Ngecek Harga Sembako, Mendag Blusukan Ke Pasar Induk Kramat Jati .

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi blusukan ke Pasar Induk Kramat Jati, hari ini. Dia mengecek harga dan pasokan bahan pokok jelang Ramadan.

Dalam blusukan itu, Lutfi didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto dan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Syailendra.

Di dalam pasar dia berkeliling dan berdialog dengan para pedangan sembako dan pembeli.

Menurut, Lutfi beberapa harga bahan pokok stabil. Misalnya, harga bawang stabil di kisaran Rp 18.000-Rp 21.000/kg yang artinya akan selisih Rp 1.000 saja di tingkat pengecer. Harga cabe rawit merah yang tadinya sempat menyentuh Rp 100.000/kg sekarang mendekati Rp 70.000/kg. 

“Kemungkinan akan menurun lagi menjelang panen. Begitu pun dengan cabe merah besar dan cabe merah keriting,” jelas Lutfi.

Dari pantauan di Pasar Induk Kramat Jati hari dibandingkan minggu lalu tercatat harga cabe merah keriting Rp 33.000/kg (turun 10,81 persen), bawang merah Rp 18.000/kg (turun 18,18 persen), bawang putih kating Rp 21.000/kg. Dan, harga bawang putih honan stabil di Rp 18.000/kg.

Sementara itu, di Pasar Kramat Jati tercatat harga sejumlah komoditas yang tidak mengalami kenaikan dibanding minggu lalu. Komoditas tersebut yaitu beras medium Rp 10.500/kg, gula pasir Rp 13.000/kg, tepung terigu Rp 7.000/kg, daging sapi Rp 130.000/kg, bawang merah Rp 35.000/kg, dan bawang putih Rp 30.000/kg.

Adapun harga komoditas yang terpantau turun dibandingkan minggu lalu yaitu minyak goreng curah Rp 15.000/lt, telur ayam ras Rp 22.000/kg, serta cabe merah keriting Rp 50.000/kg. Sementara itu, harga beras premium tercatat sebesar Rp 13.300/kg dan daging ayam ras Rp 35.000/kg.

“Kementerian Perdagangan menjamin, pada Ramadan tahun ini, harga-harga bapok terjangkau bahkan cenderung akan menurun. Kami juga menjamin pasokan bapok tersedia. Mudah-mudahan Ramadan tahun ini, kita dapat beribadah dengan lebih tenang dan lebih baik,” kata Lutfi.

Menurut Lutfi, saat ini pemerintah sedang mencari alternatif menyimpan lebih lama komoditas seperti cabai dan bawang. Selain itu, pemerintah juga mengusahakan agar pola tanam untuk komoditas tertentu dapat dipisahkan agar harga tidak jatuh saat panen.

“Kemendag bersama Pasar Jaya sedang mencari alternatif agar bapok dapat disimpan lebih lama. Jadi, harga pasokan dapat kita jaga bersama,” sambung Lutfi. [DIT]

]]> .
Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi blusukan ke Pasar Induk Kramat Jati, hari ini. Dia mengecek harga dan pasokan bahan pokok jelang Ramadan.

Dalam blusukan itu, Lutfi didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto dan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Syailendra.

Di dalam pasar dia berkeliling dan berdialog dengan para pedangan sembako dan pembeli.

Menurut, Lutfi beberapa harga bahan pokok stabil. Misalnya, harga bawang stabil di kisaran Rp 18.000-Rp 21.000/kg yang artinya akan selisih Rp 1.000 saja di tingkat pengecer. Harga cabe rawit merah yang tadinya sempat menyentuh Rp 100.000/kg sekarang mendekati Rp 70.000/kg. 

“Kemungkinan akan menurun lagi menjelang panen. Begitu pun dengan cabe merah besar dan cabe merah keriting,” jelas Lutfi.

Dari pantauan di Pasar Induk Kramat Jati hari dibandingkan minggu lalu tercatat harga cabe merah keriting Rp 33.000/kg (turun 10,81 persen), bawang merah Rp 18.000/kg (turun 18,18 persen), bawang putih kating Rp 21.000/kg. Dan, harga bawang putih honan stabil di Rp 18.000/kg.

Sementara itu, di Pasar Kramat Jati tercatat harga sejumlah komoditas yang tidak mengalami kenaikan dibanding minggu lalu. Komoditas tersebut yaitu beras medium Rp 10.500/kg, gula pasir Rp 13.000/kg, tepung terigu Rp 7.000/kg, daging sapi Rp 130.000/kg, bawang merah Rp 35.000/kg, dan bawang putih Rp 30.000/kg.

Adapun harga komoditas yang terpantau turun dibandingkan minggu lalu yaitu minyak goreng curah Rp 15.000/lt, telur ayam ras Rp 22.000/kg, serta cabe merah keriting Rp 50.000/kg. Sementara itu, harga beras premium tercatat sebesar Rp 13.300/kg dan daging ayam ras Rp 35.000/kg.

“Kementerian Perdagangan menjamin, pada Ramadan tahun ini, harga-harga bapok terjangkau bahkan cenderung akan menurun. Kami juga menjamin pasokan bapok tersedia. Mudah-mudahan Ramadan tahun ini, kita dapat beribadah dengan lebih tenang dan lebih baik,” kata Lutfi.

Menurut Lutfi, saat ini pemerintah sedang mencari alternatif menyimpan lebih lama komoditas seperti cabai dan bawang. Selain itu, pemerintah juga mengusahakan agar pola tanam untuk komoditas tertentu dapat dipisahkan agar harga tidak jatuh saat panen.

“Kemendag bersama Pasar Jaya sedang mencari alternatif agar bapok dapat disimpan lebih lama. Jadi, harga pasokan dapat kita jaga bersama,” sambung Lutfi. [DIT]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories