Nggak Mau Lagi Jadi PM Malaysia, Mahathir Pilih Fokus Tangani Covid

Politisi gaek Malaysia, Mahathir Mohamad mengaku tidak berencana maju sebagai perdana menteri untuk ketiga kalinya. Dia juga mengaku tidak tertarik dengan posisi tinggi di pemerintahan baru nanti.

Ketua Partai Pejuang Tanah Air (Pejuang) ini menegaskan, dia hanya ingin memimpin Majelis Gerakan Negara (Mageran) atau Dewan Rehabilitsi Naisonal yang diusulkannya untuk menangani pandemi Covid-19. 

“Tidak. Bukan menjadi perdana menteri, saya hanya ingin menjadi ketua Mageran, atau Dewan Rehabilitasi Nasional,” tegasnya dalam wawancara bersama Bernama TV, Rabu (18/8), dikutip dari Malay Mail, Kamis (19/8).

Mantan perdana menteri dua kali itu juga menegaskan tidak menginginkan posisi Kabinet apa pun. “Saya tidak tertarik dengan Kabinet. Saya hanya ingin memiliki kekuatan untuk mengatasi masalah Covid-19,” tuturnya ketika ditanya apakah akan bergabung dengan koalisi Pakatan Harapan (PH) Plus untuk membentuk pemerintahan.

“Namun, apapun yang kami putuskan, pemerintah harus menerima mereka. Beri kami kekuatan. Hanya itu,” imbuh Mahathir.

Dia mengaku khawatir lantaran banyak orang yang meninggal akibat Covid-19. Seiring dengan itu, bunuh diri juga meningkat.

“Pertanyaan menjadi perdana menteri tidak penting. Yang penting menangani masalah yang kita hadapi, yaitu pandemi Covid-19 ini,” ulangnya lagi.

Berapa lama Dewan Rehabilitasi Nasional akan beroperasi? Mahathir tak memberi jangka waktu. “Sampai kita semua aman dari Covid-19 ini,” tegasnya.

Diingatkannya, Covid-19 adalah pandemi yang berkembang. Mahathir sendiri menyesalkan usulnya membentuk Dewan Rehabilitasi Nasional ketika jumlah kasus infeksi masih berkisar sekitar 2.000 per hari, diabaikan.

Mahathir mengatakan, pada 10 Juni, usul itu disampaikan kepada Raja Malaysia, Sultan Abdullah Ahmad Shah selama audiensi, sebagai solusi potensial untuk masalah yang dihadapi Malaysia saat ini.

Saat itu, Raja diminta mempertimbangkan saran dari pihak-pihak yang tidak berada di pemerintahan dalam mengatasi masalah sosial, ekonomi, politik, dan lainnya yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19. Tetapi, saran Mahathir dimentahkan. 

Mahathir terus mendorong Mageran, yang kemudian berganti nama menjadi Dewan Rehabilitasi Nasional untuk netralitas.

Dia mengatakan, dewan tersebut akan apolitis, berada langsung di bawah Yang di-Pertuan Agong, dan berakhir setelah Malaysia mencapai kekebalan kelompok terhadap Covid-19. [DAY]

]]> Politisi gaek Malaysia, Mahathir Mohamad mengaku tidak berencana maju sebagai perdana menteri untuk ketiga kalinya. Dia juga mengaku tidak tertarik dengan posisi tinggi di pemerintahan baru nanti.

Ketua Partai Pejuang Tanah Air (Pejuang) ini menegaskan, dia hanya ingin memimpin Majelis Gerakan Negara (Mageran) atau Dewan Rehabilitsi Naisonal yang diusulkannya untuk menangani pandemi Covid-19. 

“Tidak. Bukan menjadi perdana menteri, saya hanya ingin menjadi ketua Mageran, atau Dewan Rehabilitasi Nasional,” tegasnya dalam wawancara bersama Bernama TV, Rabu (18/8), dikutip dari Malay Mail, Kamis (19/8).

Mantan perdana menteri dua kali itu juga menegaskan tidak menginginkan posisi Kabinet apa pun. “Saya tidak tertarik dengan Kabinet. Saya hanya ingin memiliki kekuatan untuk mengatasi masalah Covid-19,” tuturnya ketika ditanya apakah akan bergabung dengan koalisi Pakatan Harapan (PH) Plus untuk membentuk pemerintahan.

“Namun, apapun yang kami putuskan, pemerintah harus menerima mereka. Beri kami kekuatan. Hanya itu,” imbuh Mahathir.

Dia mengaku khawatir lantaran banyak orang yang meninggal akibat Covid-19. Seiring dengan itu, bunuh diri juga meningkat.

“Pertanyaan menjadi perdana menteri tidak penting. Yang penting menangani masalah yang kita hadapi, yaitu pandemi Covid-19 ini,” ulangnya lagi.

Berapa lama Dewan Rehabilitasi Nasional akan beroperasi? Mahathir tak memberi jangka waktu. “Sampai kita semua aman dari Covid-19 ini,” tegasnya.

Diingatkannya, Covid-19 adalah pandemi yang berkembang. Mahathir sendiri menyesalkan usulnya membentuk Dewan Rehabilitasi Nasional ketika jumlah kasus infeksi masih berkisar sekitar 2.000 per hari, diabaikan.

Mahathir mengatakan, pada 10 Juni, usul itu disampaikan kepada Raja Malaysia, Sultan Abdullah Ahmad Shah selama audiensi, sebagai solusi potensial untuk masalah yang dihadapi Malaysia saat ini.

Saat itu, Raja diminta mempertimbangkan saran dari pihak-pihak yang tidak berada di pemerintahan dalam mengatasi masalah sosial, ekonomi, politik, dan lainnya yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19. Tetapi, saran Mahathir dimentahkan. 

Mahathir terus mendorong Mageran, yang kemudian berganti nama menjadi Dewan Rehabilitasi Nasional untuk netralitas.

Dia mengatakan, dewan tersebut akan apolitis, berada langsung di bawah Yang di-Pertuan Agong, dan berakhir setelah Malaysia mencapai kekebalan kelompok terhadap Covid-19. [DAY]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories