Pantau Secara Virtual Kemendagri Pastikan Pelaksanaan Pilkades Serentak Gorontalo Utara Sesuai Prokes

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa memantau pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, secara virtual.

Salah satu yang dipantau, adalah praktek penerapan protokol kesehatan selama pilkades serentak di Kabupaten tersebut.

Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Yusharto Huntoyungo mengungkapkan, secara umum, berdasarkan laporan dari tim pemantau daerah di TPS desa sampel, proses pemungutan suara sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2020.

“Di mana pada TPS tersebut sudah menyediakan sarana cuci tangan, thermo gun, sarung tangan sekali pakai hingga penyemprotan desinfektan secara berkala,” ujarnya, Selasa (5/7).

Kabupaten Gorontalo Utara melaksanakan pilkades serentak pada 34 desa di 11 kecamatan dan diikuti oleh 114 calon kepala desa.

Jumlah itu terdiri dari 92 calon kepala desa laki-laki dan 22 calon kepala desa perempuan, dengan jumlah DPT sebanyak 28.065 pemilih yang tersebar di 73 TPS.

Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa serentak di Kabupaten Gorontalo Utara sudah menyesuaikan regulasi melalui Peraturan Bupati Nomor 17 Tahun 2021 tentang Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Desa. Beleid itu di mengatur mengenai penerapan prokes dan pembatasan DPT maksimal 500 orang per TPS.

Sementara keadaan terkendali dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Gorontalo Utara telah dinyatakan dalam Surat Bupati Gorontalo Utara Nomor 140/DPMD/241/VI/2022 tanggal 30 Juni 2022 hal Laporan Kesiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak tahun 2022 di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.

Yusharto berharap, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara tetap waspada dan tidak lengah terhadap pandemi Covid-19. Terutama, di tengah kemunculan kasus Omicron BA.4 dan BA.5.

 

Mereka diminta memperkuat PPKM mikro melalui pengoptimalan posko desa, tetap mendorong penerapan 5M, dan mendorong percepatan vaksinasi Covid-19, khususnya vaksin booster.

“Juga tetap melakukan pemantauan kondisi penyebaran Covid-19 pasca pelaksanaan Pilkades serentak,” imbau Yusharto. ■

]]> Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa memantau pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, secara virtual.

Salah satu yang dipantau, adalah praktek penerapan protokol kesehatan selama pilkades serentak di Kabupaten tersebut.

Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Yusharto Huntoyungo mengungkapkan, secara umum, berdasarkan laporan dari tim pemantau daerah di TPS desa sampel, proses pemungutan suara sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2020.

“Di mana pada TPS tersebut sudah menyediakan sarana cuci tangan, thermo gun, sarung tangan sekali pakai hingga penyemprotan desinfektan secara berkala,” ujarnya, Selasa (5/7).

Kabupaten Gorontalo Utara melaksanakan pilkades serentak pada 34 desa di 11 kecamatan dan diikuti oleh 114 calon kepala desa.

Jumlah itu terdiri dari 92 calon kepala desa laki-laki dan 22 calon kepala desa perempuan, dengan jumlah DPT sebanyak 28.065 pemilih yang tersebar di 73 TPS.

Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa serentak di Kabupaten Gorontalo Utara sudah menyesuaikan regulasi melalui Peraturan Bupati Nomor 17 Tahun 2021 tentang Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Desa. Beleid itu di mengatur mengenai penerapan prokes dan pembatasan DPT maksimal 500 orang per TPS.

Sementara keadaan terkendali dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Gorontalo Utara telah dinyatakan dalam Surat Bupati Gorontalo Utara Nomor 140/DPMD/241/VI/2022 tanggal 30 Juni 2022 hal Laporan Kesiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak tahun 2022 di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.

Yusharto berharap, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara tetap waspada dan tidak lengah terhadap pandemi Covid-19. Terutama, di tengah kemunculan kasus Omicron BA.4 dan BA.5.

 

Mereka diminta memperkuat PPKM mikro melalui pengoptimalan posko desa, tetap mendorong penerapan 5M, dan mendorong percepatan vaksinasi Covid-19, khususnya vaksin booster.

“Juga tetap melakukan pemantauan kondisi penyebaran Covid-19 pasca pelaksanaan Pilkades serentak,” imbau Yusharto. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories