Nasihat Satgas Ke Warga Blora 5 Jurus Ini Bisa Tekan Angka Kematian Covid

Kepala Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Ganip Warsito menyoroti angka kematian Covid-19 di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tergolong tinggi. Hal itu disampaikan Ganip saat berkunjung ke Blora bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Sabtu (5/6).

“Saya lihat paparan penyampaian penanganan Covid-19 dari Bupati Blora, saya menyoroti angka kematian Covid-19 di Blora tergolong tinggi,” ungkap Ganip saat memberikan sambutan di pendopo Bupati Blora.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu pun menyebut, ada lima hal yang perlu diperhatikan agar tingkat kematian akibat Covid-19 di Blora bisa ditekan.

Pertama, kedisiplinan orang-orang di dalam menegakkan protokol kesehatan. Kedua, kecepatan penanganan di tingkat kecamatan untuk men-screening dan memastikan masyarakat mendapatkan penanganan lebih lanjut di tingkat rumah sakit.

Ketiga, memberikan perhatian yang serius kepada masyarakat kelompok lanjut usia (lansia) untuk melakukan vaksinasi Covid-19. Di wilayah Kabupaten Blora, baru 83.607 warga lansia yang divaksin.

Keempat, memperhatikan faktor komorbid. “Perhatikan, ada penyakit penyerta atau penyakit bawaan,” tuturnya.

Kelima, kecepatan rumah sakit untuk mengambil tindakan atau penanganan terhadap pasien yang mengalami Covid-19. Selain itu, Jenderal bintang tiga itu meminta manajemen rumah sakit untuk terus dibenahi.

“Jadi zonasi yang ada di rumah sakit itu harus betul-betul ditaati, untuk penerimaan ICU untuk Covid-19 atau umum harus betul-betul dipisahkan,” imbaunya.

Selain itu, tenaga kesehatan juga diminta Ganip untuk terus disiplin menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

“Supaya tidak terjadi seperti peristiwa di Kudus. Banyaknya nakes kena (Covid-19) karena kurang disiplinnya nakes itu sendiri menggunakan APD dan juga tidak ditaatinya protokol untuk zonasi di rumah sakit,” beber Ganip.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNPB menyerahkan bantuan berupa alat kesehatan kepada Pemerintah kabupaten Blora.

Senada, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora membenahi manajemen penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit untuk ditingkatkan agar tidak seperti di Kabupaten Kudus, yang sedang mengalami peningkatan kasus Corona 30 kali lipat dalam sepekan.

“Hal tersebut harus diwaspadai. Karena wilayah Rembang, Pati, Dan Blora adalah dekat dengan Kabupaten Kudus. Untuk itu harus betul betul diperhatikan, jangan sampai kejadian serupa terjadi di Blora,” wanti-wanti Sigit.

Dia juga meminta Forkompimda mempersiapkan langkahlangkah kontingensi. Mulai dari sosialisasi dan edukasi protokol kesehatan yang dimulai dari PPKM mikro di setiap wilayah. Serta 3T (tracing, testing, dan treatment) untuk mengantisipasi penularan Covid-19. [DIR]
]]> Kepala Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Ganip Warsito menyoroti angka kematian Covid-19 di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tergolong tinggi. Hal itu disampaikan Ganip saat berkunjung ke Blora bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Sabtu (5/6).
“Saya lihat paparan penyampaian penanganan Covid-19 dari Bupati Blora, saya menyoroti angka kematian Covid-19 di Blora tergolong tinggi,” ungkap Ganip saat memberikan sambutan di pendopo Bupati Blora.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu pun menyebut, ada lima hal yang perlu diperhatikan agar tingkat kematian akibat Covid-19 di Blora bisa ditekan.
Pertama, kedisiplinan orang-orang di dalam menegakkan protokol kesehatan. Kedua, kecepatan penanganan di tingkat kecamatan untuk men-screening dan memastikan masyarakat mendapatkan penanganan lebih lanjut di tingkat rumah sakit.
Ketiga, memberikan perhatian yang serius kepada masyarakat kelompok lanjut usia (lansia) untuk melakukan vaksinasi Covid-19. Di wilayah Kabupaten Blora, baru 83.607 warga lansia yang divaksin.
Keempat, memperhatikan faktor komorbid. “Perhatikan, ada penyakit penyerta atau penyakit bawaan,” tuturnya.
Kelima, kecepatan rumah sakit untuk mengambil tindakan atau penanganan terhadap pasien yang mengalami Covid-19. Selain itu, Jenderal bintang tiga itu meminta manajemen rumah sakit untuk terus dibenahi.
“Jadi zonasi yang ada di rumah sakit itu harus betul-betul ditaati, untuk penerimaan ICU untuk Covid-19 atau umum harus betul-betul dipisahkan,” imbaunya.
Selain itu, tenaga kesehatan juga diminta Ganip untuk terus disiplin menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).
“Supaya tidak terjadi seperti peristiwa di Kudus. Banyaknya nakes kena (Covid-19) karena kurang disiplinnya nakes itu sendiri menggunakan APD dan juga tidak ditaatinya protokol untuk zonasi di rumah sakit,” beber Ganip.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNPB menyerahkan bantuan berupa alat kesehatan kepada Pemerintah kabupaten Blora.
Senada, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora membenahi manajemen penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit untuk ditingkatkan agar tidak seperti di Kabupaten Kudus, yang sedang mengalami peningkatan kasus Corona 30 kali lipat dalam sepekan.
“Hal tersebut harus diwaspadai. Karena wilayah Rembang, Pati, Dan Blora adalah dekat dengan Kabupaten Kudus. Untuk itu harus betul betul diperhatikan, jangan sampai kejadian serupa terjadi di Blora,” wanti-wanti Sigit.
Dia juga meminta Forkompimda mempersiapkan langkahlangkah kontingensi. Mulai dari sosialisasi dan edukasi protokol kesehatan yang dimulai dari PPKM mikro di setiap wilayah. Serta 3T (tracing, testing, dan treatment) untuk mengantisipasi penularan Covid-19. [DIR]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories