Pagi Ini Lemes Lagi, Rupiah Kurang Vitamin

Rupiah pagi ini dibuka pada level Rp 14.007 per dolar AS. Angka ini melemah 0,02 persen dibanding perdagangan kemarin Rp 14.005 per dolar AS.

Melemahnya rupiah juga diikuti oleh yen Jepang minus 0,04 persen dan peso Filipina melemah 0,05 persen. Sementara ringgit Malaysia menguat 0,09 persen, yuan China naik 0,06 persen, baht Thailand naik 0,03 persen, dolar Singapura menguat 0,03 persen, dan won Korea Selatan naik 0,02 persen.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya naik tipis 0,07 persen menjadi 91,145.

Sedangkan nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,24 persen ke level Rp 16.837, terhadap dolar Australia juga turun cukup tinggi 0,51 persen ke level Rp 10.692 dan terhadap yuan China melemah 0,23 persen ke level Rp 2.166.

Direktur PT TRFX Berjangka, Ibrahim Assuaibi menuturkan, rupiah masih bisa menguat, salah satunya didorong faktor upaya pemerintah Indonesia dalam memastikan pemberlakuan Undang-Undang Cipta Kerja.

Menurut dia, pemerintah harus segera merampungkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) dan Peraturan Presiden (Perpres) yang menjadi aturan pelaksanaan Undang-undang (UU) Cipta Kerja. Beleid itu membutuhkan 49 PP dan lima Perpres agar bisa berjalan di lapangan.

Saat ini, dua PP sudah disahkan yaitu PP No 73/2020 dan PP No 74/2020. Sementara 38 PP dan 4 Perpres sudah selesai dan disampaikan Menko Perekonomian ke Presiden untuk mendapatkan persetujuan dan penetapan. Kemudian 9 PP dan 1 Perpres sudah selesai dibahas dan sedang dalam proses harmonisasi.

“Kehadiran Undang-Undang Cipta Kerja yang efektif di lapangan dengan berbagai aturan pelaksanaannya membuat prospek berinvestasi di Indonesia menjadi cerah. Pada gilirannya akan mendongkrak penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi,” katanya, Kamis (4/2).

Sepanjang hari ini, Ibrahim memprediksi nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp 13.080 hingga Rp 14.030 per dolar AS. [DWI]

]]> Rupiah pagi ini dibuka pada level Rp 14.007 per dolar AS. Angka ini melemah 0,02 persen dibanding perdagangan kemarin Rp 14.005 per dolar AS.

Melemahnya rupiah juga diikuti oleh yen Jepang minus 0,04 persen dan peso Filipina melemah 0,05 persen. Sementara ringgit Malaysia menguat 0,09 persen, yuan China naik 0,06 persen, baht Thailand naik 0,03 persen, dolar Singapura menguat 0,03 persen, dan won Korea Selatan naik 0,02 persen.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya naik tipis 0,07 persen menjadi 91,145.

Sedangkan nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,24 persen ke level Rp 16.837, terhadap dolar Australia juga turun cukup tinggi 0,51 persen ke level Rp 10.692 dan terhadap yuan China melemah 0,23 persen ke level Rp 2.166.

Direktur PT TRFX Berjangka, Ibrahim Assuaibi menuturkan, rupiah masih bisa menguat, salah satunya didorong faktor upaya pemerintah Indonesia dalam memastikan pemberlakuan Undang-Undang Cipta Kerja.

Menurut dia, pemerintah harus segera merampungkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) dan Peraturan Presiden (Perpres) yang menjadi aturan pelaksanaan Undang-undang (UU) Cipta Kerja. Beleid itu membutuhkan 49 PP dan lima Perpres agar bisa berjalan di lapangan.

Saat ini, dua PP sudah disahkan yaitu PP No 73/2020 dan PP No 74/2020. Sementara 38 PP dan 4 Perpres sudah selesai dan disampaikan Menko Perekonomian ke Presiden untuk mendapatkan persetujuan dan penetapan. Kemudian 9 PP dan 1 Perpres sudah selesai dibahas dan sedang dalam proses harmonisasi.

“Kehadiran Undang-Undang Cipta Kerja yang efektif di lapangan dengan berbagai aturan pelaksanaannya membuat prospek berinvestasi di Indonesia menjadi cerah. Pada gilirannya akan mendongkrak penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi,” katanya, Kamis (4/2).

Sepanjang hari ini, Ibrahim memprediksi nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp 13.080 hingga Rp 14.030 per dolar AS. [DWI]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories