Ngefek, Aturan Gage Bogor Turunkan Kasus Corona

Kebijakan ganjil-genap (Gage) yang diberlakukan Pemerintah Kota Bogor berbuah positif. Data yang dirilis Jasa Marga menunjukkan, terjadi penurunan pengunjung yang mengarah ke Kota Hujan itu. Angka penularan kasus Corona pun ikutan turun.

Sejak pemberlakuan Gage pada 5 Februari lalu hingga sepekan setelahnya, terjadi penurunan pengendara mencapai 20,6 persen. Total keseluruhan pengendara hanya 40.124 kendaraan. Padahal, sebelum Gage berlaku, jumlah pengunjung yang melintasi Bogor mencapai 50.541 kendaraan.

Sabtu (13/2) lalu, tercatat ada 45.459 kendaraan yang melintas, terjadi penurunan 2,8 persen dibanding Sabtu pekan sebelumnya. “Berdasarkan laporan di lapangan, Minggu 14 Februari lebih landai lagi dibandingkan kemarin. Ini istimewa, mengingat long weekend,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya dalam keterangan resminya kepada wartawan, Minggu (14/2) malam.

Meski data Sabtu lalu hanya menunjukkan penurunan 2,8 persen, tapi jika dilihat dari rata-rata kendaraan yang masuk setiap Sabtu sepanjang Januari 2021, atau sebelum ganjil genap adalah 54.588. Jadi, terdapat penurunan sekitar 9.129 kendaraan.

Terlebih Sabtu pekan kemarin sudah diberlakukan ganjil genap. “Dari segi mobilitas, kebijakan ganjil genap ini berhasil. Pengurangan mobilitas ini berhasil,” ungkap Bima.

Dia menjelaskan, penurunan mobilitas warga juga cukup berdampak pada penurunan jumlah kasus harian Covid-19 di Kota Bogor. Pada 6 Februari, ungkap Bima, kasusnya rekor, 187 (kasus positif per hari). Lalu pada 14 Februari, kasus positifnya 109. “Kita lihat, ada angka yang terus menurun dari minggu lalu,” papar pria yang sempat meniti karier sebagai pengamat politik itu.

Meski begitu, dia tidak ingin gegabah dalam memutuskan, apakah memperpanjang aturan ganjil-genap atau tidak. Pasalnya, dalam periode yang sama selama pemberlakukan ganjil-genap, terdapat penurunan angka penularan Covid-19 di daerahnya. [UMM]

]]> Kebijakan ganjil-genap (Gage) yang diberlakukan Pemerintah Kota Bogor berbuah positif. Data yang dirilis Jasa Marga menunjukkan, terjadi penurunan pengunjung yang mengarah ke Kota Hujan itu. Angka penularan kasus Corona pun ikutan turun.

Sejak pemberlakuan Gage pada 5 Februari lalu hingga sepekan setelahnya, terjadi penurunan pengendara mencapai 20,6 persen. Total keseluruhan pengendara hanya 40.124 kendaraan. Padahal, sebelum Gage berlaku, jumlah pengunjung yang melintasi Bogor mencapai 50.541 kendaraan.

Sabtu (13/2) lalu, tercatat ada 45.459 kendaraan yang melintas, terjadi penurunan 2,8 persen dibanding Sabtu pekan sebelumnya. “Berdasarkan laporan di lapangan, Minggu 14 Februari lebih landai lagi dibandingkan kemarin. Ini istimewa, mengingat long weekend,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya dalam keterangan resminya kepada wartawan, Minggu (14/2) malam.

Meski data Sabtu lalu hanya menunjukkan penurunan 2,8 persen, tapi jika dilihat dari rata-rata kendaraan yang masuk setiap Sabtu sepanjang Januari 2021, atau sebelum ganjil genap adalah 54.588. Jadi, terdapat penurunan sekitar 9.129 kendaraan.

Terlebih Sabtu pekan kemarin sudah diberlakukan ganjil genap. “Dari segi mobilitas, kebijakan ganjil genap ini berhasil. Pengurangan mobilitas ini berhasil,” ungkap Bima.

Dia menjelaskan, penurunan mobilitas warga juga cukup berdampak pada penurunan jumlah kasus harian Covid-19 di Kota Bogor. Pada 6 Februari, ungkap Bima, kasusnya rekor, 187 (kasus positif per hari). Lalu pada 14 Februari, kasus positifnya 109. “Kita lihat, ada angka yang terus menurun dari minggu lalu,” papar pria yang sempat meniti karier sebagai pengamat politik itu.

Meski begitu, dia tidak ingin gegabah dalam memutuskan, apakah memperpanjang aturan ganjil-genap atau tidak. Pasalnya, dalam periode yang sama selama pemberlakukan ganjil-genap, terdapat penurunan angka penularan Covid-19 di daerahnya. [UMM]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories