Pak JK Kapan Penuhi Tantangan Luhut, Sidak Tambang Nikel

Kritik Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK terkait banyaknya pekerja asal China di industri pertambangan nikel masih menjadi perbincangan hangat di dunia maya. JK pun diminta memenuhi tantangan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan untuk melaku­kan sidak langsung.

Akun @politikhariini mengungkap pernyataan Dirjen Minerba Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ridwan Djamaluddin. Disebutkan, pada 2021 terdapat 23.857 orang lokal dan 3.121 tenaga kerja asing di industri per­tambangan nikel.

Akun @HAPOSANM mempertanyakan kapan JK berkunjung ke daerah pertambangan nikel untuk membuktikan ucapannya. “Sebaiknya @Pak_JK harus ke lapangan untuk buktikan ucapannya itu. Data harus dilawan data,” katanya.

“Siapa diantara kalian berdua yang benar? Ayo buktikan Pak JK, pak Luhut minta untuk lihat ke sana,” ujar @SimbolonBilma. “Buktikan Pak @Pak_JK. Semangat,” timpal @Hum4n7.

Akun @AlfonsTen5 meminta JK un­tuk segera melakukan sidak ke industri pertambangan agar isu ini tidak semakin liar. “Kata Opung Luhut benar tidak Pak? Kalau benar ya tolong luruskan, kalau salah ya tolong buktikan,” katanya.

“Pak JK kayaknya lagi agak pusing nih, masalahnya kemarin waktu ditantang opung Luhut untuk datang melihat pabrik nikel ng­gak mau, tapi berani ngomong soal pekerja di pabrik nikel orang China semua, ah nggak jelas nih pak JK,” tutur @Ardysu3.

Akun @jhabadi mengatakan, kritik JK bisa menjadi boomerang bagi dirinya sendiri. Menurut dia, Luhut pemimpin yang bijaksana, sedangkan statemen JK cenderung memprovokasi rakyat. Jadi, kata dia, harus bijak menilai mana pemimpin yang baik dan mana yang tidak.

 

“Pak JK sudah mulai menabur virus kebencian terhadap pemerintahan Jokowi dan pelan-pelan mulai membangun narasi provokasi yang bisa menyebabkan bias di masyarakat. Tapi pas di suruh cek ke lokasi pabriknya oleh Pak Luhut Pak JK nggak mau, ini apa-apaan,” ujar @2000bean2.

Sementara, @Inul_Ternate meyakini apa yang diungkapkan JK adalah benar. Jadi, tidak perlu lagi sidak langsung. Dia bilang, Luhut pernah datang berkunjung saat peresmian perusahaan di daerahnya. Dan sekarang, saudara kami yang ikut bekerja menyampaikan banyak pekerja China yang non-skill ikut bekerja.

“Pernyataan Pak JK 100 persen Benar.,” ungkapnya.

“Saya lebih percaya JK ketimbang Luhut. Nggak usah cek, percuma nanti pada ngumpet,” tambah @enti_mama. “JK lebih bisa dipercaya daripada Luhut,” tegas @elpoghu.

Akun @MashuriMas8 menyarankan JK dan Luhut tidak lagi saling beradu argumen tanpa disertai data. Kata dia, dari pada banta-bantahan lebih baik sama-sama cek ke lokasi.

“Ayo buktikan siapa yang benar,” kata @bambu_bukit. “Kirim saja tim gabungan pencari fakta dari Jakarta,” sambung @MensosJ.

“Semua perlu bukti. Kalau cuma asal ngomong, siapa pun bisa. JK dan Luhut itu sama, pasti ada sesuatu dibalik pernyataan JK,” tambah @roygromiko. [TIF]

]]> Kritik Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK terkait banyaknya pekerja asal China di industri pertambangan nikel masih menjadi perbincangan hangat di dunia maya. JK pun diminta memenuhi tantangan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan untuk melaku­kan sidak langsung.

Akun @politikhariini mengungkap pernyataan Dirjen Minerba Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ridwan Djamaluddin. Disebutkan, pada 2021 terdapat 23.857 orang lokal dan 3.121 tenaga kerja asing di industri per­tambangan nikel.

Akun @HAPOSANM mempertanyakan kapan JK berkunjung ke daerah pertambangan nikel untuk membuktikan ucapannya. “Sebaiknya @Pak_JK harus ke lapangan untuk buktikan ucapannya itu. Data harus dilawan data,” katanya.

“Siapa diantara kalian berdua yang benar? Ayo buktikan Pak JK, pak Luhut minta untuk lihat ke sana,” ujar @SimbolonBilma. “Buktikan Pak @Pak_JK. Semangat,” timpal @Hum4n7.

Akun @AlfonsTen5 meminta JK un­tuk segera melakukan sidak ke industri pertambangan agar isu ini tidak semakin liar. “Kata Opung Luhut benar tidak Pak? Kalau benar ya tolong luruskan, kalau salah ya tolong buktikan,” katanya.

“Pak JK kayaknya lagi agak pusing nih, masalahnya kemarin waktu ditantang opung Luhut untuk datang melihat pabrik nikel ng­gak mau, tapi berani ngomong soal pekerja di pabrik nikel orang China semua, ah nggak jelas nih pak JK,” tutur @Ardysu3.

Akun @jhabadi mengatakan, kritik JK bisa menjadi boomerang bagi dirinya sendiri. Menurut dia, Luhut pemimpin yang bijaksana, sedangkan statemen JK cenderung memprovokasi rakyat. Jadi, kata dia, harus bijak menilai mana pemimpin yang baik dan mana yang tidak.

 

“Pak JK sudah mulai menabur virus kebencian terhadap pemerintahan Jokowi dan pelan-pelan mulai membangun narasi provokasi yang bisa menyebabkan bias di masyarakat. Tapi pas di suruh cek ke lokasi pabriknya oleh Pak Luhut Pak JK nggak mau, ini apa-apaan,” ujar @2000bean2.

Sementara, @Inul_Ternate meyakini apa yang diungkapkan JK adalah benar. Jadi, tidak perlu lagi sidak langsung. Dia bilang, Luhut pernah datang berkunjung saat peresmian perusahaan di daerahnya. Dan sekarang, saudara kami yang ikut bekerja menyampaikan banyak pekerja China yang non-skill ikut bekerja.

“Pernyataan Pak JK 100 persen Benar.,” ungkapnya.

“Saya lebih percaya JK ketimbang Luhut. Nggak usah cek, percuma nanti pada ngumpet,” tambah @enti_mama. “JK lebih bisa dipercaya daripada Luhut,” tegas @elpoghu.

Akun @MashuriMas8 menyarankan JK dan Luhut tidak lagi saling beradu argumen tanpa disertai data. Kata dia, dari pada banta-bantahan lebih baik sama-sama cek ke lokasi.

“Ayo buktikan siapa yang benar,” kata @bambu_bukit. “Kirim saja tim gabungan pencari fakta dari Jakarta,” sambung @MensosJ.

“Semua perlu bukti. Kalau cuma asal ngomong, siapa pun bisa. JK dan Luhut itu sama, pasti ada sesuatu dibalik pernyataan JK,” tambah @roygromiko. [TIF]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories