NIK-nya Dicatat, Dilarang Naik Kereta Api Lagi Pelaku Pelecehan Seksual Di-blacklist KAI, Rasain Lu!

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tidak membolehkan alias melarang pelaku pelecehan seksual menggunakan layanan kereta api. Langkah tegas ini diharapkan bisa mencegah tindakan tersebut.

Kebijakan itu diambil merespons kasus pelecehan seksual yang menimpa seorang wanita di kereta api, Minggu (19/6).

Executive Vice President (EVP) Corporate Secretary KAI Asdo Artriviyanto menjelaskan, penerapan blacklist terhadap penumpang pelaku pelecehan seksual untuk memberikan efek jera. Dan, upaya mencegah kasus serupa terjadi lagi di kemudian hari.

“KAI sudah menghubungi korban untuk menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami. Dan, siap untuk memberikan dukungan dalam langkah hukum yang akan diambil,” ujar Asdo melalui siaran pers, kemarin.

Ia menuturkan, korban tidak bermaksud untuk membawa masalah ini ke ranah hukum dan hanya meminta terduga pelaku menyampaikan permohonan maaf. Serta, berjanji untuk tidak akan mengulangi perbuatannya.

Blacklist, lanjutnya, dilakukan dengan menandai Nomor Induk Kependudukan (NIK) terduga pelaku. Sehingga, pelaku tidak dapat menggunakan layanan KAI di kemudian hari.

Ia menegaskan, KAI menolak memberikan pelayanan terhadap pelaku yang sudah melanggar etika dan berbuat asusila. Sekaligus telah merendahkan martabat pelanggan lainnya, terutama terhadap kaum hawa.

Hal ini sejalan dengan komitmen perseroan untuk memberikan layanan prioritas kepada lansia, disabilitas dan wanita hamil.

Ia menambahkan, guna mencegah terjadinya kejadian serupa, KAI akan terus melakukan sosialisasi melalui berbagai media, serta pengumuman di stasiun dan selama dalam perjalanan.

Selain itu, petugas juga akan mengingatkan terkait pentingnya menjaga kesantunan terhadap sesama penumpang. Dan menekankan adanya konsekuensi terhadap tindakan pelecehan seksual. Serta mengingatkan untuk segera melaporkan perilaku yang membuat tidak nyaman penumpang.

 

Pihaknya juga akan meningkatkan pengawasan dan pengamanan, agar tidak memberikan kesempatan bagi pelaku untuk melakukan niatnya.

“Semoga berbagai langkah yang KAI lakukan dapat terus memberikan rasa aman dan nyaman, bagi pelanggan selama menggunakan layanan KAI,” harapnya.

Kasus pelecehan itu juga mendapat respons dari Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Erick Thohir, yang berkomentar di twitter, lewat akun pribadinya @erickthohir.

“Prihatin kepada korban. Saya mengecam segala bentuk kekerasan, apalagi di transportasi publik seperti kereta api. Saya mendorong kasus ini dilanjutkan ke proses hukum. Untuk mencegah, @KAI121 perlu meningkatkan kehadiran Polsuska (Polisi Khusus KA) di gerbong-gerbong,” cuitnya, Selasa (21/6).

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mendukung kebijakan KAI melakukan blacklist terhadap pelaku pelecehan seksual.

“Langkah tersebut bisa memberikan efek jera kepada pelaku kekerasan seksual di transportasi umum,” ungkapnya.

Dia menyarankan, KAI berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Komnas (Komisi Nasional) Perempuan.

Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menyarankan KAI mengutamakan langkah mediasi terkait penyelesaian masalah tersebut.

“Agar tak terulang, KAI juga harus melakukan sosialisasi di berbagai layanannya terkait ketentuan-ketentuan yang mengatur tentang kekerasan seksual,” imbaunya.

Yaitu, baik dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) maupun Undang-Undang (UU) No 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, yang mengatur mengenai perbuatan seseorang yang dengan maksud merendahkan harkat dan martabat seseorang, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp 50 juta.

Sebagai informasi, Sebuah akun Twitter menceritakan dirinya mengalami pelecehan seksual saat menumpang Kereta Api (KA) Argo Lawu jurusan Solo-Jakarta pada Minggu 19 Juni 2022. Wanita dengan username Twitter @/sela*** ini menceritakan bahwa di samping tempat duduknya ada seorang pria dengan celana berwarna khaki dan jaket abu-abu melakukan pelecehan seksual dengan memegang paha wanita itu berulang kali.

Ia sempat menegur pria itu agar tidak memegang pahanya, namun terus diulangi. Ia kemudian meminta untuk pindah tempat duduk kepada kondektur dan langsung direspons cepat oleh KAI, yang langsung mencarikan tempat. ■

]]> PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tidak membolehkan alias melarang pelaku pelecehan seksual menggunakan layanan kereta api. Langkah tegas ini diharapkan bisa mencegah tindakan tersebut.

Kebijakan itu diambil merespons kasus pelecehan seksual yang menimpa seorang wanita di kereta api, Minggu (19/6).

Executive Vice President (EVP) Corporate Secretary KAI Asdo Artriviyanto menjelaskan, penerapan blacklist terhadap penumpang pelaku pelecehan seksual untuk memberikan efek jera. Dan, upaya mencegah kasus serupa terjadi lagi di kemudian hari.

“KAI sudah menghubungi korban untuk menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami. Dan, siap untuk memberikan dukungan dalam langkah hukum yang akan diambil,” ujar Asdo melalui siaran pers, kemarin.

Ia menuturkan, korban tidak bermaksud untuk membawa masalah ini ke ranah hukum dan hanya meminta terduga pelaku menyampaikan permohonan maaf. Serta, berjanji untuk tidak akan mengulangi perbuatannya.

Blacklist, lanjutnya, dilakukan dengan menandai Nomor Induk Kependudukan (NIK) terduga pelaku. Sehingga, pelaku tidak dapat menggunakan layanan KAI di kemudian hari.

Ia menegaskan, KAI menolak memberikan pelayanan terhadap pelaku yang sudah melanggar etika dan berbuat asusila. Sekaligus telah merendahkan martabat pelanggan lainnya, terutama terhadap kaum hawa.

Hal ini sejalan dengan komitmen perseroan untuk memberikan layanan prioritas kepada lansia, disabilitas dan wanita hamil.

Ia menambahkan, guna mencegah terjadinya kejadian serupa, KAI akan terus melakukan sosialisasi melalui berbagai media, serta pengumuman di stasiun dan selama dalam perjalanan.

Selain itu, petugas juga akan mengingatkan terkait pentingnya menjaga kesantunan terhadap sesama penumpang. Dan menekankan adanya konsekuensi terhadap tindakan pelecehan seksual. Serta mengingatkan untuk segera melaporkan perilaku yang membuat tidak nyaman penumpang.

 

Pihaknya juga akan meningkatkan pengawasan dan pengamanan, agar tidak memberikan kesempatan bagi pelaku untuk melakukan niatnya.

“Semoga berbagai langkah yang KAI lakukan dapat terus memberikan rasa aman dan nyaman, bagi pelanggan selama menggunakan layanan KAI,” harapnya.

Kasus pelecehan itu juga mendapat respons dari Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Erick Thohir, yang berkomentar di twitter, lewat akun pribadinya @erickthohir.

“Prihatin kepada korban. Saya mengecam segala bentuk kekerasan, apalagi di transportasi publik seperti kereta api. Saya mendorong kasus ini dilanjutkan ke proses hukum. Untuk mencegah, @KAI121 perlu meningkatkan kehadiran Polsuska (Polisi Khusus KA) di gerbong-gerbong,” cuitnya, Selasa (21/6).

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mendukung kebijakan KAI melakukan blacklist terhadap pelaku pelecehan seksual.

“Langkah tersebut bisa memberikan efek jera kepada pelaku kekerasan seksual di transportasi umum,” ungkapnya.

Dia menyarankan, KAI berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Komnas (Komisi Nasional) Perempuan.

Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menyarankan KAI mengutamakan langkah mediasi terkait penyelesaian masalah tersebut.

“Agar tak terulang, KAI juga harus melakukan sosialisasi di berbagai layanannya terkait ketentuan-ketentuan yang mengatur tentang kekerasan seksual,” imbaunya.

Yaitu, baik dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) maupun Undang-Undang (UU) No 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, yang mengatur mengenai perbuatan seseorang yang dengan maksud merendahkan harkat dan martabat seseorang, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp 50 juta.

Sebagai informasi, Sebuah akun Twitter menceritakan dirinya mengalami pelecehan seksual saat menumpang Kereta Api (KA) Argo Lawu jurusan Solo-Jakarta pada Minggu 19 Juni 2022. Wanita dengan username Twitter @/sela*** ini menceritakan bahwa di samping tempat duduknya ada seorang pria dengan celana berwarna khaki dan jaket abu-abu melakukan pelecehan seksual dengan memegang paha wanita itu berulang kali.

Ia sempat menegur pria itu agar tidak memegang pahanya, namun terus diulangi. Ia kemudian meminta untuk pindah tempat duduk kepada kondektur dan langsung direspons cepat oleh KAI, yang langsung mencarikan tempat. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories