Olimpiade Tokyo Kesandung Di Campuran, Ega Dan Nisa Bidik Medali Pereorangan .

Gagal di nomor campuran, dua pemanah Indonesia, Riau Ega Agatha dan Diananda Choirunisa akan membidik nomor perorangan meraih medali pada ajang Olimpiade Tokyo 2020.

“Untuk individual saya tetap optimis. Setelah ini, kami akan berlatih lagi agar bisa memperkecil kesalahan di nomor berikutnya. Solusinya, kami harus lebih teliti melihat arah angin, tidak hanya di target, tapi juga di tengah, antara pepanah dan target,” ujar Ega kepada media, Sabtu (24/7).

Anis akan mengawali babak pertama nomor perorangan melawan atet Denmark Maja Jager pada Kamis (29/7), sementara Ega menghadapi David Barnes (Australia) dan Bagas Prastyadi melawan atlet Australia Taylor Worth pada hari yang sama.

Sebelumnya, Indonesia kalah 6-2 dari Turki yang mengandalkan duet Yasemin Anagoz dan Mete Gazoz dan memupus impian untuk meraih medali. Ega dan Anis sempat tampil meyakinkan di set pertama dan kedua.

Tapi, mereka mulai mengalami kesulitan di set ketiga dan keempat. Angin kembali menjadi faktor penghambat Tim Indonesia.

“Kami sudah mencoba semaksimal mungkin untuk menentukan arah angin, dan pada saat menembak sempat tidak ada angin. Tapi saat sudah melepas anak panah, angin bertiup di tengah, sehingga arahnya belok. Kami mau memperbaiki sudah ketinggalan cukup jauh. Semoga bisa tampi lebih baik lagi di nomor berikutnya,” ujar Ega usai pertandingan.

Evaluasi juga datang dari pelatih Lilies Handayani. Peraih medali perak Olimpiade Seoul 1988 ini mengatakan sebenarnya mereka optimis dan para atlet sudah melihat arah angin.

“Tapi ternyata masih kurang detil. Angin yang sekarang berbeda dari tiupan angin kemarin. Sebelumnya angin bukan dari tengah, tapi di target dan sisi. Sekarang, angin di tengah sementara di target tidak ada angin. Jadi kita terkecoh. Saat membidik tidak ada angin di target, tapi saat lepas muncul angin di tengah,” kata Lilies menjelaskan. [IPL]

]]> .
Gagal di nomor campuran, dua pemanah Indonesia, Riau Ega Agatha dan Diananda Choirunisa akan membidik nomor perorangan meraih medali pada ajang Olimpiade Tokyo 2020.

“Untuk individual saya tetap optimis. Setelah ini, kami akan berlatih lagi agar bisa memperkecil kesalahan di nomor berikutnya. Solusinya, kami harus lebih teliti melihat arah angin, tidak hanya di target, tapi juga di tengah, antara pepanah dan target,” ujar Ega kepada media, Sabtu (24/7).

Anis akan mengawali babak pertama nomor perorangan melawan atet Denmark Maja Jager pada Kamis (29/7), sementara Ega menghadapi David Barnes (Australia) dan Bagas Prastyadi melawan atlet Australia Taylor Worth pada hari yang sama.

Sebelumnya, Indonesia kalah 6-2 dari Turki yang mengandalkan duet Yasemin Anagoz dan Mete Gazoz dan memupus impian untuk meraih medali. Ega dan Anis sempat tampil meyakinkan di set pertama dan kedua.

Tapi, mereka mulai mengalami kesulitan di set ketiga dan keempat. Angin kembali menjadi faktor penghambat Tim Indonesia.

“Kami sudah mencoba semaksimal mungkin untuk menentukan arah angin, dan pada saat menembak sempat tidak ada angin. Tapi saat sudah melepas anak panah, angin bertiup di tengah, sehingga arahnya belok. Kami mau memperbaiki sudah ketinggalan cukup jauh. Semoga bisa tampi lebih baik lagi di nomor berikutnya,” ujar Ega usai pertandingan.

Evaluasi juga datang dari pelatih Lilies Handayani. Peraih medali perak Olimpiade Seoul 1988 ini mengatakan sebenarnya mereka optimis dan para atlet sudah melihat arah angin.

“Tapi ternyata masih kurang detil. Angin yang sekarang berbeda dari tiupan angin kemarin. Sebelumnya angin bukan dari tengah, tapi di target dan sisi. Sekarang, angin di tengah sementara di target tidak ada angin. Jadi kita terkecoh. Saat membidik tidak ada angin di target, tapi saat lepas muncul angin di tengah,” kata Lilies menjelaskan. [IPL]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories