Pabrik Gula Milik Crazy Rich Kalimantan Paling Besar Di ASEAN

Pabrik gula milik PT Jhonlin Batu Mandiri (JBM) merupakan yang terbesar di Indonesia dan ASEAN. Pabrik gula ini juga dibekali teknologi canggih.

Pabrik gula yang berada di Bombana, Sulawesi Tenggara ini dimiliki oleh Crazy Rich asal Kalimantan, Andi Syamsuddih Arsyad atau yang biasa akrab disapa Haji Isam.

“Pabrik gula ini menjadi salah satu kebanggaan Indonesia, merupakan pabrik gula pertama milik asli pribumi dengan kapasitas 12.000 ton cane per day (TCD),” kata CEO Jhonlin Group dan PT Prima Alam Gemilang Ghimoyo dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (23/7).

Pabrik gula ini diresmikan Presiden Jokowi bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Oktober 2020 lalu. Dengan kemampuan produksi 12 ribu TCD, pabrik gula ini bahkan menjadi pabrik terbesar di Kawasan ASEAN.

Ghimoyo menjelaskan, saat ini pabrik gula JBM sudah menggunakan teknologi canggih yang didukung outomatisasi. Pabrik ini mampu menghasilkan produk dengan Icumsa atau atau International Commission For Uniform Methods of Sugar Analysis di bawah 100 UI dan total Losis di bawah 1.8 pol gula. 

Menurut dia, kualitas gula yang dihasilkan PT. JBM merupakan gula rafinasi dengan standar mutu khusus Grade 2 yakni antara 46-806. Adapun mutu grade 1 adalah < 46. Dengan kapasitas produksi sebesar itu, akan bisa memenuhi kouta gula Indonesia bagian timur dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) sehingga masyarakat mampu menikmati harga gula yang wajar.

Di samping itu, lanjut dia, pabrik gula JBM mampu meningkatkan kesejahteraan warga serta menciptakan lapangan kerja di tengah ancaman resesi ekonomi dan banyaknya pemutusan hubungan kerja atau PHK. Pabrik ini mampu menyerap tenaga kerja langsung dan tidak langsung kurang lebih 50 ribu orang. 

“Di tengah ancaman resesi ekonomi dan banyaknya PHK, JBM justru mampu terus memberi sumbangsih bagi ekonomi Indonesia dan mampu mempekerjakan warga lokal,” tambah dia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan,  investasi kebun tebu dan pabrik gula terintegrasi tersebut merupakan sebuah keberanian yang patut diapresiasi. “Ini adalah sebuah keberanian. Ini yang harus kita apresiasi dan hargai. Dimulai tiga tahun lalu dan sekarang selesai dan sudah berproduksi,” ujarnya.

Yang patut digarisbawahi, kata dia, keberadaan kebun tebu dan pabrik gula ini akan mampu menyerap banyak tenaga kerja lokal hingga 15.000 orang. 

Pendirian pabrik gula ini diharapkan bisa mengurangi impor. Kebutuhan komoditas gula di Indonesia mencapai 5,8 juta ton per tahun. Sementara kapasitas produksi dalam negeri hanya 2,1 juta ton sehingga sisanya harus dipenuhi dari impor.

“Artinya, bisa memperbanyak devisa negara, memperkuat neraca transaksi berjalan kita,” kata Jokowi. [DIT]

]]> Pabrik gula milik PT Jhonlin Batu Mandiri (JBM) merupakan yang terbesar di Indonesia dan ASEAN. Pabrik gula ini juga dibekali teknologi canggih.

Pabrik gula yang berada di Bombana, Sulawesi Tenggara ini dimiliki oleh Crazy Rich asal Kalimantan, Andi Syamsuddih Arsyad atau yang biasa akrab disapa Haji Isam.

“Pabrik gula ini menjadi salah satu kebanggaan Indonesia, merupakan pabrik gula pertama milik asli pribumi dengan kapasitas 12.000 ton cane per day (TCD),” kata CEO Jhonlin Group dan PT Prima Alam Gemilang Ghimoyo dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (23/7).

Pabrik gula ini diresmikan Presiden Jokowi bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Oktober 2020 lalu. Dengan kemampuan produksi 12 ribu TCD, pabrik gula ini bahkan menjadi pabrik terbesar di Kawasan ASEAN.

Ghimoyo menjelaskan, saat ini pabrik gula JBM sudah menggunakan teknologi canggih yang didukung outomatisasi. Pabrik ini mampu menghasilkan produk dengan Icumsa atau atau International Commission For Uniform Methods of Sugar Analysis di bawah 100 UI dan total Losis di bawah 1.8 pol gula. 

Menurut dia, kualitas gula yang dihasilkan PT. JBM merupakan gula rafinasi dengan standar mutu khusus Grade 2 yakni antara 46-806. Adapun mutu grade 1 adalah < 46. Dengan kapasitas produksi sebesar itu, akan bisa memenuhi kouta gula Indonesia bagian timur dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) sehingga masyarakat mampu menikmati harga gula yang wajar.

Di samping itu, lanjut dia, pabrik gula JBM mampu meningkatkan kesejahteraan warga serta menciptakan lapangan kerja di tengah ancaman resesi ekonomi dan banyaknya pemutusan hubungan kerja atau PHK. Pabrik ini mampu menyerap tenaga kerja langsung dan tidak langsung kurang lebih 50 ribu orang. 

“Di tengah ancaman resesi ekonomi dan banyaknya PHK, JBM justru mampu terus memberi sumbangsih bagi ekonomi Indonesia dan mampu mempekerjakan warga lokal,” tambah dia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan,  investasi kebun tebu dan pabrik gula terintegrasi tersebut merupakan sebuah keberanian yang patut diapresiasi. “Ini adalah sebuah keberanian. Ini yang harus kita apresiasi dan hargai. Dimulai tiga tahun lalu dan sekarang selesai dan sudah berproduksi,” ujarnya.

Yang patut digarisbawahi, kata dia, keberadaan kebun tebu dan pabrik gula ini akan mampu menyerap banyak tenaga kerja lokal hingga 15.000 orang. 

Pendirian pabrik gula ini diharapkan bisa mengurangi impor. Kebutuhan komoditas gula di Indonesia mencapai 5,8 juta ton per tahun. Sementara kapasitas produksi dalam negeri hanya 2,1 juta ton sehingga sisanya harus dipenuhi dari impor.

“Artinya, bisa memperbanyak devisa negara, memperkuat neraca transaksi berjalan kita,” kata Jokowi. [DIT]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories