Nikmati Libur Panjang Dengan Tetap Prokes Ya…

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mengumumkan tanggal 29 April sampai dengan 6 Mei 2022 sebagai cuti bersama Idul Fitri 1443 Hijriah. Dengan demikian, masyarakat dapat memulai liburan pada tanggal 29 April dan kembali beraktivitas pada 9 Mei 2022.

Akun @perupadata mengutip pernyataan Presiden Jokowi yang mengingatkan masyarakat bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir. Masyarakat diminta tetap waspada dan segera melengkapi vaksinasi hingga dosis 3 atau booster.

“Selain itu, protokol kesehatan (prokes) juga harus tetap diterapkan secara ketat,” ujarnya.

Akun @razki_iskandar menyambut baik pengumuman cuti Lebaran. Namun dia mengingatkan, libur panjang selalu diikuti dengan meningkatnya kasus Covid-19.

“Corona ikut bergembira baca berita ini. Virusnya senang punya kesempatan bermutasi,” katanya.

Akun @dindarkelly berharap, keputusan cuti bersama tidak menaikkan kasus Corona. Dia yakin, vaksin 2 kali plus booster menjadi senjata ampuh menolak paparan Covid-19. Apalagi, kata dia, Pemerintah sudah menyiapkan transisi pandemi ke endemi.

“Semoga tanggal 7 Mei dan seterusnya harga-harga turun lagi,” ujarnya.

Akun @wiwinpia mengungkapkan, tidak akan menggunakan libur panjang lebaran untuk berhura-hura dan pulang kampung. Kata dia, dua kali kena Covid-19 varian Delta dan Omicron, menjadikannya trauma. “Khawatir sekali sama anak-anak,” ujarnya.

Akun @irameidiantigo1 meminta publik tidak memaksakan mudik dan berwisata meski ada libur panjang. Terlebih, kata dia, jika tidak ada dana buat mudik, lebih baik tidak dipaksakan.

“Daripada maksain, tahu-tahunya bawa penyakit buat orang-orang di kampung, kan lebih gawat,” katanya.

Menurut @irameidiantigo1, ndonesia masih berjuang melawan Covid-19. Kata dia, Indonesia sedang berjuang untuk menjadikan Covid-19 sebagai endemi.

 

“Jadi jangan lengah. Sudah dikasih kesempatan mudik, ikuti saja aturannya biar aman bagi keluarga kalian,” ujarnya.

Akun @zehraalfana mengajak publik manfaatkan cuti bersama untuk bersilaturahmi dengan aman di kampung halaman. Presiden Joko Widodo, kata dia, sudah meminta masyarakat dapat selalu waspada karena pandemi Covid-19 belum usai.

“Libur panjang ke mana ya. Ah, di rumah saja. Alumni Delta masih trauma,” timpal @ citra_realita.

“Iya mom sama, apalagi kalau ketemu orang luar pasti susah buat ngingetinnya buat prokes,” sambung @qy_makiyyah. “Iyes, duduk manis saja di rumah,” tegas @ rinjani_0515.

Akun @cutty_____ meminta Pemerintah menyiapkan pelaksanaan mudik di libur panjang Lebaran tahun ini dengan matang. Saat ini, kata dia, animo masyarakat untuk pulang kampung sangat tinggi.

“Tetap patuhi prokes dan paling penting vaksin 1,2 dan booster,” katanya.

Akun @JktBergerak menjelaskan, keputusan mengenai libur dan cuti bersama Lebaran akan diatur lebih rinci dalam keputusan bersama menteri-menteri terkait. Dia meminta masyarakat tetap jaga prokes karena masih dalam masa pandemi Covid-19.

“Kira-kira dulur sudah ada rencana untuk mudik?,” tanya dia. [ASI]

]]> Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mengumumkan tanggal 29 April sampai dengan 6 Mei 2022 sebagai cuti bersama Idul Fitri 1443 Hijriah. Dengan demikian, masyarakat dapat memulai liburan pada tanggal 29 April dan kembali beraktivitas pada 9 Mei 2022.

Akun @perupadata mengutip pernyataan Presiden Jokowi yang mengingatkan masyarakat bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir. Masyarakat diminta tetap waspada dan segera melengkapi vaksinasi hingga dosis 3 atau booster.

“Selain itu, protokol kesehatan (prokes) juga harus tetap diterapkan secara ketat,” ujarnya.

Akun @razki_iskandar menyambut baik pengumuman cuti Lebaran. Namun dia mengingatkan, libur panjang selalu diikuti dengan meningkatnya kasus Covid-19.

“Corona ikut bergembira baca berita ini. Virusnya senang punya kesempatan bermutasi,” katanya.

Akun @dindarkelly berharap, keputusan cuti bersama tidak menaikkan kasus Corona. Dia yakin, vaksin 2 kali plus booster menjadi senjata ampuh menolak paparan Covid-19. Apalagi, kata dia, Pemerintah sudah menyiapkan transisi pandemi ke endemi.

“Semoga tanggal 7 Mei dan seterusnya harga-harga turun lagi,” ujarnya.

Akun @wiwinpia mengungkapkan, tidak akan menggunakan libur panjang lebaran untuk berhura-hura dan pulang kampung. Kata dia, dua kali kena Covid-19 varian Delta dan Omicron, menjadikannya trauma. “Khawatir sekali sama anak-anak,” ujarnya.

Akun @irameidiantigo1 meminta publik tidak memaksakan mudik dan berwisata meski ada libur panjang. Terlebih, kata dia, jika tidak ada dana buat mudik, lebih baik tidak dipaksakan.

“Daripada maksain, tahu-tahunya bawa penyakit buat orang-orang di kampung, kan lebih gawat,” katanya.

Menurut @irameidiantigo1, ndonesia masih berjuang melawan Covid-19. Kata dia, Indonesia sedang berjuang untuk menjadikan Covid-19 sebagai endemi.

 

“Jadi jangan lengah. Sudah dikasih kesempatan mudik, ikuti saja aturannya biar aman bagi keluarga kalian,” ujarnya.

Akun @zehraalfana mengajak publik manfaatkan cuti bersama untuk bersilaturahmi dengan aman di kampung halaman. Presiden Joko Widodo, kata dia, sudah meminta masyarakat dapat selalu waspada karena pandemi Covid-19 belum usai.

“Libur panjang ke mana ya. Ah, di rumah saja. Alumni Delta masih trauma,” timpal @ citra_realita.

“Iya mom sama, apalagi kalau ketemu orang luar pasti susah buat ngingetinnya buat prokes,” sambung @qy_makiyyah. “Iyes, duduk manis saja di rumah,” tegas @ rinjani_0515.

Akun @cutty_____ meminta Pemerintah menyiapkan pelaksanaan mudik di libur panjang Lebaran tahun ini dengan matang. Saat ini, kata dia, animo masyarakat untuk pulang kampung sangat tinggi.

“Tetap patuhi prokes dan paling penting vaksin 1,2 dan booster,” katanya.

Akun @JktBergerak menjelaskan, keputusan mengenai libur dan cuti bersama Lebaran akan diatur lebih rinci dalam keputusan bersama menteri-menteri terkait. Dia meminta masyarakat tetap jaga prokes karena masih dalam masa pandemi Covid-19.

“Kira-kira dulur sudah ada rencana untuk mudik?,” tanya dia. [ASI]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories