Pakai Tes Antigen Bekas, Kimia Farma Pastikan Taat Hukum .

Layanan rapid test antigen Covid-19 di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara tercoreng. Ada lima oknum petugas Kimia Farma yang kedapatan memalsukan hasil tes antigen penumpang.

Mereka ditangkap karena diduga telah menyalahi aturan proses rapid test antigen, dengan menggunakan alat steril swab stuck bekas alias alat rapid test antigen yang telah dipakai, didaur ulang lagi.

Akibat kejadian itu, polisi melakukan penggerebekan pada Selasa, (27/4) dan mengamankan lima orang masing-masing berinisial RN, AD, AT, EK, dan EI.

Atas kejadian itu, PT Kimia Farma Tbk melalui cucu usahanya yaitu PT Kimia Farma Diagnostik, saat ini tengah melakukan investigasi bersama dengan aparat penegak hukum.

Direktur Utama Kimia Farma Diagnostika Adil Fadhilah Bulqini memberikan dukungan sepenuhnya terhadap proses penyelidikan oknum petugas layanan Rapid Test Kimia Farma Diagnostika Bandara Kualanamu yang diduga menggunakan alat Rapid Test Antigen daur ulang.

“Kita mendukung sepenuhnya investigasi yang dilakukan oleh pihak berwajib terhadap kasus tersebut. Tindakan yang dilakukan oleh oknum pertugas layanan Rapid Test Kimia Farma Diagnostik tersebut sangat merugikan perusahaan dan sangat bertentangan dengan Standard Operating Procedure (SOP) perusahaan serta merupakan pelanggaran sangat berat atas tindakan dari oknum pertugas layanan Rapid Test tersebut,” ujarnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (28/4).

Apabila terbukti bersalah, kata Adil, maka para oknum petugas layanan rapid test tersebut akan diberikan tindakan tegas dan sanksi yang berat sesuai ketentuan yang berlaku.

Adil menegaskan, Kimia Farma memiliki komitmen yang tinggi sebagai BUMN Farmasi terkemuka yang telah berdiri sejak zaman Belanda untuk memberikan layananan dan produk yang berkualitas serta terbaik.

“Karena lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat serta terus melakukan evaluasi secara menyeluruh dan penguatan monitoring pelaksanaan SOP di lapangan sehingga hal tersebut tidak terulang kembali,” tegasnya. [KPJ]

]]> .
Layanan rapid test antigen Covid-19 di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara tercoreng. Ada lima oknum petugas Kimia Farma yang kedapatan memalsukan hasil tes antigen penumpang.

Mereka ditangkap karena diduga telah menyalahi aturan proses rapid test antigen, dengan menggunakan alat steril swab stuck bekas alias alat rapid test antigen yang telah dipakai, didaur ulang lagi.

Akibat kejadian itu, polisi melakukan penggerebekan pada Selasa, (27/4) dan mengamankan lima orang masing-masing berinisial RN, AD, AT, EK, dan EI.

Atas kejadian itu, PT Kimia Farma Tbk melalui cucu usahanya yaitu PT Kimia Farma Diagnostik, saat ini tengah melakukan investigasi bersama dengan aparat penegak hukum.

Direktur Utama Kimia Farma Diagnostika Adil Fadhilah Bulqini memberikan dukungan sepenuhnya terhadap proses penyelidikan oknum petugas layanan Rapid Test Kimia Farma Diagnostika Bandara Kualanamu yang diduga menggunakan alat Rapid Test Antigen daur ulang.

“Kita mendukung sepenuhnya investigasi yang dilakukan oleh pihak berwajib terhadap kasus tersebut. Tindakan yang dilakukan oleh oknum pertugas layanan Rapid Test Kimia Farma Diagnostik tersebut sangat merugikan perusahaan dan sangat bertentangan dengan Standard Operating Procedure (SOP) perusahaan serta merupakan pelanggaran sangat berat atas tindakan dari oknum pertugas layanan Rapid Test tersebut,” ujarnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (28/4).

Apabila terbukti bersalah, kata Adil, maka para oknum petugas layanan rapid test tersebut akan diberikan tindakan tegas dan sanksi yang berat sesuai ketentuan yang berlaku.

Adil menegaskan, Kimia Farma memiliki komitmen yang tinggi sebagai BUMN Farmasi terkemuka yang telah berdiri sejak zaman Belanda untuk memberikan layananan dan produk yang berkualitas serta terbaik.

“Karena lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat serta terus melakukan evaluasi secara menyeluruh dan penguatan monitoring pelaksanaan SOP di lapangan sehingga hal tersebut tidak terulang kembali,” tegasnya. [KPJ]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories