Nambah 4.860, 5 Besar Kontributor Kasus Covid Terbanyak Ngumpul Di Jawa .

Penambahan jumlah kasus positif Covid pada Rabu (7/4), dilaporkan mencapai angka 4.860. Sehingga, total jumlah terkonfirmasi menjadi 1.547.376.

Mayoritas kasus baru disumbang Provinsi DKI Jakarta dengan angka 862. Disusul Jawa Barat (811), Jawa Tengah (535), Jawa Timur (346), dan Daerah Istimewa Yogyakarta (272) dalam 5 besar provinsi yang menjadi kontributor kasus Covid terbanyak pada Rabu (7/4). Kelima provinsi ini ngumpul di Pulau Jawa. 

Sementara 5 provinsi yang paling sedikit mencatatkan kasus positif adalah Kalimantan Utara (6), Sulawesi Utara (6), Maluku (6), Sulawesi Tenggara (5), dan Sulawesi Barat (1).

Jumlah kasus baru sebanyak 4.860 itu, diperoleh dari hasil pengujian terhadap 77.496 spesimen (50.697 via PCR, 343 via tes cepat molekuler (TCM), dan 26.456 via antigen).

Sedangkan total orang dites berjumlah 53.457 (29.566 via PCR, 311 via TCM, dan 23.580 via antigen).

Dari data tersebut, dapat diperoleh nilai positivity rate sebesar 9,09 persen. Angka ini nyaris 2 kali lipat standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang menetapkan angka maksimal 5 persen untuk batas tertinggi positivity rate yang ideal.

Artinya, situasi Covid di Tanah Air masih belum aman. Masih terjadi penularan Covid yang masif di tengah masyarakat.

Dari total kasus terkonfirmasi, tercatat 113.570 kasus aktif atau pasien dalam perawatan. Turun 996 orang dibanding kemarin.

Untuk kasus sembuh, angkanya mengalami kenaikan sebesar 5.769. Sehingga, totalnya menjadi 1.391.742 dengan tingkat kesembuhan 89,9 persen.

Sementara untuk kasus suspek, angkanya bergeser dari semula 61.242 menjadi 59.524. Sedangkan kasus kematian akibat Covid, bertambah 87 orang menjadi 42.064 dengan tingkat kematian 2,7 persen.

Ini adalah angka kematian harian terendah kedua pada tahun 2021, setelah 85 kasus kematian yang dilaporkan pada 29 Maret 2021.

Agar situasi tak semakin bertambah buruk, seluruh lapisan masyarakat harus meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas yang tak perlu).

Pemerintah pun harus terus menggenjot kapasitas 3T (testing, tracing, dan treatment), dan upaya vaksinasi. [HES]

]]> .
Penambahan jumlah kasus positif Covid pada Rabu (7/4), dilaporkan mencapai angka 4.860. Sehingga, total jumlah terkonfirmasi menjadi 1.547.376.

Mayoritas kasus baru disumbang Provinsi DKI Jakarta dengan angka 862. Disusul Jawa Barat (811), Jawa Tengah (535), Jawa Timur (346), dan Daerah Istimewa Yogyakarta (272) dalam 5 besar provinsi yang menjadi kontributor kasus Covid terbanyak pada Rabu (7/4). Kelima provinsi ini ngumpul di Pulau Jawa. 

Sementara 5 provinsi yang paling sedikit mencatatkan kasus positif adalah Kalimantan Utara (6), Sulawesi Utara (6), Maluku (6), Sulawesi Tenggara (5), dan Sulawesi Barat (1).

Jumlah kasus baru sebanyak 4.860 itu, diperoleh dari hasil pengujian terhadap 77.496 spesimen (50.697 via PCR, 343 via tes cepat molekuler (TCM), dan 26.456 via antigen).

Sedangkan total orang dites berjumlah 53.457 (29.566 via PCR, 311 via TCM, dan 23.580 via antigen).

Dari data tersebut, dapat diperoleh nilai positivity rate sebesar 9,09 persen. Angka ini nyaris 2 kali lipat standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang menetapkan angka maksimal 5 persen untuk batas tertinggi positivity rate yang ideal.

Artinya, situasi Covid di Tanah Air masih belum aman. Masih terjadi penularan Covid yang masif di tengah masyarakat.

Dari total kasus terkonfirmasi, tercatat 113.570 kasus aktif atau pasien dalam perawatan. Turun 996 orang dibanding kemarin.

Untuk kasus sembuh, angkanya mengalami kenaikan sebesar 5.769. Sehingga, totalnya menjadi 1.391.742 dengan tingkat kesembuhan 89,9 persen.

Sementara untuk kasus suspek, angkanya bergeser dari semula 61.242 menjadi 59.524. Sedangkan kasus kematian akibat Covid, bertambah 87 orang menjadi 42.064 dengan tingkat kematian 2,7 persen.

Ini adalah angka kematian harian terendah kedua pada tahun 2021, setelah 85 kasus kematian yang dilaporkan pada 29 Maret 2021.

Agar situasi tak semakin bertambah buruk, seluruh lapisan masyarakat harus meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas yang tak perlu).

Pemerintah pun harus terus menggenjot kapasitas 3T (testing, tracing, dan treatment), dan upaya vaksinasi. [HES]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories