Ngobrol Bareng Miing, Bamsoet Ungkap Pernah 4 Kali Gagal Nyaleg

Ketua MPR Bambang Soesatyo menegaskan, profesi atau usaha apa pun jika ditekuni dengan serius akan membuahkan hasil baik. Kegagalan jangan membuat patah semangat, tetapi harus menjadi cambuk untuk berusaha lebih baik lagi. Teman adalah anak tangga untuk mencapai sukses. Untuk itu, nilai-nilai pertemanan harus dijaga.

“Mungkin orang melihat saya saat ini sudah dalam keadaan sukses. Menjabat sebagai Ketua MPR, sebelumnya Ketua DPR, dan sebelumnya Ketua Bidang Hukum/Keamanan Komisi III DPR. Padahal, sebelum terpilih menjadi anggota DPR periode 2009-2014, saya telah empat kali gagal maju sebagai caleg,” cerita Bamsoet dalam acara ‘Bang Miing Punya Cerita’ bersama Dedi Miing Gumelar, di kanal YouTube Miing Bagito, di Studio Digital Black Stone Bamsoet Channel, Kamis (18/2).

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menuturkan, pertama kali maju sebagai Caleg pada Pemilu 1992. Saat itu, dia mendapatkan nomor urut 18 dan tak terpilih. Di Pemilu 1997, dia maju lagi. Kali ini mendapat nomor urut 14. Lagi-lagi gagal. Tak patah semangat, pada Pemilu 1999, Bamsoet maju lagi dan mendapatkan nomor urut 4. Tetapi, keberuntungan juga belum berpihak kepadanya.

“Pada Pemilu 2004, saya mendapatkan nomor urut 2 di bawah Priyo Budi Santoso pada Dapil VII Jawa Tengah. Seluruh daya, upaya, dan finansial saya kerahkan maksimal agar bisa terpilih. Namun, garis tangan belum berpihak. Saya kembali tidak terpilih karena Partai Golkar hanya mendapatkan satu kursi,” cerita Bamsoet.

Akibat kegagalan tersebut, Bamsoet sempat down. Tapi, dia tidak patah semangat. Bamsoet kembali mencoba peruntungan sebagai Caleg pada Pemilu 2009.

“Pada Pemilu 2009 saya mendapatkan nomor urut 1 di Dapil VII Jawa Tengah. Tetapi, karena pada Pemilu 2009 dilakukan melalui pemilihan langsung, bukan berdasarkan nomor urut lagi, membuat saya harus tetap berjuang maksimal. Alhamdulillah, di pencalonan kelima tersebut saya terpilih sebagai anggota legislatif hingga saat ini,” urai Bamsoet.

Sebelum menjadi anggota legislatif, Kepala Badan Bela Negara FKPPI dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini berkarier sebagai seorang wartawan. Ia memilih menjadi wartawan karena semasa kuliah aktif di pers kampus. Bamsoet pernah menjadi Pemimpin Redaksi Majalah Mahasiswa Universitas Jayabaya, wartawan Harian Umum Prioritas, wartawan dan sekretaris redaksi di Majalah Vista, hingga Pemimpin Redaksi Harian Umum Suara Karya.

“Kehidupan ekonomi saya seperti sekarang ini tidak juga diraih dengan mudah sebelum jadi pengusaha. Saya merintis bisnis dari bawah. Menjual kebutuhan pokok, seperti sayur, bawang merah, dan telur di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. Untuk modal, saya terpaksa menggadaikan jam tangan serta barang-barang lainnya. Berkat tekad, usaha keras, serta jaringan yang ada, alhamdulillah usaha yang saya geluti terus berhasil,” pungkas Bamsoet. [USU]

]]> Ketua MPR Bambang Soesatyo menegaskan, profesi atau usaha apa pun jika ditekuni dengan serius akan membuahkan hasil baik. Kegagalan jangan membuat patah semangat, tetapi harus menjadi cambuk untuk berusaha lebih baik lagi. Teman adalah anak tangga untuk mencapai sukses. Untuk itu, nilai-nilai pertemanan harus dijaga.

“Mungkin orang melihat saya saat ini sudah dalam keadaan sukses. Menjabat sebagai Ketua MPR, sebelumnya Ketua DPR, dan sebelumnya Ketua Bidang Hukum/Keamanan Komisi III DPR. Padahal, sebelum terpilih menjadi anggota DPR periode 2009-2014, saya telah empat kali gagal maju sebagai caleg,” cerita Bamsoet dalam acara ‘Bang Miing Punya Cerita’ bersama Dedi Miing Gumelar, di kanal YouTube Miing Bagito, di Studio Digital Black Stone Bamsoet Channel, Kamis (18/2).

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menuturkan, pertama kali maju sebagai Caleg pada Pemilu 1992. Saat itu, dia mendapatkan nomor urut 18 dan tak terpilih. Di Pemilu 1997, dia maju lagi. Kali ini mendapat nomor urut 14. Lagi-lagi gagal. Tak patah semangat, pada Pemilu 1999, Bamsoet maju lagi dan mendapatkan nomor urut 4. Tetapi, keberuntungan juga belum berpihak kepadanya.

“Pada Pemilu 2004, saya mendapatkan nomor urut 2 di bawah Priyo Budi Santoso pada Dapil VII Jawa Tengah. Seluruh daya, upaya, dan finansial saya kerahkan maksimal agar bisa terpilih. Namun, garis tangan belum berpihak. Saya kembali tidak terpilih karena Partai Golkar hanya mendapatkan satu kursi,” cerita Bamsoet.

Akibat kegagalan tersebut, Bamsoet sempat down. Tapi, dia tidak patah semangat. Bamsoet kembali mencoba peruntungan sebagai Caleg pada Pemilu 2009.

“Pada Pemilu 2009 saya mendapatkan nomor urut 1 di Dapil VII Jawa Tengah. Tetapi, karena pada Pemilu 2009 dilakukan melalui pemilihan langsung, bukan berdasarkan nomor urut lagi, membuat saya harus tetap berjuang maksimal. Alhamdulillah, di pencalonan kelima tersebut saya terpilih sebagai anggota legislatif hingga saat ini,” urai Bamsoet.

Sebelum menjadi anggota legislatif, Kepala Badan Bela Negara FKPPI dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini berkarier sebagai seorang wartawan. Ia memilih menjadi wartawan karena semasa kuliah aktif di pers kampus. Bamsoet pernah menjadi Pemimpin Redaksi Majalah Mahasiswa Universitas Jayabaya, wartawan Harian Umum Prioritas, wartawan dan sekretaris redaksi di Majalah Vista, hingga Pemimpin Redaksi Harian Umum Suara Karya.

“Kehidupan ekonomi saya seperti sekarang ini tidak juga diraih dengan mudah sebelum jadi pengusaha. Saya merintis bisnis dari bawah. Menjual kebutuhan pokok, seperti sayur, bawang merah, dan telur di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. Untuk modal, saya terpaksa menggadaikan jam tangan serta barang-barang lainnya. Berkat tekad, usaha keras, serta jaringan yang ada, alhamdulillah usaha yang saya geluti terus berhasil,” pungkas Bamsoet. [USU]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories