Omongan Luhut Soal Demo Jadi Gunjingan Netizen Yang Jelas, Harga BBM Naik Sengsarakan Rakyat Bawah

Omongan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan bahwa demonstrasi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nggak jelas, dikomentari netizen.

Luhut melontarkan tudingan tersebut dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Investasi Kabel Bawah Laut di Indonesia, Rabu (7/9). “Kalau ada yang demo-demo itu, saya lihat banyak yang nggak jelas juga,” katanya.

Menurut Luhut, orang yang demonstrasi terkadang tidak mengerti masalah sebenarnya. Dia pun heran, jika ada pihak yang mengatakan Indonesia akan bangkrut.

“Mau bangkrut dari mana? Mana ada orang kelaparan? Dana desa sudah Rp 476 triliun dan diberikan selama 7 tahun terakhir,” jelasnya.

Luhut mengatakan, meski berada di tengah gonjang-ganjing konflik geopoli­tik, saat ini pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih bagus. Yaitu, berada di angka 5,4 persen pada kuartal II tahun 2022, bahkan mendekati 6 persen.

“Jadi sebenarnya we are doing, oke. Tingkat pengangguran juga menurun,” imbuh­nya.

Luhut mengingatkan, subsidi dan kompensasi energi yang sekarang Rp 502,4 triliun, jika tidak hati-hati bisa membengkak menjadi Rp 600 triliun. Untuk itu, kebijakan Pemerintah menaik­kan harga BBM agar penggunaan subsidi bisa ditekan.

“Itu bisa kita kurangi mungkin Rp 100-200 triliun, kita gunakan yang lain,” bebernya.

Meski demikian, Luhut tidak me­nampik subsidi tetap harus diberikan kepada masyarakat yang tidak mampu agar tepat sasaran.

“Kita harus lakukan itu karena akan membuat ekonomi Indonesia tambah kuat ke depan,” kata dia.

Akun @Muchammad_Holil meminta Luhut jangan asal ngomong. Dia men­yarankan Luhut jalan-jalan ke pelosok desa, betapa susahnya mereka akibat kenaikan BBM.

“Yang jelas, kenaikan BBM pasti me­nyengsarakan masyarakat kelas bawah,” ujar @anindyo1976.

“Yang tidak jelas lagi kenapa ada demo tapi malah mendukung kenai­kan harga (BBM). Aneh,” kritik @ Dannydanendra.

 

“Jika rakyat dituduh tidak jelas, karena memang kebijakan Pemerintah tidak jelas. Pemerintah jangan menyalahkan rakyat. Ingat, kau digaji dari uang rakyat,” kata @Mastuq, kesal.

Akun @Lauza_amar menyarank­an Luhut menemui para demonstran, baik elemen mahasiswa atau elemen masyarakat. “Bukannya kabur saat ada demo,” kata dia.

Akun @Ahmed_albanjari12 menan­tang Luhut menemui orang demo ke­naikan harga BBM. Dengarkan aspirasi masyarakat.

“Luhut tidak memahami masalah rakyat dan negara, sehingga mudah menuding pendemo tidak jelas,” ujar @ King_friedrich_II.

Sementara, @Deden_nurdian­syah setuju dengan pernyataan Luhut. Dia mengamati, selama ini ada tiga sifat pendemo. Yaitu, individu yang bermental pengemis, kelompok partai yang cari muka dan sok dekat dengan rakyat, serta para pencari nasi bungkus.

“Demo sekarang tidak jelas tujuan­nya. Di balik pendemo ini pasti ada orang-orang yang berseberangan dengan Pemerintah,” tukas @Peran.

Akun @Hendiunpad74 tidak me­mungkiri demo kelompok mahasiswa ini dimanfaatkan orang, golongan atau parpol tertentu, yang selalu ingin gaduh dalam kondisi seperti ini.

“Bener kata Pak Luhut, yang demo banyak yang nggak jelas dan diman­faatkan oknum tertentu,” ujar akun @ krtn_twt.

Akun @GoesyamMC mengatakan, demo itu kerja sampingan untuk dapat uang saku dan nasi bungkus. Soal sub­stansi apa yang diperjuangin dalam demo itu urusan ke sekian kalinya. “Buktinya banyak peserta demo pada nggak ngerti yang didemo soal apa,” kata dia. [TIF]

]]> Omongan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan bahwa demonstrasi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nggak jelas, dikomentari netizen.

Luhut melontarkan tudingan tersebut dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Investasi Kabel Bawah Laut di Indonesia, Rabu (7/9). “Kalau ada yang demo-demo itu, saya lihat banyak yang nggak jelas juga,” katanya.

Menurut Luhut, orang yang demonstrasi terkadang tidak mengerti masalah sebenarnya. Dia pun heran, jika ada pihak yang mengatakan Indonesia akan bangkrut.

“Mau bangkrut dari mana? Mana ada orang kelaparan? Dana desa sudah Rp 476 triliun dan diberikan selama 7 tahun terakhir,” jelasnya.

Luhut mengatakan, meski berada di tengah gonjang-ganjing konflik geopoli­tik, saat ini pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih bagus. Yaitu, berada di angka 5,4 persen pada kuartal II tahun 2022, bahkan mendekati 6 persen.

“Jadi sebenarnya we are doing, oke. Tingkat pengangguran juga menurun,” imbuh­nya.

Luhut mengingatkan, subsidi dan kompensasi energi yang sekarang Rp 502,4 triliun, jika tidak hati-hati bisa membengkak menjadi Rp 600 triliun. Untuk itu, kebijakan Pemerintah menaik­kan harga BBM agar penggunaan subsidi bisa ditekan.

“Itu bisa kita kurangi mungkin Rp 100-200 triliun, kita gunakan yang lain,” bebernya.

Meski demikian, Luhut tidak me­nampik subsidi tetap harus diberikan kepada masyarakat yang tidak mampu agar tepat sasaran.

“Kita harus lakukan itu karena akan membuat ekonomi Indonesia tambah kuat ke depan,” kata dia.

Akun @Muchammad_Holil meminta Luhut jangan asal ngomong. Dia men­yarankan Luhut jalan-jalan ke pelosok desa, betapa susahnya mereka akibat kenaikan BBM.

“Yang jelas, kenaikan BBM pasti me­nyengsarakan masyarakat kelas bawah,” ujar @anindyo1976.

“Yang tidak jelas lagi kenapa ada demo tapi malah mendukung kenai­kan harga (BBM). Aneh,” kritik @ Dannydanendra.

 

“Jika rakyat dituduh tidak jelas, karena memang kebijakan Pemerintah tidak jelas. Pemerintah jangan menyalahkan rakyat. Ingat, kau digaji dari uang rakyat,” kata @Mastuq, kesal.

Akun @Lauza_amar menyarank­an Luhut menemui para demonstran, baik elemen mahasiswa atau elemen masyarakat. “Bukannya kabur saat ada demo,” kata dia.

Akun @Ahmed_albanjari12 menan­tang Luhut menemui orang demo ke­naikan harga BBM. Dengarkan aspirasi masyarakat.

“Luhut tidak memahami masalah rakyat dan negara, sehingga mudah menuding pendemo tidak jelas,” ujar @ King_friedrich_II.

Sementara, @Deden_nurdian­syah setuju dengan pernyataan Luhut. Dia mengamati, selama ini ada tiga sifat pendemo. Yaitu, individu yang bermental pengemis, kelompok partai yang cari muka dan sok dekat dengan rakyat, serta para pencari nasi bungkus.

“Demo sekarang tidak jelas tujuan­nya. Di balik pendemo ini pasti ada orang-orang yang berseberangan dengan Pemerintah,” tukas @Peran.

Akun @Hendiunpad74 tidak me­mungkiri demo kelompok mahasiswa ini dimanfaatkan orang, golongan atau parpol tertentu, yang selalu ingin gaduh dalam kondisi seperti ini.

“Bener kata Pak Luhut, yang demo banyak yang nggak jelas dan diman­faatkan oknum tertentu,” ujar akun @ krtn_twt.

Akun @GoesyamMC mengatakan, demo itu kerja sampingan untuk dapat uang saku dan nasi bungkus. Soal sub­stansi apa yang diperjuangin dalam demo itu urusan ke sekian kalinya. “Buktinya banyak peserta demo pada nggak ngerti yang didemo soal apa,” kata dia. [TIF]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories