Optimalkan Pengendalian Pandemi Plate Ajak Masyarakat Biasakan Pakai Aplikasi PeduliLindungi

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengajak masyarakat membiasakan diri menggunakan aplikasi PeduliLindungi dalam kehidupan sehari-hari. Dia menegaskan, penggunaan aplikasi teknologi digital dalam mendukung penerapan protokol kesehatan dan 3T (testing, tracing, dan treatment) adalah salah satu upaya krusial dalam pengendalian pandemi. 

“Fungsi utama aplikasi ini adalah bagi perlindungan diri kita sendiri serta orang-orang di sekitar. Karena itu, pemerintah sangat mengharapkan peran aktif masyarakat untuk segera mengunduh dan memanfaatkannya,” ucap Plate, dalam keterangan yang diterima RM.id, Senin (23/8)

Sekjen Partai NasDem ini menjelaskan, aplikasi tersebut bisa membantu setiap warga melakukan surveilans kesehatan berupa penelusuran (tracing), pelacakan (tracking), dan karantina (fencing) terhadap anggota masyarakat yang diduga mengidap Covid-19. Hal itu sejalan dengan keputusan khusus yang dikeluarkan pemerintah agar penyelenggaraan tracing, tracking, dan fencing dilakukan melalui infrastruktur, sistem, dan aplikasi telekomunikasi.

Pemanfaatan PeduliLindungi juga penting dalam penerapan perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), saat pemerintah melaksanakan beberapa uji coba penyesuaian aktivitas masyarakat. Salah satunya, sebagai fungsi skrining untuk memasuki suatu tempat atau area. Melalui aplikasi PeduliLindungi, orang tersebut dapat diperiksa status vaksinasinya, hasil tes Covid-19, atau apakah ada kontak eratnya dengan pasien Covid-19. 

Saat ini, terdapat 6 sektor yang menjadi fokus pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi dalam hal skrining. Yaitu perdagangan, transportasi, pariwisata, kantor/pabrik, keagamaan, dan pendidikan.

Saat ini, kata Plate, penerapan kebijakan tersebut sudah dilaksanakan di sekitar 250 lokasi. Terdiri atas mall, restoran, bank, rumah sakit, hotel, dan perkantoran. 

 

Pemerintah terus melaksanakan perluasan cakupannya, dengan cara menggencarkan sosialisasi penggunaan aplikasi tersebut di fasilitas publik serta perbaikan protokol kesehatan. “Diharapkan, pada akhir Agustus nanti terdapat 500 fasilitas umum yang menerapkan proses skrining ini,” tambahnya. 

Saat ini, terdapat 28.627.905 pengguna yang telah mengunduh aplikasi PeduliLindungi lewat Apps Store dan Google Play Store. Pemerintah akan terus meningkatkan performa dari PeduliLindungi agar tidak ada kendala penggunaan, dapat mempermudah serta memberikan rasa aman bagi masyarakat ketika beraktivitas. 

Plate menegaskan, keamanan dari pengguna PeduliLindungi adalah prioritas pemerintah. Karena itu, aplikasi ini terus dimutakhirkan agar keamanan data pribadi masyarakat selalu tersimpan dengan aman. 

Pemerintah tengah melaksanakan migrasi data aplikasi PeduliLindungi, Silacak (Kemenkes) dan PCare (BPJS) ke cloud Kominfo dan seterusnya akan berada dalam cloud Pusat Data Pemerintah di Kominfo. Migrasi teknis tengah berjalan dan diharapkan selesai pada akhir Agustus. Ketiga aplikasi ini akan terus dikembangkan sesuai kebutuhan dan perkembangan pandemi COVID-19. 

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera mengunduh aplikasi karya anak bangsa ini. Mari kita manfaatkan PeduliLindungi sebagai wujud kepedulian kita akan perlindungan diri dan orang-orang tercinta. Dengan langkah sederhana ini, semua orang dapat berkontribusi dalam pengendalian pandemi,” tutup Plate. [USU]

]]> Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengajak masyarakat membiasakan diri menggunakan aplikasi PeduliLindungi dalam kehidupan sehari-hari. Dia menegaskan, penggunaan aplikasi teknologi digital dalam mendukung penerapan protokol kesehatan dan 3T (testing, tracing, dan treatment) adalah salah satu upaya krusial dalam pengendalian pandemi. 

“Fungsi utama aplikasi ini adalah bagi perlindungan diri kita sendiri serta orang-orang di sekitar. Karena itu, pemerintah sangat mengharapkan peran aktif masyarakat untuk segera mengunduh dan memanfaatkannya,” ucap Plate, dalam keterangan yang diterima RM.id, Senin (23/8)

Sekjen Partai NasDem ini menjelaskan, aplikasi tersebut bisa membantu setiap warga melakukan surveilans kesehatan berupa penelusuran (tracing), pelacakan (tracking), dan karantina (fencing) terhadap anggota masyarakat yang diduga mengidap Covid-19. Hal itu sejalan dengan keputusan khusus yang dikeluarkan pemerintah agar penyelenggaraan tracing, tracking, dan fencing dilakukan melalui infrastruktur, sistem, dan aplikasi telekomunikasi.

Pemanfaatan PeduliLindungi juga penting dalam penerapan perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), saat pemerintah melaksanakan beberapa uji coba penyesuaian aktivitas masyarakat. Salah satunya, sebagai fungsi skrining untuk memasuki suatu tempat atau area. Melalui aplikasi PeduliLindungi, orang tersebut dapat diperiksa status vaksinasinya, hasil tes Covid-19, atau apakah ada kontak eratnya dengan pasien Covid-19. 

Saat ini, terdapat 6 sektor yang menjadi fokus pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi dalam hal skrining. Yaitu perdagangan, transportasi, pariwisata, kantor/pabrik, keagamaan, dan pendidikan.

Saat ini, kata Plate, penerapan kebijakan tersebut sudah dilaksanakan di sekitar 250 lokasi. Terdiri atas mall, restoran, bank, rumah sakit, hotel, dan perkantoran. 

 

Pemerintah terus melaksanakan perluasan cakupannya, dengan cara menggencarkan sosialisasi penggunaan aplikasi tersebut di fasilitas publik serta perbaikan protokol kesehatan. “Diharapkan, pada akhir Agustus nanti terdapat 500 fasilitas umum yang menerapkan proses skrining ini,” tambahnya. 

Saat ini, terdapat 28.627.905 pengguna yang telah mengunduh aplikasi PeduliLindungi lewat Apps Store dan Google Play Store. Pemerintah akan terus meningkatkan performa dari PeduliLindungi agar tidak ada kendala penggunaan, dapat mempermudah serta memberikan rasa aman bagi masyarakat ketika beraktivitas. 

Plate menegaskan, keamanan dari pengguna PeduliLindungi adalah prioritas pemerintah. Karena itu, aplikasi ini terus dimutakhirkan agar keamanan data pribadi masyarakat selalu tersimpan dengan aman. 

Pemerintah tengah melaksanakan migrasi data aplikasi PeduliLindungi, Silacak (Kemenkes) dan PCare (BPJS) ke cloud Kominfo dan seterusnya akan berada dalam cloud Pusat Data Pemerintah di Kominfo. Migrasi teknis tengah berjalan dan diharapkan selesai pada akhir Agustus. Ketiga aplikasi ini akan terus dikembangkan sesuai kebutuhan dan perkembangan pandemi COVID-19. 

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera mengunduh aplikasi karya anak bangsa ini. Mari kita manfaatkan PeduliLindungi sebagai wujud kepedulian kita akan perlindungan diri dan orang-orang tercinta. Dengan langkah sederhana ini, semua orang dapat berkontribusi dalam pengendalian pandemi,” tutup Plate. [USU]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories