OJK: Industri Asuransi Dukung Ekonomi Hijau

Dalam upaya percepatan transformasi ekonomi digital dan transisi energi menuju ekonomi hijau dalam konteks keuangan berkelanjutan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut, industri asuransi cukup inovatif  dalam mewujudkan ekonomi hijau. Terutama mendorong ekonomi berkelanjutan di Indonesia. 

Menurut Advisor Departemen Pengawasan Khusus Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Sumarjono, inovasi telah dilakukan dalam produk asuransi maupun cara pemasaran sudah semakin mengarah ke digital. Salah satunya pemasaran asuransi unit link atau kami menyebutnya produk PAYDI tanpa tatap muka langsung, tetapi harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari OJK.

“Industri asuransi telah bekerja sama dengan berbagai platform digital untuk penjualan produk, terutama produk yang ramah lingkungan dan terkait dengan pembangunan alam,” kata Sumarjono dalam kegiatan Indonesian Financial Group International (IFG) Conference 2022 di Jakarta, Selasa (30/5) yang dikutip dari Antara.

Tak hanya inovatif, industri asuransi juga sambungnya, telah meningkatkan layanan pelanggan dalam mewujudkan percepatan transformasi ekonomi digital dan transisi menuju ekonomi hijau. Hal tersebut dilakukan melalui pengoptimalan penggunaan aplikasi berbasis website atau aplikasi seluler untuk memberikan layanan kepada pemegang polis.

“Klaim dan keluhan juga konstan dikelola dengan cepat, tepat, dan efektif,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, langkah lain asuransi dalam mempercepat transformasi ekonomi digital dan transisi energi menuju ekonomi hijau adalah meningkatkan operasional perusahaan dan investasi hijau.

Peningkatan operasional perusahaan dilakukan melalui investasi pada teknologi informasi yang andal dan aman, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta menerapkan pengendalian internal secara efektif.

Untuk itu, ia berharap, sinergi seluruh pihak bisa semakin diperkuat dalam percepatan transformasi ekonomi digital dan ekonomi hijau di industri asuransi dan dana pensiun. 

Sumarjono mengingatkan, percepatan itu akan tetap mengedepankan tata kelola yang baik, pengelolaan risiko yang memadai. “Serta perlindungan dan keamanan data nasabah guna mewujudkan sistem keuangan yang memiliki keberlanjutan,” imbaunya.

]]> Dalam upaya percepatan transformasi ekonomi digital dan transisi energi menuju ekonomi hijau dalam konteks keuangan berkelanjutan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut, industri asuransi cukup inovatif  dalam mewujudkan ekonomi hijau. Terutama mendorong ekonomi berkelanjutan di Indonesia. 

Menurut Advisor Departemen Pengawasan Khusus Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Sumarjono, inovasi telah dilakukan dalam produk asuransi maupun cara pemasaran sudah semakin mengarah ke digital. Salah satunya pemasaran asuransi unit link atau kami menyebutnya produk PAYDI tanpa tatap muka langsung, tetapi harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari OJK.

“Industri asuransi telah bekerja sama dengan berbagai platform digital untuk penjualan produk, terutama produk yang ramah lingkungan dan terkait dengan pembangunan alam,” kata Sumarjono dalam kegiatan Indonesian Financial Group International (IFG) Conference 2022 di Jakarta, Selasa (30/5) yang dikutip dari Antara.

Tak hanya inovatif, industri asuransi juga sambungnya, telah meningkatkan layanan pelanggan dalam mewujudkan percepatan transformasi ekonomi digital dan transisi menuju ekonomi hijau. Hal tersebut dilakukan melalui pengoptimalan penggunaan aplikasi berbasis website atau aplikasi seluler untuk memberikan layanan kepada pemegang polis.

“Klaim dan keluhan juga konstan dikelola dengan cepat, tepat, dan efektif,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, langkah lain asuransi dalam mempercepat transformasi ekonomi digital dan transisi energi menuju ekonomi hijau adalah meningkatkan operasional perusahaan dan investasi hijau.

Peningkatan operasional perusahaan dilakukan melalui investasi pada teknologi informasi yang andal dan aman, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta menerapkan pengendalian internal secara efektif.

Untuk itu, ia berharap, sinergi seluruh pihak bisa semakin diperkuat dalam percepatan transformasi ekonomi digital dan ekonomi hijau di industri asuransi dan dana pensiun. 

Sumarjono mengingatkan, percepatan itu akan tetap mengedepankan tata kelola yang baik, pengelolaan risiko yang memadai. “Serta perlindungan dan keamanan data nasabah guna mewujudkan sistem keuangan yang memiliki keberlanjutan,” imbaunya.
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories