Ngeri, Kalau Cacar Monyet Jadi Patogen Manusia, Nyerang Anak-anak & Kelompok Imunitas Rendah

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, risiko penyakit cacar monyet (monkeypox) terhadap kesehatan masyarakat di tingkat global saat ini, tergolong moderat.

Hal ini disampaikan WHO, menyusul maraknya kasus cacar monyet di banyak negara, yang sebetulnya bukan wilayah endemik penyakit tersebut.

“Namun, risiko penyakit ini dapat menjadi tinggi, bila virus penyebab cacar monyet berkembang menjadi patogen manusia, dan menyebar ke kelompok rentan seperti anak-anak dan orang dengan gangguan sistem imun,” demikian pernyataan WHO, seperti dikutip Reuters, Senin (30/5).

Per 26 Mei, WHO telah menerima laporan 257 kasus terkonfirmasi dan 120 kasus suspek dari 23 negara yang bukan wilayah endemi cacar monyet. Sejauh ini, tak ada laporan kematian dalam kasus tersebut.

WHO juga mengatakan, kemunculan cacar monyet yang tiba-tiba sekaligus di beberapa negara non-endemik menunjukkan penularan yang tidak terdeteksi untuk beberapa waktu, dan kejadian yang semakin parah baru-baru ini.

Dalam situasi ini, WHO berharap, jumlah kasus yang dilaporkan bisa lebih banyak lagi. Menyusul meningkatnya surveilans di negara-negara endemik dan non-endemik.

Monkeypox adalah penyakit menular yang cenderung bergejala ringan, dan endemik di bagian barat dan tengah Afrika.

Penyakit ini menyebar melalui kontak erat, sehingga relatif mudah dikendalikan melalui tindakan seperti isolasi mandiri dan menjaga kebersihan.

Mayoritas kasus saat ini, banyak terdeteksi di Inggris, Spanyol dan Portugal.

“Sebagian besar kasus yang dilaporkan, sejauh ini tidak memiliki hubungan perjalanan yang mapan ke daerah endemik. Penyakit ini juga telah mendapatkan akses layanan perawatan primer atau kesehatan seksual,” pungkas WHO. ■

]]> Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, risiko penyakit cacar monyet (monkeypox) terhadap kesehatan masyarakat di tingkat global saat ini, tergolong moderat.

Hal ini disampaikan WHO, menyusul maraknya kasus cacar monyet di banyak negara, yang sebetulnya bukan wilayah endemik penyakit tersebut.

“Namun, risiko penyakit ini dapat menjadi tinggi, bila virus penyebab cacar monyet berkembang menjadi patogen manusia, dan menyebar ke kelompok rentan seperti anak-anak dan orang dengan gangguan sistem imun,” demikian pernyataan WHO, seperti dikutip Reuters, Senin (30/5).

Per 26 Mei, WHO telah menerima laporan 257 kasus terkonfirmasi dan 120 kasus suspek dari 23 negara yang bukan wilayah endemi cacar monyet. Sejauh ini, tak ada laporan kematian dalam kasus tersebut.

WHO juga mengatakan, kemunculan cacar monyet yang tiba-tiba sekaligus di beberapa negara non-endemik menunjukkan penularan yang tidak terdeteksi untuk beberapa waktu, dan kejadian yang semakin parah baru-baru ini.

Dalam situasi ini, WHO berharap, jumlah kasus yang dilaporkan bisa lebih banyak lagi. Menyusul meningkatnya surveilans di negara-negara endemik dan non-endemik.

Monkeypox adalah penyakit menular yang cenderung bergejala ringan, dan endemik di bagian barat dan tengah Afrika.

Penyakit ini menyebar melalui kontak erat, sehingga relatif mudah dikendalikan melalui tindakan seperti isolasi mandiri dan menjaga kebersihan.

Mayoritas kasus saat ini, banyak terdeteksi di Inggris, Spanyol dan Portugal.

“Sebagian besar kasus yang dilaporkan, sejauh ini tidak memiliki hubungan perjalanan yang mapan ke daerah endemik. Penyakit ini juga telah mendapatkan akses layanan perawatan primer atau kesehatan seksual,” pungkas WHO. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories