Ngeri Covid Naik Lagi, Cuti Bersama ASN Tak Usah Aja Deh

Pimpinan DPR mendukung langkah pemerintah menghapus cuti bersama pada momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Penghapusan cuti perlu dilakukan agar Corona tidak mengganas seperti pengalaman akhir tahun 2020.

“Kami (DPR) mendukung langkah yang dilakukan pemerintah, tentunya langkah diambil untuk melindungi rakyat Indonesia (dari pandemi Covid-19),” jelas Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.

Dasco menjelaskan, libur panjang akan mengakibatkan terjadinya kerumunan sehingga menyebabkan lonjakan kasus Covid-19. Sehingga, langkah antisipasi ini diperlukan untuk mencegah gelombang ketiga Covid-19 yang akan terjadi di akhir tahun. “Oleh karena itu, pemerintah melalui regulasi telah mengatur melalui SKB 3 Menteri bagaimana tentang pengaturan libur Natal dan Tahun Baru ini,” tambah Dasco.

Politisi Partai Gerindra ini mengingatkan, regulasi tersebut perlu didukung oleh kesiapan aparat pemerintah yang ada di lapangan. Terutama sosialisasi dini agar masyarakat siap mendukung kebijakan tersebut. “Kita tidak mau kejadian yang ada di waktu lalu terulang lagi, seperti rumah sakit penuh, kekurangan oksigen, dan kurangnya tenaga medis,” ucapnya.

Selain SKB 3 Menteri tersebut, regulasi lainnya untuk mencegah lonjakan Covid-19 adalah melalui Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian ke Luar Daerah dan/atau Cuti bagi ASN Selama Hari Libur Nasional Tahun 2021.

Anggota Komisi IX Rahmad Handoyo menambahkan, keputusan penghapusan cuti bersama demi melindungi rakyat. “Keputusan ini sebagai bentuk pertahanan negara terhadap ancaman gelombang ketiga Covid-19. Saya kira sangat tepat,” katanya.

Dia bilang, sudah banyak pihak yang mengingatkan Indonesia tentang ancaman gelombang ketiga Covid-19. WHO, para epidemiolog, akademisi serta pegiat kesehatan sudah mewanti-wanti pemerintah bahwa kita bisa terancam kalau kita tidak bisa mengambil langkah yang tepat. “Nah peringatan itu direspons dengan baik oleh pemerintah dengan membuat aturan seperti ini, saya kira sudah sangat tepat. Potensi terjadinya gelombang ketiga atau peningkatan kasus Covid-19 harus ditekan,” tegasnya.

Rahmat mengingatkan, peningkatan kasus Covid-19 selalu terjadi pasca-libur panjang. Saat itu, banyak masyarakat yang meninggal dunia akibat Covid19. Karenanya, dia mengajak masyarakat untuk lebih bersabar lagi dengan mematuhi keputusan pemerintah tersebut. “Kalau kita bisa kendalikan awal tahun dan akhir tahun ini, saya kira sudah sangat baik untuk kita cukup bisa kendalikan Covid-19,” ucapnya.

Rahmad juga menyebutkan contoh beberapa negara lain yang semula kasus Covid-19 landai, kemudian meningkat kembali. Apa yang dialami beberapa negara lain, menurutnya harus membuat masyarakat Indonesia tidak lengah. [ONI]

]]> Pimpinan DPR mendukung langkah pemerintah menghapus cuti bersama pada momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Penghapusan cuti perlu dilakukan agar Corona tidak mengganas seperti pengalaman akhir tahun 2020.

“Kami (DPR) mendukung langkah yang dilakukan pemerintah, tentunya langkah diambil untuk melindungi rakyat Indonesia (dari pandemi Covid-19),” jelas Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.

Dasco menjelaskan, libur panjang akan mengakibatkan terjadinya kerumunan sehingga menyebabkan lonjakan kasus Covid-19. Sehingga, langkah antisipasi ini diperlukan untuk mencegah gelombang ketiga Covid-19 yang akan terjadi di akhir tahun. “Oleh karena itu, pemerintah melalui regulasi telah mengatur melalui SKB 3 Menteri bagaimana tentang pengaturan libur Natal dan Tahun Baru ini,” tambah Dasco.

Politisi Partai Gerindra ini mengingatkan, regulasi tersebut perlu didukung oleh kesiapan aparat pemerintah yang ada di lapangan. Terutama sosialisasi dini agar masyarakat siap mendukung kebijakan tersebut. “Kita tidak mau kejadian yang ada di waktu lalu terulang lagi, seperti rumah sakit penuh, kekurangan oksigen, dan kurangnya tenaga medis,” ucapnya.

Selain SKB 3 Menteri tersebut, regulasi lainnya untuk mencegah lonjakan Covid-19 adalah melalui Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian ke Luar Daerah dan/atau Cuti bagi ASN Selama Hari Libur Nasional Tahun 2021.

Anggota Komisi IX Rahmad Handoyo menambahkan, keputusan penghapusan cuti bersama demi melindungi rakyat. “Keputusan ini sebagai bentuk pertahanan negara terhadap ancaman gelombang ketiga Covid-19. Saya kira sangat tepat,” katanya.

Dia bilang, sudah banyak pihak yang mengingatkan Indonesia tentang ancaman gelombang ketiga Covid-19. WHO, para epidemiolog, akademisi serta pegiat kesehatan sudah mewanti-wanti pemerintah bahwa kita bisa terancam kalau kita tidak bisa mengambil langkah yang tepat. “Nah peringatan itu direspons dengan baik oleh pemerintah dengan membuat aturan seperti ini, saya kira sudah sangat tepat. Potensi terjadinya gelombang ketiga atau peningkatan kasus Covid-19 harus ditekan,” tegasnya.

Rahmat mengingatkan, peningkatan kasus Covid-19 selalu terjadi pasca-libur panjang. Saat itu, banyak masyarakat yang meninggal dunia akibat Covid19. Karenanya, dia mengajak masyarakat untuk lebih bersabar lagi dengan mematuhi keputusan pemerintah tersebut. “Kalau kita bisa kendalikan awal tahun dan akhir tahun ini, saya kira sudah sangat baik untuk kita cukup bisa kendalikan Covid-19,” ucapnya.

Rahmad juga menyebutkan contoh beberapa negara lain yang semula kasus Covid-19 landai, kemudian meningkat kembali. Apa yang dialami beberapa negara lain, menurutnya harus membuat masyarakat Indonesia tidak lengah. [ONI]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories