Nelepon Jokowi 15 Menit, PM Kishida Ngajak RI Kerja Sama Di Bidang Pengembangan Infrastruktur

Kemarin sore, sekitar pukul 16.45 WIB, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida menelepon Presiden Jokowi.

Mereka terlibat pembicaraan hangat selama 15 menit.

Kedutaan Besar (Kedubes) Jepang di Indonesia menyebut, di awal pembicaraan, PM Kishida menegaskan niatnya untuk membangun hubungan erat dengan Jokowi.

“Menanggapi hal ini, Presiden Joko Widodo mengucapkan selamat atas pelantikan Bapak Kishida sebagai Perdana Menteri Jepang dan menyampaikan keinginan untuk memperkokoh hubungan dengan Jepang,” tulis pernyataan Kedubes Jepang, Kamis (18/11).

Kishida juga menyampaikan keinginannya  untuk mendorong kerja sama dengan Indonesia. Termasuk, kerja sama di kawasan sekitar Laut Sulu dan Laut Sulawesi untuk mewujudkan Indo-Pacific yang Bebas dan Terbuka, serta ASEAN Outlook on Indo-Pacific.

“Selain itu, PM Kishida juga menyampaikan bahwa Jepang ingin bekerja sama di bidang pengembangan infrastruktur, pembinaan SDM, keamanan maritim serta penanggulangan Covid-19,” demikian keterangan Kedubes Jepang.

Jokowi menyambut baik keinginan Kishida, untuk memperkuat kerja sama kedua negara. Mereka lantas bertukar pendapat mengenai situasi kawasan.

“PM Kishida menegaskan, Jepang menentang keras upaya yang dilakukan untuk mengubah status-quo secara sepihak di Laut China Timur dan Laut China Selatan,” tulis Kedubes Jepang.

Kedua pemimpin juga bertukar pendapat mengenai situasi Korea Utara.

Dalam hal ini, PM Kishida memohon pengertian dan kerja sama Indonesia atas penyelesaian masalah penculikan warga Jepang oleh Korea Utara.

PM Kishida yang juga mendorong upaya ASEAN dalam menyikapi situasi Myanmar.

PM Kishida dan Jokowi memastikan, kedua negara akan terus menjalin hubungan erat. Terlebih, Indonesia akan menjadi Ketua G20 pada 2022 dan Ketua ASEAN pada 2024. Bertepatan dengan tahun peringatan ke-50 hubungan persahabatan antara Jepang dan ASEAN. [DAY]

]]> Kemarin sore, sekitar pukul 16.45 WIB, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida menelepon Presiden Jokowi.

Mereka terlibat pembicaraan hangat selama 15 menit.

Kedutaan Besar (Kedubes) Jepang di Indonesia menyebut, di awal pembicaraan, PM Kishida menegaskan niatnya untuk membangun hubungan erat dengan Jokowi.

“Menanggapi hal ini, Presiden Joko Widodo mengucapkan selamat atas pelantikan Bapak Kishida sebagai Perdana Menteri Jepang dan menyampaikan keinginan untuk memperkokoh hubungan dengan Jepang,” tulis pernyataan Kedubes Jepang, Kamis (18/11).

Kishida juga menyampaikan keinginannya  untuk mendorong kerja sama dengan Indonesia. Termasuk, kerja sama di kawasan sekitar Laut Sulu dan Laut Sulawesi untuk mewujudkan Indo-Pacific yang Bebas dan Terbuka, serta ASEAN Outlook on Indo-Pacific.

“Selain itu, PM Kishida juga menyampaikan bahwa Jepang ingin bekerja sama di bidang pengembangan infrastruktur, pembinaan SDM, keamanan maritim serta penanggulangan Covid-19,” demikian keterangan Kedubes Jepang.

Jokowi menyambut baik keinginan Kishida, untuk memperkuat kerja sama kedua negara. Mereka lantas bertukar pendapat mengenai situasi kawasan.

“PM Kishida menegaskan, Jepang menentang keras upaya yang dilakukan untuk mengubah status-quo secara sepihak di Laut China Timur dan Laut China Selatan,” tulis Kedubes Jepang.

Kedua pemimpin juga bertukar pendapat mengenai situasi Korea Utara.

Dalam hal ini, PM Kishida memohon pengertian dan kerja sama Indonesia atas penyelesaian masalah penculikan warga Jepang oleh Korea Utara.

PM Kishida yang juga mendorong upaya ASEAN dalam menyikapi situasi Myanmar.

PM Kishida dan Jokowi memastikan, kedua negara akan terus menjalin hubungan erat. Terlebih, Indonesia akan menjadi Ketua G20 pada 2022 dan Ketua ASEAN pada 2024. Bertepatan dengan tahun peringatan ke-50 hubungan persahabatan antara Jepang dan ASEAN. [DAY]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories