Pake 90 Kaos, Pecahin Rekor Lomba Maraton

Melakukan half marathon dalam suhu beku bukanlah prestasi kecil. David Eliuk melakukannya sambil mengenakan 90 lapis kaos. Dia pun memecahkan rekor.

Eliuk mengikuti Hypothermic Half Marathon, di Edmonton, Kanada, Minggu (28/2). Sebelumnya, dia telah memecahkan rekor mengenakan 76 lapis kaos. Rekor itu dibuat pada perlombaan yang sama di Clowne, Inggris pada 2019.

Sebagai informasi, Hypothermic Half Marathon adalah lari sejauh 21,08 kilometer di musim dingin.

“Saya ingin memberi tantangan kepada orang berikutnya yang mencoba memecahkan rekor itu,” kata Eliuk kepada pembawa acara As It Happens, Carol Off.

“Semoga 90 (kaos) akan bertahan selama beberapa tahun,” imbuhnya.

Eliuk merasa bangga dengan pencapaiannya. Meski pada saat yang sama, dia harus menahan sakit.

“Rasanya luar biasa. Saya juga memiliki tim yang luar biasa yang membantu saya,” ucap Eliuk, mengutip United Press International, kemarin.

Eliuk mengaku, dirinya berlatih selama lima bulan sebelum ikut lomba itu. Kendati demikian, dia masih tetap menghadapi beberapa kesulitan tak terduga dalam lomba itu. Seperti beratnya pakaian yang dikenakan.

“Kesulitannya terutama di awal-awal. Tapi, kru bisa membantu saya melaluinya,” pungkasnya. [PYB]

]]> Melakukan half marathon dalam suhu beku bukanlah prestasi kecil. David Eliuk melakukannya sambil mengenakan 90 lapis kaos. Dia pun memecahkan rekor.

Eliuk mengikuti Hypothermic Half Marathon, di Edmonton, Kanada, Minggu (28/2). Sebelumnya, dia telah memecahkan rekor mengenakan 76 lapis kaos. Rekor itu dibuat pada perlombaan yang sama di Clowne, Inggris pada 2019.

Sebagai informasi, Hypothermic Half Marathon adalah lari sejauh 21,08 kilometer di musim dingin.

“Saya ingin memberi tantangan kepada orang berikutnya yang mencoba memecahkan rekor itu,” kata Eliuk kepada pembawa acara As It Happens, Carol Off.

“Semoga 90 (kaos) akan bertahan selama beberapa tahun,” imbuhnya.

Eliuk merasa bangga dengan pencapaiannya. Meski pada saat yang sama, dia harus menahan sakit.

“Rasanya luar biasa. Saya juga memiliki tim yang luar biasa yang membantu saya,” ucap Eliuk, mengutip United Press International, kemarin.

Eliuk mengaku, dirinya berlatih selama lima bulan sebelum ikut lomba itu. Kendati demikian, dia masih tetap menghadapi beberapa kesulitan tak terduga dalam lomba itu. Seperti beratnya pakaian yang dikenakan.

“Kesulitannya terutama di awal-awal. Tapi, kru bisa membantu saya melaluinya,” pungkasnya. [PYB]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories