Netizen Riuh Luhut Ditugasi Urus Migor Akhirnya, Opung Turun Juga

Luhut lagi, Luhut Lagi. Begitu kiranya kalimat yang sering diucapkan netizen ketika Luhut Binsar Pandjaitan mendapat tugas baru dari Presiden Jokowi.

Luhut kembali mendapat penugasan dari Presiden Jokowi untuk ikut membantu dan menyelesaikan masalah pendistribusian minyak goreng (migor). Luhut mengaku, penugasan ini sudah disampaikan langsung Presiden Jokowi kepadanya sejak be­berapa hari lalu.

“Sekarang saya menangani juga masalah minyak goreng, perintah Presiden. Kita sudah ketemu bentuknya. Mudah-mudahan ini akan bisa terselesaikan dengan cepat,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi itu.

Dengan disertakannya Luhut, berarti sudah ada tiga kementerian sekaligus yang telah ditugaskan Presiden Jokowi untuk berkoordinasi menyelesaikan masalah minyak goreng. Yakni Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Luhut berharap, langkah-langkah yang sudah ada saat ini terkait penanganan distribusi minyak goreng dapat dipatuhi oleh seluruh pemangku ke­pentingan. Sebab, permasala­han minyak goreng tidak bisa dikerjakan sendiri, tidak akan selesai.

Sebelum mengurusi minyak goreng, Luhut selama ini dipercaya mengurusi banyak hal. Di antaranya, Ketua Dewan Sumber Daya Air (SDA) Nasional. Penunjukan ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 53 tahun 2022 tentang Dewan SDA Nasional.

Luhut juga ditunjuk menjadi Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) dan Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali.

Sebelumnya, Luhut ditunjuk menjadi Ketua Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri, yang disebut Tim Nasional P3DN.

Netizen mendukung keputusan Jokowi menunjuk Luhut mengurus minyak goreng. Meski, penunjukan tersebut dikha­watirkan rawan dengan konflik kepentingan.

“Bukan orang lain tidak bisa kerja. Tapi orang ini bisa diper­caya,” ujar @JoelCovid.

Akun @hey_tif mengata­kan, Luhut memiliki kemampuan menyelesaikan masalah. Hampir setiap pekerjaan yang dikerjakan Luhut selalu berhasil.

 

“Memang perlu orang yang ‘sangar’ untuk membereskan masalah terkait mafia,” ujar @ NordickVv.

Menurut @lutviebontot, tak masalah siapa figur yang ditunjuk presiden untuk menyelesaikan minyak goreng. Bagi masyarakat, yang penting harga minyak goreng normal lagi.

“Akhirnya opung turun juga,” ujar dia.

Akun @drpriono1 merasa kehilangan sosok Luhut, mitra dalam pengendalian Covid-19 karena beliau sibuk dengan tugas lain mengurusi minyak goreng. Masukan untuk pelong­garan PPKM tertunda, masukan strategi transisi pasca-mudik Lebaran masih tergantung. “Semoga beliau tetap sehat dan sukses,” ujarnya.

Akun @BossTemlen menga­takan, ketika Jokowi berjanji 2 minggu untuk menyelesaikan masalah, pasti ada Opung Luhut di sana. Salah satunya, Covid-19 dan harga minyak goreng.

“Jokowi tanpa Luhut bagai taman tak berbunga. Hai, be­gitulah kata para pujangga,” kelakar @BossTemlen.

“Penunjukan Luhut menjadi bukti tidak maksimalnya kinerja menteri lain di sektor pereko­nomian. Benar-benar menteri segala urusan,” kata @NAsBtati. “Luhut lagi Luhut lagi,” tim­pal @roomofspam.

Akun @indraken2546 mera­sa aneh dengan penunjukan Luhut untuk mengurusi min­yak goreng. Kata dia, di kabi­net ada Menteri Perdagangan, Menko Perekonomian, tetapi masih menunjuk Luhut lagi.

“Mending semua menteri diberhentikan, terus bikin kepala menteri yang posisinya di bawah presiden dan bertanggung jawab kepada presiden yang mengatur semuanya,” usul dia.

Akun @musttheguh men­gatakan, ada disfungsi kabinet yang menyebabkan arahan dan kebijakan Pemerintah gagal direalisasikan para menterinya. Kata dia, satu sisi menteri berada di bawah presiden, tapi sisi lain banyak menteri adalah ‘pilihan’ partai pendukung.

“Sekarang tinggal rakyat yang terima efeknya,” katanya. [ASI]

]]> Luhut lagi, Luhut Lagi. Begitu kiranya kalimat yang sering diucapkan netizen ketika Luhut Binsar Pandjaitan mendapat tugas baru dari Presiden Jokowi.

Luhut kembali mendapat penugasan dari Presiden Jokowi untuk ikut membantu dan menyelesaikan masalah pendistribusian minyak goreng (migor). Luhut mengaku, penugasan ini sudah disampaikan langsung Presiden Jokowi kepadanya sejak be­berapa hari lalu.

“Sekarang saya menangani juga masalah minyak goreng, perintah Presiden. Kita sudah ketemu bentuknya. Mudah-mudahan ini akan bisa terselesaikan dengan cepat,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi itu.

Dengan disertakannya Luhut, berarti sudah ada tiga kementerian sekaligus yang telah ditugaskan Presiden Jokowi untuk berkoordinasi menyelesaikan masalah minyak goreng. Yakni Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Luhut berharap, langkah-langkah yang sudah ada saat ini terkait penanganan distribusi minyak goreng dapat dipatuhi oleh seluruh pemangku ke­pentingan. Sebab, permasala­han minyak goreng tidak bisa dikerjakan sendiri, tidak akan selesai.

Sebelum mengurusi minyak goreng, Luhut selama ini dipercaya mengurusi banyak hal. Di antaranya, Ketua Dewan Sumber Daya Air (SDA) Nasional. Penunjukan ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 53 tahun 2022 tentang Dewan SDA Nasional.

Luhut juga ditunjuk menjadi Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) dan Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali.

Sebelumnya, Luhut ditunjuk menjadi Ketua Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri, yang disebut Tim Nasional P3DN.

Netizen mendukung keputusan Jokowi menunjuk Luhut mengurus minyak goreng. Meski, penunjukan tersebut dikha­watirkan rawan dengan konflik kepentingan.

“Bukan orang lain tidak bisa kerja. Tapi orang ini bisa diper­caya,” ujar @JoelCovid.

Akun @hey_tif mengata­kan, Luhut memiliki kemampuan menyelesaikan masalah. Hampir setiap pekerjaan yang dikerjakan Luhut selalu berhasil.

 

“Memang perlu orang yang ‘sangar’ untuk membereskan masalah terkait mafia,” ujar @ NordickVv.

Menurut @lutviebontot, tak masalah siapa figur yang ditunjuk presiden untuk menyelesaikan minyak goreng. Bagi masyarakat, yang penting harga minyak goreng normal lagi.

“Akhirnya opung turun juga,” ujar dia.

Akun @drpriono1 merasa kehilangan sosok Luhut, mitra dalam pengendalian Covid-19 karena beliau sibuk dengan tugas lain mengurusi minyak goreng. Masukan untuk pelong­garan PPKM tertunda, masukan strategi transisi pasca-mudik Lebaran masih tergantung. “Semoga beliau tetap sehat dan sukses,” ujarnya.

Akun @BossTemlen menga­takan, ketika Jokowi berjanji 2 minggu untuk menyelesaikan masalah, pasti ada Opung Luhut di sana. Salah satunya, Covid-19 dan harga minyak goreng.

“Jokowi tanpa Luhut bagai taman tak berbunga. Hai, be­gitulah kata para pujangga,” kelakar @BossTemlen.

“Penunjukan Luhut menjadi bukti tidak maksimalnya kinerja menteri lain di sektor pereko­nomian. Benar-benar menteri segala urusan,” kata @NAsBtati. “Luhut lagi Luhut lagi,” tim­pal @roomofspam.

Akun @indraken2546 mera­sa aneh dengan penunjukan Luhut untuk mengurusi min­yak goreng. Kata dia, di kabi­net ada Menteri Perdagangan, Menko Perekonomian, tetapi masih menunjuk Luhut lagi.

“Mending semua menteri diberhentikan, terus bikin kepala menteri yang posisinya di bawah presiden dan bertanggung jawab kepada presiden yang mengatur semuanya,” usul dia.

Akun @musttheguh men­gatakan, ada disfungsi kabinet yang menyebabkan arahan dan kebijakan Pemerintah gagal direalisasikan para menterinya. Kata dia, satu sisi menteri berada di bawah presiden, tapi sisi lain banyak menteri adalah ‘pilihan’ partai pendukung.

“Sekarang tinggal rakyat yang terima efeknya,” katanya. [ASI]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories