Pakai Hijab, Caleg Partai Berkuasa Dicopot

Partai yang mengusung Presiden Prancis Emmanuel Macron, La Republique en Marche (LREM), menarik dukungan mereka dari Sara Zemmahi. Dukungan atas Zemmahi ditarik setelah dia memasang poster dirinya sedang mengenakan hijab.

Zemmahi adalah seorang politisi Muslimah yang merupakan kandidat calon legislatif dari partai LREM.

Sekteraris Jenderal LREM, Stanislas Guerini mengatakan, partainya merupakan partai sekuler. LREM pun tidak memberikan tempat bagi kandidat yang mengenakan atribut keagamaan secara berlebihan. “Perempuan ini tidak akan menjadi kandidat En Marche,” tegas Guerini dikutip Al Jazeera, Kamis (13/5).

Hukum di Prancis sebenarnya tidak melarang pemakaian jilbab atau simbol agama lainnya dalam selebaran kampanye. Kejadian ini menggambarkan betapa sensitifnya subjek yang menempatkan Islam dalam masyarakat Prancis menjelang pemungutan suara presiden tahun depan. Sementara Presiden Macron mendapat tantangan dari partai-partai sayap kanan.

Macron telah memperingatkan tentang meningkatnya ancaman separatisme Islam terhadap nilai-nilai inti Prancis dan persatuan republik.

Seorang politikus sayap kanan dari partai Nasional Rassemblement Marine Le Pen, Jordan Bardella, menyindir keputusan LaRem. “Inikah cara anda melawan separatisme?” cuitnya di Twitter sambil mengunggah poster kampanye Sara Zemmahi yang sedang mengenakan hijab.

Sejauh ini, Zemmahi belum mengeluarkan tanggapan atas pencabutan dukungan kepadanya dari LREM. Guerini mengatakan, Zemmahi akan secara resmi diberitahu tentang keputusan partai tersebut secara tertulis. [DAY]

]]> Partai yang mengusung Presiden Prancis Emmanuel Macron, La Republique en Marche (LREM), menarik dukungan mereka dari Sara Zemmahi. Dukungan atas Zemmahi ditarik setelah dia memasang poster dirinya sedang mengenakan hijab.

Zemmahi adalah seorang politisi Muslimah yang merupakan kandidat calon legislatif dari partai LREM.

Sekteraris Jenderal LREM, Stanislas Guerini mengatakan, partainya merupakan partai sekuler. LREM pun tidak memberikan tempat bagi kandidat yang mengenakan atribut keagamaan secara berlebihan. “Perempuan ini tidak akan menjadi kandidat En Marche,” tegas Guerini dikutip Al Jazeera, Kamis (13/5).

Hukum di Prancis sebenarnya tidak melarang pemakaian jilbab atau simbol agama lainnya dalam selebaran kampanye. Kejadian ini menggambarkan betapa sensitifnya subjek yang menempatkan Islam dalam masyarakat Prancis menjelang pemungutan suara presiden tahun depan. Sementara Presiden Macron mendapat tantangan dari partai-partai sayap kanan.

Macron telah memperingatkan tentang meningkatnya ancaman separatisme Islam terhadap nilai-nilai inti Prancis dan persatuan republik.

Seorang politikus sayap kanan dari partai Nasional Rassemblement Marine Le Pen, Jordan Bardella, menyindir keputusan LaRem. “Inikah cara anda melawan separatisme?” cuitnya di Twitter sambil mengunggah poster kampanye Sara Zemmahi yang sedang mengenakan hijab.

Sejauh ini, Zemmahi belum mengeluarkan tanggapan atas pencabutan dukungan kepadanya dari LREM. Guerini mengatakan, Zemmahi akan secara resmi diberitahu tentang keputusan partai tersebut secara tertulis. [DAY]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories