovasi dan kolaborasi teknologi dalam menciptakan produk-produk yang berkualitas dengan harga yang kompetitif. 

Dalam membuat produk andalan yang khasiatnya telah teruji, Fahrenheit selalu menerapkan prosedur manajemen kualitas total yang mematuhi Standar GMP Internasional. Setiap produk melewati proses pengawasan dari laboratorium modern dan apoteker berkualifikasi tinggi.

Selain itu, Fahrenheit juga menerapkan secara ketat standarisasi penerapan, World Manufacturing Practice yang memastikan kualitas terbaik terukir langsung ke dalam setiap produk.

“Sebagai perusahaan farmasi nasional yang telah berdiri sejak 1988, Fahrenheit mengerti benar akan pentingnya kualitas yang mematuhi standar dari WHO. Ke depannya, kami akan terus bekerja sama dan membantu Pemerintah untuk melawan penyebaran virus Covid-19 di Indonesia,” tutup John. [DIT]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories