Nyeri pada Dada Apa Pertanda Serangan Jantung

<p>Nyeri dada merupakan salah satu keluhan yang sering dialami atau dikeluhkan dalam kehidupan sehari-hari dan dapat disebabkan oleh berbagai hal dari yang sifatnya ringan hingga berat.</p>

<p>Keluhan nyeri dada yang disebabkan penyumbatan pada pembuluh darah jantung (pembuluh darah koroner) yang kemudian disebut penyakit jantung koroner (PJK) merupakan suatu penyakit yang dapat berakibat fatal (meninggal mendadak) bila tidak dikenali lebih dini atau bila tidak ditangani dengan baik.</p>

<p>Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Eka Hospital Cibubur dr. Sandi Sinurat, Sp.JP mengatakan, nyeri dada yang disebabkan PJK memiliki karakteristik nyeri dada kiri yang dirasakan, seperti ditekan beban berat dapat disertai penjalaran nyeri hingga ke leher, bahu, punggung hingga lengan kiri.</p>

<p>&quot;Keluhan nyeri dada dapat disertai rasa keringat dingin, mual muntah maupun keluhan seperti berdebar dan sesak nafas,&quot; ujar Sandi dalam keterangannya, Jumat (29/9).</p>

<p><strong>Kapan Waktu yang Tepat Untuk Konsultasi terkait keluhan Nyeri Dada?</strong><br />
Jika memiliki keluhan nyeri dada yang terjadi saat aktivitas maupun istirahat yang dirasakan semakin memberat seiring bertambahnya waktu dan memiliki riwayat faktor risiko penyakit jantung koroner seperti tekanan darah tinggi, diabetes mellitus, kolesterol tinggi dan merokok, segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah.</p>

<p><strong>Bagaimana mendiagnosis penyebab Nyeri Dada akibat penyakit jantung koroner?</strong><br />
Setelah menilai karakteristik keluhan nyeri dada dan riwayat faktor risiko PJK, beberapa pemeriksaan penunjang dapat dilakukan apabila terdapat dugaan pasien memiliki (PJK).</p>

<p>- Pemeriksaan Elektrokardiografi (EKG) digunakan untuk menganalisis irama jantung dan perubahan listrik jantung yang abnormal terkait PJK.<br />
– Pemeriksaan Treadmill Test umumnya digunakan untuk skrining dan deteksi adanya PJK.<br />
– Pemeriksaan CT scan pembuluh darah koroner dapat mendeteksi adanya penyempitan pembuluh koroner<br />
– Pemeriksaan Angiografi koroner (Kateterisasi pembuluh darah koroner) dapat mendeteksi adanya penyempitan pembuluh koroner dengan baik pada pasien dengan kemungkinan yang tinggi memiliki PJK &emsp;</p>

<p><strong>Mengenal Angiografi Koroner (Kateterisasi Pembuluh Darah Koroner) serta Manfaatnya?</strong><br />
Sandi menjelaskan, Angiografi koroner (Kateterisasi pembuluh darah koroner) merupakan sebuah prosedur pemeriksaan penunjang untuk mendeteksi adanya penyumbatan pada pembuluh darah koroner dengan menggunakan cairan kontras yang diberikan melalui kateter yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah di lengan atau pangkal paha pasien.</p>

<p>Dokter menganalisa dan melihat aliran darah pada pembuluh koroner melalui tangkapan citra pada layar sinar-X.<br />
Cairan kontras membantu dokter dalam menganalisa aliran darah dan mendeteksi adanya letak sumbatan pada pembuluh darah koroner.<br />
Pasien dalam kondisi sadar penuh selama proses prosedur angiografi koroner. Tindakan pemasangan stent (ring jantung) atau Percutaneous Coronary Intervention dapat dilakukan setelah pemeriksaan angiografi koroner jika terdapat indikasi adanya penyumbatan pembuluh koroner yang signifikan yang dapat menganggu fungsi jantung.</p>

<div style=”page-break-after: always”><span style=”display: none;”>&nbsp;</span></div>

<p><strong>Apakah Angiografi Koroner (Kateterisasi Pembuluh Darah Koroner) Aman?</strong><br />
Angiografi koroner (Kateterisasi pembuluh darah koroner) merupakan prosedur yang relatif aman untuk dilakukan karena memiliki risiko komplikasi yang kecil dan dilakukan oleh Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpengalaman.</p>

<p>Setelah prosedur selesai dilakukan dan tidak terdapat komplikasi, pasien dapat kembali beraktivitas dengan normal dalam beberapa hari.</p>

<p>Eka Hospital merupakan Rumah sakit yang menyediakan layanan unggulan dalam bidang pelayanan Kesehatan jantung dan pembuluh darah bernama MY Cardia.</p>

<p>Prosedur Angiografi koroner (Kateterisasi pembuluh darah koroner) dapat dengan aman dilakukan di Eka Hospital yang didukung Dokter Spesialis jantung dan Pembuluh darah yang berpengalaman di bidangnya.</p>

<p>MY Cardia juga dapat melakukan prosedur/tindakan pada jantung dan pembuluh darah seperti PCI atau pemasangan ring jantung, pemasangan pacu jantung terkecil di dunia, hingga ablasi cryo yang menggunakan energi dingin.</p>

<p><strong>Mulai Rencana Sehat Dengan Medical Check Up</strong><br />
Penyakit Jantung Koroner dapat dicegah dengan melakukan Medical Check Up secara rutin.</p>

<p>Melakukan Medical Check Up dapat membantu Anda untuk memahami lebih mengenai kondisi kesehatan Anda, sehingga segala risiko yang dapat menyerang seperti penyumbatan pembuluh darah jantung (coroner) dapat dicegah sejak dini.</p>

<p>Sandi mengatakan, pemeriksaan EKG yang umumnya bagian dari Medical Check Up dapat mengevaluasi irama jantung yang mungkin tidak dapat dideteksi oleh Anda sendiri.</p>

<p>Jantung merupakan organ vital yang berperan besar dalam keberlangsungan hidup kita, dengan melakukan pemeriksaan rutin Anda dapat mencegah terjadinya penyakit jantung sejak dini.</p>

<p>Medical Check Up juga dapat membantu Anda mendeteksi adanya potensi penyakit tertentu melalui pemeriksaan gula darah, kolesterol, asam urat, fungsi ginjal, hingga fungsi hati.</p>

<p>Hasil pemeriksaan tersebut dapat menjadi pedoman dokter dalam menetukan program pencegahan maupun penyesuaian dalam gaya hidup yang dapat mencegah penyakit di kemudian hari. Yuk! <a href=”https://www.ekahospital.com/packages/deteksi-dini-penyakit-jantung-koroner-ekg-mcu”>Medical Check Up.</a></p> <p>Nyeri dada merupakan salah satu keluhan yang sering dialami atau dikeluhkan dalam kehidupan sehari-hari dan dapat disebabkan oleh berbagai hal dari yang sifatnya ringan hingga berat.</p>

<p>Keluhan nyeri dada yang disebabkan penyumbatan pada pembuluh darah jantung (pembuluh darah koroner) yang kemudian disebut penyakit jantung koroner (PJK) merupakan suatu penyakit yang dapat berakibat fatal (meninggal mendadak) bila tidak dikenali lebih dini atau bila tidak ditangani dengan baik.</p>

<p>Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Eka Hospital Cibubur dr. Sandi Sinurat, Sp.JP mengatakan, nyeri dada yang disebabkan PJK memiliki karakteristik nyeri dada kiri yang dirasakan, seperti ditekan beban berat dapat disertai penjalaran nyeri hingga ke leher, bahu, punggung hingga lengan kiri.</p>

<p>&quot;Keluhan nyeri dada dapat disertai rasa keringat dingin, mual muntah maupun keluhan seperti berdebar dan sesak nafas,&quot; ujar Sandi dalam keterangannya, Jumat (29/9).</p>

<p><strong>Kapan Waktu yang Tepat Untuk Konsultasi terkait keluhan Nyeri Dada?</strong><br />
Jika memiliki keluhan nyeri dada yang terjadi saat aktivitas maupun istirahat yang dirasakan semakin memberat seiring bertambahnya waktu dan memiliki riwayat faktor risiko penyakit jantung koroner seperti tekanan darah tinggi, diabetes mellitus, kolesterol tinggi dan merokok, segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah.</p>

<p><strong>Bagaimana mendiagnosis penyebab Nyeri Dada akibat penyakit jantung koroner?</strong><br />
Setelah menilai karakteristik keluhan nyeri dada dan riwayat faktor risiko PJK, beberapa pemeriksaan penunjang dapat dilakukan apabila terdapat dugaan pasien memiliki (PJK).</p>

<p>- Pemeriksaan Elektrokardiografi (EKG) digunakan untuk menganalisis irama jantung dan perubahan listrik jantung yang abnormal terkait PJK.<br />
– Pemeriksaan Treadmill Test umumnya digunakan untuk skrining dan deteksi adanya PJK.<br />
– Pemeriksaan CT scan pembuluh darah koroner dapat mendeteksi adanya penyempitan pembuluh koroner<br />
– Pemeriksaan Angiografi koroner (Kateterisasi pembuluh darah koroner) dapat mendeteksi adanya penyempitan pembuluh koroner dengan baik pada pasien dengan kemungkinan yang tinggi memiliki PJK &emsp;</p>

<p><strong>Mengenal Angiografi Koroner (Kateterisasi Pembuluh Darah Koroner) serta Manfaatnya?</strong><br />
Sandi menjelaskan, Angiografi koroner (Kateterisasi pembuluh darah koroner) merupakan sebuah prosedur pemeriksaan penunjang untuk mendeteksi adanya penyumbatan pada pembuluh darah koroner dengan menggunakan cairan kontras yang diberikan melalui kateter yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah di lengan atau pangkal paha pasien.</p>

<p>Dokter menganalisa dan melihat aliran darah pada pembuluh koroner melalui tangkapan citra pada layar sinar-X.<br />
Cairan kontras membantu dokter dalam menganalisa aliran darah dan mendeteksi adanya letak sumbatan pada pembuluh darah koroner.<br />
Pasien dalam kondisi sadar penuh selama proses prosedur angiografi koroner. Tindakan pemasangan stent (ring jantung) atau Percutaneous Coronary Intervention dapat dilakukan setelah pemeriksaan angiografi koroner jika terdapat indikasi adanya penyumbatan pembuluh koroner yang signifikan yang dapat menganggu fungsi jantung.</p>

<div style=”page-break-after: always”><span style=”display: none;”>&nbsp;</span></div>

<p><strong>Apakah Angiografi Koroner (Kateterisasi Pembuluh Darah Koroner) Aman?</strong><br />
Angiografi koroner (Kateterisasi pembuluh darah koroner) merupakan prosedur yang relatif aman untuk dilakukan karena memiliki risiko komplikasi yang kecil dan dilakukan oleh Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang berpengalaman.</p>

<p>Setelah prosedur selesai dilakukan dan tidak terdapat komplikasi, pasien dapat kembali beraktivitas dengan normal dalam beberapa hari.</p>

<p>Eka Hospital merupakan Rumah sakit yang menyediakan layanan unggulan dalam bidang pelayanan Kesehatan jantung dan pembuluh darah bernama MY Cardia.</p>

<p>Prosedur Angiografi koroner (Kateterisasi pembuluh darah koroner) dapat dengan aman dilakukan di Eka Hospital yang didukung Dokter Spesialis jantung dan Pembuluh darah yang berpengalaman di bidangnya.</p>

<p>MY Cardia juga dapat melakukan prosedur/tindakan pada jantung dan pembuluh darah seperti PCI atau pemasangan ring jantung, pemasangan pacu jantung terkecil di dunia, hingga ablasi cryo yang menggunakan energi dingin.</p>

<p><strong>Mulai Rencana Sehat Dengan Medical Check Up</strong><br />
Penyakit Jantung Koroner dapat dicegah dengan melakukan Medical Check Up secara rutin.</p>

<p>Melakukan Medical Check Up dapat membantu Anda untuk memahami lebih mengenai kondisi kesehatan Anda, sehingga segala risiko yang dapat menyerang seperti penyumbatan pembuluh darah jantung (coroner) dapat dicegah sejak dini.</p>

<p>Sandi mengatakan, pemeriksaan EKG yang umumnya bagian dari Medical Check Up dapat mengevaluasi irama jantung yang mungkin tidak dapat dideteksi oleh Anda sendiri.</p>

<p>Jantung merupakan organ vital yang berperan besar dalam keberlangsungan hidup kita, dengan melakukan pemeriksaan rutin Anda dapat mencegah terjadinya penyakit jantung sejak dini.</p>

<p>Medical Check Up juga dapat membantu Anda mendeteksi adanya potensi penyakit tertentu melalui pemeriksaan gula darah, kolesterol, asam urat, fungsi ginjal, hingga fungsi hati.</p>

<p>Hasil pemeriksaan tersebut dapat menjadi pedoman dokter dalam menetukan program pencegahan maupun penyesuaian dalam gaya hidup yang dapat mencegah penyakit di kemudian hari. Yuk! <a href=”https://www.ekahospital.com/packages/deteksi-dini-penyakit-jantung-koroner-ekg-mcu”>Medical Check Up.</a></p>.

Sumber : Berita Lifestyle, Kuliner, Travel, Kesehatan, Tips .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories