Nih, Penyebab Gembrot Selama Pandemi Plus Solusinya

Sebuah penelitian menunjukkan, 22% orang dewasa mengalami kenaikan berat badan selama pandemi Covid-19. Apalagi, saat menjalani proses karantina. Penyebabnya macam-macam. Selain kurang gerak, juga karena stres.

Selain itu, rutinitas di depan gawai atau komputer lebih menggoda orang untuk makan dan minum berlebihan, terutama ngemil cemilan.

Dikutip dari CNN, dua dari dari tiga orang dewasa berjuang keras melawan kenaikan berat badan di masa karantina saat pandemi virus Corona. Berdasarkan survei daring terhadap 800 orang dewasa di Inggris, 65 persen orang menyatakan sulit mengatur berat badan mereka saat pandemi Covid-19.

Terkait hal ini, Ketua Biro Kesehatan Perempuan Partai Gelora Indonesia, dr Yudith Rachmadiah mengatakan, mereka yang suka ngemil, bisa mengganti cemilan biasa dengan 1 porsi buah di antara dua waktu makan. “Ganti cemilan dengan buah, antara sarapan ke makan siang dan antara makan siang ke malam,” katanya.

Selain olahraga teratur, mengatur jenis dan pola makan juga berperan besar untuk menjaga berat badan. Yang lebih penting, mengatur makanan juga berkontribusi menjaga fisik kita tetap sehat dan membangun imunitas. Lebih lengkapnya, ini dia tips menjaga berat badan oleh dr Yudith.

Pertama, atur menu makan dengan proporsi 1/2 bagian piring diisi dengan sayur dan buah, 1/4 bagian piring diisi dengan protein seperti tahu, tempe, daging tanpa lemak, ikan, kacang-kacangan.

“Seperempat sisanya dengan karbohidrat kompleks (nasi merah, oatmeal),” lanjutnya.

Selain itu, dr Yudith menyarankan rutinitas yang harus dijaga, yaitu minum air putih 8 gelas sehari dan hindari minuman manis.

Kemudian, hindari makan terlalu malam. Apalagi ngemil di malam hari. Batasi waktu makan malam maksimal di jam 19.00.

“Jangan tidur larut malam. Berdasarkan sebuah penelitian, orang dengan kebiasaan tidur larut malam atau begadang, berat badannya akan cenderung meningkat,” katanya.

Terakhir, “Jangan lupa tetap bergerak. Upayakan berolahraga selama minimal 30 menit setiap hari. Di saat pandemi seperti sekarang, cukup lari kecil keliling rumah atau halaman, naik turun tangga,” tutup dr Yudith. [EDY]

]]> Sebuah penelitian menunjukkan, 22% orang dewasa mengalami kenaikan berat badan selama pandemi Covid-19. Apalagi, saat menjalani proses karantina. Penyebabnya macam-macam. Selain kurang gerak, juga karena stres.

Selain itu, rutinitas di depan gawai atau komputer lebih menggoda orang untuk makan dan minum berlebihan, terutama ngemil cemilan.

Dikutip dari CNN, dua dari dari tiga orang dewasa berjuang keras melawan kenaikan berat badan di masa karantina saat pandemi virus Corona. Berdasarkan survei daring terhadap 800 orang dewasa di Inggris, 65 persen orang menyatakan sulit mengatur berat badan mereka saat pandemi Covid-19.

Terkait hal ini, Ketua Biro Kesehatan Perempuan Partai Gelora Indonesia, dr Yudith Rachmadiah mengatakan, mereka yang suka ngemil, bisa mengganti cemilan biasa dengan 1 porsi buah di antara dua waktu makan. “Ganti cemilan dengan buah, antara sarapan ke makan siang dan antara makan siang ke malam,” katanya.

Selain olahraga teratur, mengatur jenis dan pola makan juga berperan besar untuk menjaga berat badan. Yang lebih penting, mengatur makanan juga berkontribusi menjaga fisik kita tetap sehat dan membangun imunitas. Lebih lengkapnya, ini dia tips menjaga berat badan oleh dr Yudith.

Pertama, atur menu makan dengan proporsi 1/2 bagian piring diisi dengan sayur dan buah, 1/4 bagian piring diisi dengan protein seperti tahu, tempe, daging tanpa lemak, ikan, kacang-kacangan.

“Seperempat sisanya dengan karbohidrat kompleks (nasi merah, oatmeal),” lanjutnya.

Selain itu, dr Yudith menyarankan rutinitas yang harus dijaga, yaitu minum air putih 8 gelas sehari dan hindari minuman manis.

Kemudian, hindari makan terlalu malam. Apalagi ngemil di malam hari. Batasi waktu makan malam maksimal di jam 19.00.

“Jangan tidur larut malam. Berdasarkan sebuah penelitian, orang dengan kebiasaan tidur larut malam atau begadang, berat badannya akan cenderung meningkat,” katanya.

Terakhir, “Jangan lupa tetap bergerak. Upayakan berolahraga selama minimal 30 menit setiap hari. Di saat pandemi seperti sekarang, cukup lari kecil keliling rumah atau halaman, naik turun tangga,” tutup dr Yudith. [EDY]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories