Nutraseutikal Alami, Alternatif Pencegah Covid-19

Covid-19 masih menghantui masyarakat dunia. Meski sudah ada vaksin yang ditemukan, penularan Covid-19 belum bisa dibendung. Di dalam negeri, hari ini, kasus Covid-19 sudah tembus angka 1 juta. Tepatnya 1.012.350 kasus.

Atas kondisi ini, semua masyarakat wajib terus waspada. Protokol kesehatan 3M (memakai masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak minimal 1 menteri) harus terus dilaksanakan. Tidak boleh kendor.

Di saat yang sama, masyarakat juga perlu terus meningkatkan imun tubuh. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah mengkonsumsi ramuan herbal. Menurut Rohmad Yudi Utomo dkk dalam jurnal berjudul “Revealing the Potency of Citrus and Galangal Constituents to Halt SARS-Cov-2 Infection”, nutraseutikal alami berpotensi untuk mencegah Covid-19. Nutraseutikal alami merupakan zat yang terkandung dari bahan alami atau dari tumbuhan yang memiliki manfaat medis atau bermanfaat untuk kesehatan serta dapat mencegah dan mengobati berbagai penyakit. 

Indonesia merupakan negara yang terkenal dengan kekayaan alam. Salah satunya rempah-rempah. Berdasarkan penelitian Romadi Yudi Utomo dkk, beberapa bahan alam atau nutraseutikal alami yang berpotensi sebagai pencegahan Covid-19 di antaranya yaitu kunyit, temulawak, jeruk nipis, kayu secang, dan lengkuas. Kelima bahan alam itu mampu menghambat infeksi. 

Kandungan kurkuminoid dalam spesies kurkumin, metoksi flavonoid dalam spesies sitrus, fenol dalam spesies sesal via sapan dan fenilpropanoid dalam spesies alpinia galangal, kelimanya merupakan senyawa antioksidan dan antivirus dengan cara menghambat tiga reseptor yang berkaitan dengan SARS-Cov-2. Ketiga reseptor tersebut di antaranya RBD-S (Reseptor Binding Domain-Spike Glycoprotein), PD-ACE2 (Protease Domain-Angiotensin Converting Enzym 2) yang berada dalam tubuh, dan SARS-Cov-2 Protease. 

Ketika mengkonsumsi kelima tumbuhan tersebut, akan terjadi pengikatan ketiga reseptor dengan afinitas yang kuat. Sehingga SARS-Cov-2 tidak akan berikatan dengan reseptor yang ada pada tubuh. Sehingga dapat mencegah dan menghambat pertumbuhan virus SARS-Cov-2. 

Cara penyajian kelima herbal tersebut salah satunya diramu seperti jamu. Seperti diterangkan Inggrid Tania dalam bukunya, “Herbal Anti Corona”, pembuatan jamu yang sederhana yaitu, masukkan herbal seperti kunyit, lengkuas, temulawak, kayu secang yang sudah diiris tipis atau yang telah dimemarkan kedalam wadah. Kemudian, masukkan 2-3 gelas air. Lalu, rebus semua herbal dengan api kecil agar tidak merusak senyawa aktif yang terkandung. Setelah mendidih, aduk herbal lalu matikan api. Setelah itu, diamkan selama 5 sampai 10 menit agar senyawa aktif dapat larut dengan sempurna. Setelah dingin, saring air rebusan dan jamu siap dikonsumsi. Dalam penyajiannya bisa juga ditambahkan jeruk nipis. 

Dalam mengkonsumsi herbal, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Di antaranya, tidak berlebihan agar tidak menimbulkan efek negatif terhadap tubuh. Perhatikan juga jenis tumbuhan herbal yang akan digunakan, karena ada beberapa jenis yang memiliki efek tertentu. Sebaiknya, konsumsi herbal secara rutin dan teratur sebanyak 1-2 cangking dalam sehari.***

Penulis: Windi Pitriani, Mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia UIN Bandung
 

]]> Covid-19 masih menghantui masyarakat dunia. Meski sudah ada vaksin yang ditemukan, penularan Covid-19 belum bisa dibendung. Di dalam negeri, hari ini, kasus Covid-19 sudah tembus angka 1 juta. Tepatnya 1.012.350 kasus.

Atas kondisi ini, semua masyarakat wajib terus waspada. Protokol kesehatan 3M (memakai masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak minimal 1 menteri) harus terus dilaksanakan. Tidak boleh kendor.

Di saat yang sama, masyarakat juga perlu terus meningkatkan imun tubuh. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah mengkonsumsi ramuan herbal. Menurut Rohmad Yudi Utomo dkk dalam jurnal berjudul “Revealing the Potency of Citrus and Galangal Constituents to Halt SARS-Cov-2 Infection”, nutraseutikal alami berpotensi untuk mencegah Covid-19. Nutraseutikal alami merupakan zat yang terkandung dari bahan alami atau dari tumbuhan yang memiliki manfaat medis atau bermanfaat untuk kesehatan serta dapat mencegah dan mengobati berbagai penyakit. 

Indonesia merupakan negara yang terkenal dengan kekayaan alam. Salah satunya rempah-rempah. Berdasarkan penelitian Romadi Yudi Utomo dkk, beberapa bahan alam atau nutraseutikal alami yang berpotensi sebagai pencegahan Covid-19 di antaranya yaitu kunyit, temulawak, jeruk nipis, kayu secang, dan lengkuas. Kelima bahan alam itu mampu menghambat infeksi. 

Kandungan kurkuminoid dalam spesies kurkumin, metoksi flavonoid dalam spesies sitrus, fenol dalam spesies sesal via sapan dan fenilpropanoid dalam spesies alpinia galangal, kelimanya merupakan senyawa antioksidan dan antivirus dengan cara menghambat tiga reseptor yang berkaitan dengan SARS-Cov-2. Ketiga reseptor tersebut di antaranya RBD-S (Reseptor Binding Domain-Spike Glycoprotein), PD-ACE2 (Protease Domain-Angiotensin Converting Enzym 2) yang berada dalam tubuh, dan SARS-Cov-2 Protease. 

Ketika mengkonsumsi kelima tumbuhan tersebut, akan terjadi pengikatan ketiga reseptor dengan afinitas yang kuat. Sehingga SARS-Cov-2 tidak akan berikatan dengan reseptor yang ada pada tubuh. Sehingga dapat mencegah dan menghambat pertumbuhan virus SARS-Cov-2. 

Cara penyajian kelima herbal tersebut salah satunya diramu seperti jamu. Seperti diterangkan Inggrid Tania dalam bukunya, “Herbal Anti Corona”, pembuatan jamu yang sederhana yaitu, masukkan herbal seperti kunyit, lengkuas, temulawak, kayu secang yang sudah diiris tipis atau yang telah dimemarkan kedalam wadah. Kemudian, masukkan 2-3 gelas air. Lalu, rebus semua herbal dengan api kecil agar tidak merusak senyawa aktif yang terkandung. Setelah mendidih, aduk herbal lalu matikan api. Setelah itu, diamkan selama 5 sampai 10 menit agar senyawa aktif dapat larut dengan sempurna. Setelah dingin, saring air rebusan dan jamu siap dikonsumsi. Dalam penyajiannya bisa juga ditambahkan jeruk nipis. 

Dalam mengkonsumsi herbal, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Di antaranya, tidak berlebihan agar tidak menimbulkan efek negatif terhadap tubuh. Perhatikan juga jenis tumbuhan herbal yang akan digunakan, karena ada beberapa jenis yang memiliki efek tertentu. Sebaiknya, konsumsi herbal secara rutin dan teratur sebanyak 1-2 cangking dalam sehari.***

Penulis: Windi Pitriani, Mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia UIN Bandung
 
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RMCO.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories

Generated by Feedzy