Nggak Cukup Modal Berani, Keterampilan Bicara Di Hadapan Publik Perlu Dipelajari

Setiap individu perlu memiliki keterampilan berbicara di hadapan publik. Kemampuan tersebut tidak cukup bermodal semangat atau berani saja. Tapi, ada langkah-langkah atau ilmu yang harus dipelajari.

Saat ini public speaking juga harus menyesuaikan dengan kemajuan teknologi. Ketika seorang individu harus memberikan materi penting dalam webinar, ada beberapa hal teknis dasar yang diingat. Penyampaiannya pun diusahakan tidak monoton dan kaku.

Presenter dan Produser Berita Indosiar Utrich Farzah menegaskan, keterampilan berbicara di hadapan publik merupakan salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang individu.

Menurutnya, keterampilan berbicara di hadapan publik dapat membuat seseorang dapat menyampaikan pesan dengan baik, sampai bisa menggerakan massa.

“Dengan keterampilan berbicara dapat mempermudah kita mencapai tujuan serta meningkatkan penghasilan,” kata Utrich dalam webinar bertema “Pentingnya Public Speaking di Era Digital”, dikutip Selasa (26/7).

Namun begitu, di era digital ini, cara komunikasi yang dilakukan tentunya perlahan-lahan mengalami perubahan. Sehingga muncul tantangan baru yaitu berbicara di hadapan publik secara virtual.

Lalu, apa saja kiranya teknik yang diperlukan untuk hal tersebut?

“Jangan lupa cek ulang materi sebelum melakukan presentasi sehingga saat menyampaikan materi tersebut diharapkan audiens bisa dengan mudah memahami pesan yang ingin kita sampaikan,” ingatnya. 

Selain itu, pastikan juga tampilan video memiliki pencahayaan yang cukup dengan latar belakang yang tidak terlalu ramai agar tidak mengganggu konsentrasi audiens yang menyaksikan. Kemudian, pastikan audio aktif.

“Harus diingat, bayangkan bahwa mata audiens adalah titik kamera. Dengan begitu, kita dapat memberikan fokus sepenuhnya kepada kamera,” jelasnya.

 

Relawan TIK Jember Muhammad Yunus menambahkan, berbagai cara untuk mengenali diri sendiri dalam upaya untuk meningkatkan kepercayaan diri. Salah satunya yaitu dengan melatih kesadaran diri.

Bagaimana kesadaran diri didapatkan?

“Salah satu caranya bisa dimulai dengan belajar untuk jujur pada diri sendiri dan memperhatikan suara hati,” kata Yunus.

Selain itu, dapat juga dengan mencoba mendeskripsikan penampilan diri sendiri. Karena deskripsi tersebut bisa membantu kita untuk merefleksikan diri mengenai apa saja yang perlu diperbaiki.

Dia bilang, mengenal diri sendiri adalah proses yang sifatnya berkelanjutan. Seperti layaknya teman lama. “Maka teruslah memeriksa diri sendiri secara berkala,” katanya.

Di era digital ini, banyak orang membutuhkan kemampuan berbicara di hadapan umum untuk membantu menyampaikan ide dan gagasan dengan lancar.

“Membangun kepercayaan diri amat penting untuk mendukung kemampuan berbicara di hadapan umum, termasuk di ruang digital,” tegas Yunus.

Sebagai penutup sesi pemaparan materi,pendiri dan mentor Kelas Bebas Bicara Indriani Wijaya menerangkan bahwa citra diri (personal branding) adalah persepsi publik terhadap diri seseorang, meliputi beberapa aspek. 

Di antaranya, yaitu kepribadian, kemampuan, nilai, serta hal-hal identik yang selalu ditampilkan dan melekat pada diri seseorang.

Ia memberikan beberapa tips dalam membangun citra diri di media sosial, salah satunya adalah dengan menampilkan citra diri yang terbaik dan positif dengan penerapan etika yang baik dalam berinteraksi serta menjaring koneksi seluas mungkin.

Terakhir, Indriani juga menekankan alasan mengapa pengetahuan literasi digital sangat penting dan berpengaruh dalam pembangunan citra diri.

“Pengetahuan literasi digital itu adalah modal dasar bagi setiap pengguna media digital. Dengan pengetahuan ini, maka secara langsung akan melahirkan citra positif tentang individu,” tuturnya.

Selain itu, pengetahuan literasi digital yang baik juga dapat menunjang kredibilitas di mata audience atau target yang terdapat di dunia digital.

Adapun webinar yang digelar di wilayah Sulawesi ini ditujukan bagi para komunitas di wilayah Sulawesi dan masyarakat lainnya. Untuk mengikuti kegiatan yang ada, masyarakat dapat mengakses info.literasidigital.id atau media sosial @Kemenkominfo dan @Siberkreasi. ■

]]> Setiap individu perlu memiliki keterampilan berbicara di hadapan publik. Kemampuan tersebut tidak cukup bermodal semangat atau berani saja. Tapi, ada langkah-langkah atau ilmu yang harus dipelajari.

Saat ini public speaking juga harus menyesuaikan dengan kemajuan teknologi. Ketika seorang individu harus memberikan materi penting dalam webinar, ada beberapa hal teknis dasar yang diingat. Penyampaiannya pun diusahakan tidak monoton dan kaku.

Presenter dan Produser Berita Indosiar Utrich Farzah menegaskan, keterampilan berbicara di hadapan publik merupakan salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang individu.

Menurutnya, keterampilan berbicara di hadapan publik dapat membuat seseorang dapat menyampaikan pesan dengan baik, sampai bisa menggerakan massa.

“Dengan keterampilan berbicara dapat mempermudah kita mencapai tujuan serta meningkatkan penghasilan,” kata Utrich dalam webinar bertema “Pentingnya Public Speaking di Era Digital”, dikutip Selasa (26/7).

Namun begitu, di era digital ini, cara komunikasi yang dilakukan tentunya perlahan-lahan mengalami perubahan. Sehingga muncul tantangan baru yaitu berbicara di hadapan publik secara virtual.

Lalu, apa saja kiranya teknik yang diperlukan untuk hal tersebut?

“Jangan lupa cek ulang materi sebelum melakukan presentasi sehingga saat menyampaikan materi tersebut diharapkan audiens bisa dengan mudah memahami pesan yang ingin kita sampaikan,” ingatnya. 

Selain itu, pastikan juga tampilan video memiliki pencahayaan yang cukup dengan latar belakang yang tidak terlalu ramai agar tidak mengganggu konsentrasi audiens yang menyaksikan. Kemudian, pastikan audio aktif.

“Harus diingat, bayangkan bahwa mata audiens adalah titik kamera. Dengan begitu, kita dapat memberikan fokus sepenuhnya kepada kamera,” jelasnya.

 

Relawan TIK Jember Muhammad Yunus menambahkan, berbagai cara untuk mengenali diri sendiri dalam upaya untuk meningkatkan kepercayaan diri. Salah satunya yaitu dengan melatih kesadaran diri.

Bagaimana kesadaran diri didapatkan?

“Salah satu caranya bisa dimulai dengan belajar untuk jujur pada diri sendiri dan memperhatikan suara hati,” kata Yunus.

Selain itu, dapat juga dengan mencoba mendeskripsikan penampilan diri sendiri. Karena deskripsi tersebut bisa membantu kita untuk merefleksikan diri mengenai apa saja yang perlu diperbaiki.

Dia bilang, mengenal diri sendiri adalah proses yang sifatnya berkelanjutan. Seperti layaknya teman lama. “Maka teruslah memeriksa diri sendiri secara berkala,” katanya.

Di era digital ini, banyak orang membutuhkan kemampuan berbicara di hadapan umum untuk membantu menyampaikan ide dan gagasan dengan lancar.

“Membangun kepercayaan diri amat penting untuk mendukung kemampuan berbicara di hadapan umum, termasuk di ruang digital,” tegas Yunus.

Sebagai penutup sesi pemaparan materi,pendiri dan mentor Kelas Bebas Bicara Indriani Wijaya menerangkan bahwa citra diri (personal branding) adalah persepsi publik terhadap diri seseorang, meliputi beberapa aspek. 

Di antaranya, yaitu kepribadian, kemampuan, nilai, serta hal-hal identik yang selalu ditampilkan dan melekat pada diri seseorang.

Ia memberikan beberapa tips dalam membangun citra diri di media sosial, salah satunya adalah dengan menampilkan citra diri yang terbaik dan positif dengan penerapan etika yang baik dalam berinteraksi serta menjaring koneksi seluas mungkin.

Terakhir, Indriani juga menekankan alasan mengapa pengetahuan literasi digital sangat penting dan berpengaruh dalam pembangunan citra diri.

“Pengetahuan literasi digital itu adalah modal dasar bagi setiap pengguna media digital. Dengan pengetahuan ini, maka secara langsung akan melahirkan citra positif tentang individu,” tuturnya.

Selain itu, pengetahuan literasi digital yang baik juga dapat menunjang kredibilitas di mata audience atau target yang terdapat di dunia digital.

Adapun webinar yang digelar di wilayah Sulawesi ini ditujukan bagi para komunitas di wilayah Sulawesi dan masyarakat lainnya. Untuk mengikuti kegiatan yang ada, masyarakat dapat mengakses info.literasidigital.id atau media sosial @Kemenkominfo dan @Siberkreasi. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories