NU Harapkan Semua Orang Mau Divaksin

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengharapkan semua masyarakat Indonesia bersedia mengikuti program vaksinasi Covid-19.

Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud, dalam rilis yang diterima di Jakarta, Kamis (25/32021) menyampaikan, vaksin bukan untuk kepentingan satu atau dua orang, tapi seluruh rakyat Indonesia.

“Maka kita harapkan semua bangsa Indonesia mau pakai vaksin. Karena tidak ada pilihan, tentunya kita pakai vaksin yang ada. Vaksin yang ada itu suatu keharusan bagi bangsa kita untuk vaksinasi. Karena kalau satu vaksin, satu tidak, nanti tidak akan terjadi herd immunity,” kata Marsudi.

Saat ini, lanjutnya, Indonesia menggunakan vaksin Sinovac dan AstraZeneca. Dia menegaskan kedua vaksin tersebut sama baiknya. Karena itu, para kiai NU bersedia divaksin. “Karena dua-duanya boleh dipakai, maka dipakai oleh para kiai. Fatwa MUI boleh, fatwa NU juga boleh,” katanya.

Marsudi mengingatkan, manusia tidak bisa hidup masing-masing. Karena itu, imunitas menjadi sangat penting agar masyarakat terlindungi dari risiko Covid-19. “Salah satu cara meningkatkan imunitas, ya melalui vaksin,” ucapnya.

Menurut Marsudi, warga pondok pesantren juga merupakan salah satu unsur masyarakat yang harus mendapatkan vaksin, karena setiap hari saling berinteraksi satu sama lain. Dia bersyukur, karena pemerintah melaksanakan vaksinasi kepada para kiai.

Sementara Sekretaris Jenderal PBNU, Helmy Faishal Zaini menyatakan, vaksinasi memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam agama. “Vaksinasi ini masuk dalam kategori hifdzun nafs atau upaya menjaga jiwa yang menjadi salah satu prinsip mendasar dari ajaran Islam,” katanya.

Bagi PBNU, masyarakat yang telah divaksin merupakan pahlawan kemanusiaan yang telah berpartisipasi dalam konteks mencegah dan menekan penyebaran virus Covid-19.

“Siapapun yang mau menjadi relawan dalam program vaksinasi, merekalah yang disebut pahlawan kemanusiaan,” kata dia. [RSM]

]]> Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengharapkan semua masyarakat Indonesia bersedia mengikuti program vaksinasi Covid-19.

Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud, dalam rilis yang diterima di Jakarta, Kamis (25/32021) menyampaikan, vaksin bukan untuk kepentingan satu atau dua orang, tapi seluruh rakyat Indonesia.

“Maka kita harapkan semua bangsa Indonesia mau pakai vaksin. Karena tidak ada pilihan, tentunya kita pakai vaksin yang ada. Vaksin yang ada itu suatu keharusan bagi bangsa kita untuk vaksinasi. Karena kalau satu vaksin, satu tidak, nanti tidak akan terjadi herd immunity,” kata Marsudi.

Saat ini, lanjutnya, Indonesia menggunakan vaksin Sinovac dan AstraZeneca. Dia menegaskan kedua vaksin tersebut sama baiknya. Karena itu, para kiai NU bersedia divaksin. “Karena dua-duanya boleh dipakai, maka dipakai oleh para kiai. Fatwa MUI boleh, fatwa NU juga boleh,” katanya.

Marsudi mengingatkan, manusia tidak bisa hidup masing-masing. Karena itu, imunitas menjadi sangat penting agar masyarakat terlindungi dari risiko Covid-19. “Salah satu cara meningkatkan imunitas, ya melalui vaksin,” ucapnya.

Menurut Marsudi, warga pondok pesantren juga merupakan salah satu unsur masyarakat yang harus mendapatkan vaksin, karena setiap hari saling berinteraksi satu sama lain. Dia bersyukur, karena pemerintah melaksanakan vaksinasi kepada para kiai.

Sementara Sekretaris Jenderal PBNU, Helmy Faishal Zaini menyatakan, vaksinasi memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam agama. “Vaksinasi ini masuk dalam kategori hifdzun nafs atau upaya menjaga jiwa yang menjadi salah satu prinsip mendasar dari ajaran Islam,” katanya.

Bagi PBNU, masyarakat yang telah divaksin merupakan pahlawan kemanusiaan yang telah berpartisipasi dalam konteks mencegah dan menekan penyebaran virus Covid-19.

“Siapapun yang mau menjadi relawan dalam program vaksinasi, merekalah yang disebut pahlawan kemanusiaan,” kata dia. [RSM]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories