Ngeri Varian Covid, AS Haramkan Perjalanan Dari India Mulai Selasa Besok .

Mulai Selasa (4/5) besok, Amerika Serikat (AS) akan mengharamkan perjalanan dari India, menyusul gelombang tsunami Covid yang kini tengah menghantam Tanah Bollywood. Serta kekhawatiran terhadap munculnya berbagai varian Corona baru yang berbahaya.

Juru Bicara Jen Psaki mengatakan, keputusan ini dibuat dengan mempertimbangkan saran Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

“Saran CDC diambil dengan mempertimbangkan pendapat para ahli kesehatan masyarakat dan ilmuwan. Varian-varian baru memiliki karakteristik yang harus menjadi perhatian. Varian tersebut mudah menular dan berpotensi menurukan perlindungan vaksin terhadap daya tahan tubuh,” jelas Biden dalam aturan yang ditandatanganinya, seperti dikutip AP News.

Negara-negara hotspot Covid yang juga masuk daftar pembatasan AS adalah China, Iran, Uni Eropa, Inggris Raya, Irlandia, Brazil, dan Afrika Selatan.

Kamis (29/4), pemerintahan Biden telah memperingatkan warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke India. Dan meminta seluruh warganya yang berada di India, untuk segera meninggalkan negara tersebut dengan menggunakan pesawat komersial.

Pegawai kedutaan di New Delhi dan 4 konsulat di India, diperkenankan pulang kampung dengan biaya negara.

India yang melaporkan kasus baru sebanyak 386.452 kasus pada Jumat (30/4), kini mencatat total kasus sebanyak 18,7 juta sejak pandemi berjangkit.

Dalam 24 jam, India membukukan 3.498 kasus kematian. Sehingga, totalnya telah tembus angka 208.330. Para ahli meyakini,angka-angka ini jauh di bawah fakta sebenarnya.

Negara yang dipimpin Perdana Menteri (PM) Narendra Modi itu kini berada di peringkat dua negara paling terdampak Covid, setelah AS.

Hubungan Strategis AS-India

Terlepas dari instruksi pemerintah AS agar warganya segera meninggalkan India, hubungan AS dengan negara yang identik dengan Taj Mahal itu berjalan mulus tanpa hambatan.

Selang beberapa menit setelah Gedung Putih merilis aturan perjalanan baru, Departemen Luar Negeri AS menyetujui lebih dari 2,4 miliar dolar AS penjualan senjata ke India, yang mencakup 6 pesawat patroli Boeing P-8I dan teknologi terkait, yang akan digunakan untuk pengawasan.

Kesepakatan ini diharapkan dapat mendukung kebijakan luar negeri dan keamanan nasional AS, dengan membantu memperkuat hubungan strategis AS-India.

Serta untuk meningkatkan keamanan mitra pertahanan utama, yang terus menjadi kekuatan penting bagi stabilitas politik, perdamaian, dan kemajuan ekonomi di kawasan Indo-Pasifik dan Asia Selatan. [HES]

]]> .
Mulai Selasa (4/5) besok, Amerika Serikat (AS) akan mengharamkan perjalanan dari India, menyusul gelombang tsunami Covid yang kini tengah menghantam Tanah Bollywood. Serta kekhawatiran terhadap munculnya berbagai varian Corona baru yang berbahaya.

Juru Bicara Jen Psaki mengatakan, keputusan ini dibuat dengan mempertimbangkan saran Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

“Saran CDC diambil dengan mempertimbangkan pendapat para ahli kesehatan masyarakat dan ilmuwan. Varian-varian baru memiliki karakteristik yang harus menjadi perhatian. Varian tersebut mudah menular dan berpotensi menurukan perlindungan vaksin terhadap daya tahan tubuh,” jelas Biden dalam aturan yang ditandatanganinya, seperti dikutip AP News.

Negara-negara hotspot Covid yang juga masuk daftar pembatasan AS adalah China, Iran, Uni Eropa, Inggris Raya, Irlandia, Brazil, dan Afrika Selatan.

Kamis (29/4), pemerintahan Biden telah memperingatkan warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke India. Dan meminta seluruh warganya yang berada di India, untuk segera meninggalkan negara tersebut dengan menggunakan pesawat komersial.

Pegawai kedutaan di New Delhi dan 4 konsulat di India, diperkenankan pulang kampung dengan biaya negara.

India yang melaporkan kasus baru sebanyak 386.452 kasus pada Jumat (30/4), kini mencatat total kasus sebanyak 18,7 juta sejak pandemi berjangkit.

Dalam 24 jam, India membukukan 3.498 kasus kematian. Sehingga, totalnya telah tembus angka 208.330. Para ahli meyakini,angka-angka ini jauh di bawah fakta sebenarnya.

Negara yang dipimpin Perdana Menteri (PM) Narendra Modi itu kini berada di peringkat dua negara paling terdampak Covid, setelah AS.

Hubungan Strategis AS-India

Terlepas dari instruksi pemerintah AS agar warganya segera meninggalkan India, hubungan AS dengan negara yang identik dengan Taj Mahal itu berjalan mulus tanpa hambatan.

Selang beberapa menit setelah Gedung Putih merilis aturan perjalanan baru, Departemen Luar Negeri AS menyetujui lebih dari 2,4 miliar dolar AS penjualan senjata ke India, yang mencakup 6 pesawat patroli Boeing P-8I dan teknologi terkait, yang akan digunakan untuk pengawasan.

Kesepakatan ini diharapkan dapat mendukung kebijakan luar negeri dan keamanan nasional AS, dengan membantu memperkuat hubungan strategis AS-India.

Serta untuk meningkatkan keamanan mitra pertahanan utama, yang terus menjadi kekuatan penting bagi stabilitas politik, perdamaian, dan kemajuan ekonomi di kawasan Indo-Pasifik dan Asia Selatan. [HES]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories