Panglima Nyatakan Awak Nanggala-402 Gugur 53 Hiu Kencana Insya Allah, Syahid

Sehari setelah menyatakan KRI Nanggala-402 tenggelam, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan 53 kru yang tergabung dalam korp Hiu Kencana itu, gugur. Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Semoga para pahlawan bangsa ini husnul khotimah. Surga sudah menanti karena mereka insya Allah mati syahid.

KRI Nanggala-402 ditemukan di kedalaman 838 meter, dengan jarak 1.500 yard ke arah selatan, dari titik hilang kontak. Karena tekanan air yang begitu besar di dasar palung, kapal selam buatan Jerman tahun 1978 itu sampai terbelah menjadi tiga bagian. Bagian buritan dan haluan lepas dari badan utama kapal.

“KRI Nanggala terbelah menjadi tiga bagian,” ujar Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, sambil menunjukkan bagian kapal lewat gambar, dalam konferensi pers di Bali, kemarin.

Informasi terbelahnya kapal didapat berdasarkan pantauan KRI Rigel. Pada Minggu (25/4) pukul 01.00 WITA, KRI Rigel berhasil mendapat kontak bawah air yang signifikan di sekitar posisi pertama tenggelamnya Nanggala-402. Kontak didapat pada kedalaman 800 meter.

Karena kemampuan ROV KRI Rigel terbatas, data-data tersebut kemudian diserahkan kepada MV Swift Rescue milik Singapura. Pada pukul 09.04 WITA, ROV Singapura mendapatkan kontak visual pada posisi 07 derajat 48 menit 56 detik selatan dan 114 derajat 51 menit 20 detik timur, tepatnya dari datum satu tempat tenggelamnya Nanggala berjarak kurang lebih 1.500 yard di selatan, pada kedalaman 838 meter.

Dalam pencarian itu, ditemukan puing-puing kapal. Di antaranya seperti kemudi kapal, pakaian escape suit MK11, dan badan kapal. “Ini bagian-bagian yang terbuka. Ini berserakan,” terang Yudo, sambil menunjuk ke arah gambar lagi.

Meski posisi Nanggala-402 sangat dalam, TNI AL tidak akan menyerah mengangkat puing-puing Nenggala-402 ke permukaan. Apalagi, untuk mengangkat Nanggala, TNI tidak sendirian. Akan ada dukungan dari International Submarine Escape and Rescue Liaison Office (ISMERLO), dan sejumlah pihak lainnya yang menawarkan diri.

Dengan kondisi kapal selam yang terbelah tiga seperti itu, 53 kru yang ada di dalamnya dipastikan meninggal dunia. Mereka tak sempat menyelamatkan diri saat kapal pecah menjadi tiga bagian.

“Dengan kesedihan yang mendalam, selaku Panglima TNI, saya nyatakan bahwa 53 personel yang onboard KRI Nanggala-402 telah gugur. Prajurit-prajurit terbaik Hiu Kencana telah gugur saat melaksanakan tugas di Perairan Utara Bali,” ujar Hadi, sambil menundukkan kepala.

Hadi akan segera mengusulkan kenaikan pangkat untuk 53 prajurit Hiu Kencana ini ke Presiden Jokowi.

 

Presiden Jokowi sangat berduka mendengar kabar ini. “Musibah ini mengejutkan kita semua. Tidak hanya keluarga 53 awak kapal, keluarga Hiu Kencana, maupun keluarga besar TNI Angkatan Laut, tapi juga seluruh rakyat Indonesia,” ucapnya, kemarin.

Kepala Negara menyebut, 53 Hiu Kencana itu merupakan patriot terbaik. “Kita semua bangsa Indonesia menyampaikan kesedihan yang mendalam atas musibah ini khususnya kepada seluruh keluarga awak kapal selam. Mereka adalah putra putra terbaik bangsa, patriot terbaik menjaga kedaulatan negara,” imbuhnya.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto juga sangat berduka. Melalui akun Instagram pribadinya, @prabowo, dia menyampaikan belasungkawa atas gugurnya 53 awak kapal tersebut. 

“Saya, Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, menyampaikan rasa bela sungkawa yang paling mendalam untuk tragedi yang menimpa Kapal Republik Indonesia Nanggala-402,” tulisnya, kemarin.

Prabowo kemudian menuliskan 53 nama prajurit KRI Nanggala yang gugur saat tugas. Ketua Umum Partai Gerindra itu menegaskan, pengabdian mereka tidak akan sia-sia. “Kami titipkan kedaulatan laut Indonesia kepada kalian. Selamat jalan. Selamat berlayar menuju keabadian,” tulisnya.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mendoakan yang terbaik untuk 53 prajurit Hiu Kencana itu. Yaqut merasakan betapa sedihnya keluarga korban. Namun, dia berharap, keluarga tetap bisa bersabar. Sebab, menurutnya, prajurit yang tenggelam bersama KRI Nanggala 402 mati syahid. 

“Semoga, mereka semua tercatat sebagai syuhada dan pejuang bangsa. Keluarga mereka senantiasa diberi kesabaran dan ketabahan. Aamiin,” kata Yaqut. [MEN]

]]> Sehari setelah menyatakan KRI Nanggala-402 tenggelam, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan 53 kru yang tergabung dalam korp Hiu Kencana itu, gugur. Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Semoga para pahlawan bangsa ini husnul khotimah. Surga sudah menanti karena mereka insya Allah mati syahid.

KRI Nanggala-402 ditemukan di kedalaman 838 meter, dengan jarak 1.500 yard ke arah selatan, dari titik hilang kontak. Karena tekanan air yang begitu besar di dasar palung, kapal selam buatan Jerman tahun 1978 itu sampai terbelah menjadi tiga bagian. Bagian buritan dan haluan lepas dari badan utama kapal.

“KRI Nanggala terbelah menjadi tiga bagian,” ujar Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, sambil menunjukkan bagian kapal lewat gambar, dalam konferensi pers di Bali, kemarin.

Informasi terbelahnya kapal didapat berdasarkan pantauan KRI Rigel. Pada Minggu (25/4) pukul 01.00 WITA, KRI Rigel berhasil mendapat kontak bawah air yang signifikan di sekitar posisi pertama tenggelamnya Nanggala-402. Kontak didapat pada kedalaman 800 meter.

Karena kemampuan ROV KRI Rigel terbatas, data-data tersebut kemudian diserahkan kepada MV Swift Rescue milik Singapura. Pada pukul 09.04 WITA, ROV Singapura mendapatkan kontak visual pada posisi 07 derajat 48 menit 56 detik selatan dan 114 derajat 51 menit 20 detik timur, tepatnya dari datum satu tempat tenggelamnya Nanggala berjarak kurang lebih 1.500 yard di selatan, pada kedalaman 838 meter.

Dalam pencarian itu, ditemukan puing-puing kapal. Di antaranya seperti kemudi kapal, pakaian escape suit MK11, dan badan kapal. “Ini bagian-bagian yang terbuka. Ini berserakan,” terang Yudo, sambil menunjuk ke arah gambar lagi.

Meski posisi Nanggala-402 sangat dalam, TNI AL tidak akan menyerah mengangkat puing-puing Nenggala-402 ke permukaan. Apalagi, untuk mengangkat Nanggala, TNI tidak sendirian. Akan ada dukungan dari International Submarine Escape and Rescue Liaison Office (ISMERLO), dan sejumlah pihak lainnya yang menawarkan diri.

Dengan kondisi kapal selam yang terbelah tiga seperti itu, 53 kru yang ada di dalamnya dipastikan meninggal dunia. Mereka tak sempat menyelamatkan diri saat kapal pecah menjadi tiga bagian.

“Dengan kesedihan yang mendalam, selaku Panglima TNI, saya nyatakan bahwa 53 personel yang onboard KRI Nanggala-402 telah gugur. Prajurit-prajurit terbaik Hiu Kencana telah gugur saat melaksanakan tugas di Perairan Utara Bali,” ujar Hadi, sambil menundukkan kepala.

Hadi akan segera mengusulkan kenaikan pangkat untuk 53 prajurit Hiu Kencana ini ke Presiden Jokowi.

 

Presiden Jokowi sangat berduka mendengar kabar ini. “Musibah ini mengejutkan kita semua. Tidak hanya keluarga 53 awak kapal, keluarga Hiu Kencana, maupun keluarga besar TNI Angkatan Laut, tapi juga seluruh rakyat Indonesia,” ucapnya, kemarin.

Kepala Negara menyebut, 53 Hiu Kencana itu merupakan patriot terbaik. “Kita semua bangsa Indonesia menyampaikan kesedihan yang mendalam atas musibah ini khususnya kepada seluruh keluarga awak kapal selam. Mereka adalah putra putra terbaik bangsa, patriot terbaik menjaga kedaulatan negara,” imbuhnya.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto juga sangat berduka. Melalui akun Instagram pribadinya, @prabowo, dia menyampaikan belasungkawa atas gugurnya 53 awak kapal tersebut. 

“Saya, Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, menyampaikan rasa bela sungkawa yang paling mendalam untuk tragedi yang menimpa Kapal Republik Indonesia Nanggala-402,” tulisnya, kemarin.

Prabowo kemudian menuliskan 53 nama prajurit KRI Nanggala yang gugur saat tugas. Ketua Umum Partai Gerindra itu menegaskan, pengabdian mereka tidak akan sia-sia. “Kami titipkan kedaulatan laut Indonesia kepada kalian. Selamat jalan. Selamat berlayar menuju keabadian,” tulisnya.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mendoakan yang terbaik untuk 53 prajurit Hiu Kencana itu. Yaqut merasakan betapa sedihnya keluarga korban. Namun, dia berharap, keluarga tetap bisa bersabar. Sebab, menurutnya, prajurit yang tenggelam bersama KRI Nanggala 402 mati syahid. 

“Semoga, mereka semua tercatat sebagai syuhada dan pejuang bangsa. Keluarga mereka senantiasa diberi kesabaran dan ketabahan. Aamiin,” kata Yaqut. [MEN]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories