Muluskan Jalan Buat Investor Kepala Badan Otorita IKN Datangi Korsel

Pemerintah RI kembali memastikan akan memberikan kesempatan kepada para calon investor asing, termasuk dari Korea Selatan, untuk turut membangun Ibu Kota Negara Nusantara (IKN), Nusantara.

Hal ini ditegaskan langsung oleh Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Bambang Susantono, di sela-sela menghadiri acara Global Infrastructure Cooperation Conference (GICC) 2022 di Seoul, 30-31 Agustus 2022, dikutip dari rilis Kedutaan Besar RI (KBRI) di Seoul.

GICC merupakan forum global tahunan bidang pembangunan infrastruktur, yang diselenggarakan Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi (Ministry of Land, Infrastructure and Transport/MOLIT) Korsel dan Kementerian Luar Negeri Republik Korea, bekerja sama dengan Korea Overseas Infrastructure & Urban Development Corporation (KIND) dan International Contractors Association of Korea (ICAK).

GICC 2022 bahkan menggelar satu sesi khusus dengan Indonesia, yaitu “Korea-Indonesia Cooperation Forum on Indonesia’s New Capital City”.

Lebih lanjut Bambang juga menekankan lima konsep yang harus selalu dibawa dalam membangun IKN, yaitu Green (ramah lingkungan), Smart (penggunaan teknologi pintar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat), Inklusif (kota yang layak bagi semua kalangan), Resilience (ketahanan terhadap risiko bencana alam atau perubahan iklim), serta sustainable (berkelanjutan untuk masa depan).

Sementara Menteri Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi (Ministry of Land, Infrastructure and Transport/MOLIT) Korsel, Won Hee-ryong, di forum yang sama, juga turut menegaskan kembali, bahwa Korea Selatan ingin ikut mendukung pembangunan infrastruktur di berbagai belahan dunia, termasuk di IKN Nusantara.

 

Negaranya, ujar Won, cukup yakin dengan kemampuan teknologi dan pengalaman dalam membangun infrastruktur perkotaan, seperti pembangunan Ibu Kota Administratif Sejong dan Smart City di Busan dan Songdo Incheon.

Bahkan, lanjut mantan Gubernur Provinsi Jeju ini, Pemerintah Korsel juga ingin mendorong keterlibatan pihak swasta berinvestasi dan berkolaborasi dengan mitra asing yang membutuhkan.

Di samping menghadiri GICC dan melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi, Bambang juga memanfaatkan kunjungan ke Korea Selatan dengan bertemu beberapa mitra potensial Indonesia dari sektor swasta.

Selain itu, Bambang juga bertemu mantan Sekjen PBB Ban Ki-moon, untuk bertukar pikiran, tentang pembuatan kebijakan pembangunan berorientasi ramah lingkungan dan beradaptasi terhadap perubahan iklim. Hal ini krusial, karena Kota Nusantara akan menjadi Ibu Kota Indonesia yang Bebas Karbon pada 2045.

Agenda Bambang lain selama berada di Korea Selatan adalah mengunjungi Ibu Kota Administratif Korea Selatan, yaitu Sejong, pada Senin (29/8). Dalam kunjungan tersebut, dilakukan pertemuan dengan Vice Administrator dan Dirjen Perencanaan Perkotaan Badan Pembangunan Ibu Kota Administratif Sejong (National Agency for Administrative City Construction).

Pertemuan ini, selain untuk belajar mengenai pengalaman dan tantangan Korsel membangun Kota Sejong sejak 2006, Bambang juga mengunjungi beberapa landmark Kota Sejong, seperti Promotion Hall, Command Center Kota Pintar Sejong, Jembatan I-eung, dan Gedung tertinggi di Kota Sejong.

 

Kunjungan kerja Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara ke Korsel ini, pada dasarnya merupakan tindak lanjut kesepakatan yang sudah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Korsel, Yoon Suk-yeol akhir Juli lalu di Seoul.

Dalam konferensi pers bersama Jokowi dan Yoon Suk-yeol, Jokowi mengatakan, Korsel sepakat mendukung pembangunan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dengan total investasi sebesar US$ 6,37 miliar atau Rp 94,62 triliun (asumsi kurs Rp 14.862 per dolar AS). Investasi itu mencakup pembangunan smart city.

“Kita juga telah memulai kerja sama dalam pengembangan IKN Nusantara, antara lain kerja sama dalam pembangunan penyediaan sistem air minum dan ‘capacity building’ dalam pembangunan smart city,” kata Jokowi, dikutip dari Antara, Jumat (29/7/2022).

Jokowi menjelaskan bahwa dukungan Korea Selatan dalam pembangunan di IKN juga dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman kerja sama investasi antara PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) bersama Kementerian Investasi dengan Posco Korea. [RSM]

]]> Pemerintah RI kembali memastikan akan memberikan kesempatan kepada para calon investor asing, termasuk dari Korea Selatan, untuk turut membangun Ibu Kota Negara Nusantara (IKN), Nusantara.

Hal ini ditegaskan langsung oleh Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Bambang Susantono, di sela-sela menghadiri acara Global Infrastructure Cooperation Conference (GICC) 2022 di Seoul, 30-31 Agustus 2022, dikutip dari rilis Kedutaan Besar RI (KBRI) di Seoul.

GICC merupakan forum global tahunan bidang pembangunan infrastruktur, yang diselenggarakan Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi (Ministry of Land, Infrastructure and Transport/MOLIT) Korsel dan Kementerian Luar Negeri Republik Korea, bekerja sama dengan Korea Overseas Infrastructure & Urban Development Corporation (KIND) dan International Contractors Association of Korea (ICAK).

GICC 2022 bahkan menggelar satu sesi khusus dengan Indonesia, yaitu “Korea-Indonesia Cooperation Forum on Indonesia’s New Capital City”.

Lebih lanjut Bambang juga menekankan lima konsep yang harus selalu dibawa dalam membangun IKN, yaitu Green (ramah lingkungan), Smart (penggunaan teknologi pintar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat), Inklusif (kota yang layak bagi semua kalangan), Resilience (ketahanan terhadap risiko bencana alam atau perubahan iklim), serta sustainable (berkelanjutan untuk masa depan).

Sementara Menteri Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi (Ministry of Land, Infrastructure and Transport/MOLIT) Korsel, Won Hee-ryong, di forum yang sama, juga turut menegaskan kembali, bahwa Korea Selatan ingin ikut mendukung pembangunan infrastruktur di berbagai belahan dunia, termasuk di IKN Nusantara.

 

Negaranya, ujar Won, cukup yakin dengan kemampuan teknologi dan pengalaman dalam membangun infrastruktur perkotaan, seperti pembangunan Ibu Kota Administratif Sejong dan Smart City di Busan dan Songdo Incheon.

Bahkan, lanjut mantan Gubernur Provinsi Jeju ini, Pemerintah Korsel juga ingin mendorong keterlibatan pihak swasta berinvestasi dan berkolaborasi dengan mitra asing yang membutuhkan.

Di samping menghadiri GICC dan melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi, Bambang juga memanfaatkan kunjungan ke Korea Selatan dengan bertemu beberapa mitra potensial Indonesia dari sektor swasta.

Selain itu, Bambang juga bertemu mantan Sekjen PBB Ban Ki-moon, untuk bertukar pikiran, tentang pembuatan kebijakan pembangunan berorientasi ramah lingkungan dan beradaptasi terhadap perubahan iklim. Hal ini krusial, karena Kota Nusantara akan menjadi Ibu Kota Indonesia yang Bebas Karbon pada 2045.

Agenda Bambang lain selama berada di Korea Selatan adalah mengunjungi Ibu Kota Administratif Korea Selatan, yaitu Sejong, pada Senin (29/8). Dalam kunjungan tersebut, dilakukan pertemuan dengan Vice Administrator dan Dirjen Perencanaan Perkotaan Badan Pembangunan Ibu Kota Administratif Sejong (National Agency for Administrative City Construction).

Pertemuan ini, selain untuk belajar mengenai pengalaman dan tantangan Korsel membangun Kota Sejong sejak 2006, Bambang juga mengunjungi beberapa landmark Kota Sejong, seperti Promotion Hall, Command Center Kota Pintar Sejong, Jembatan I-eung, dan Gedung tertinggi di Kota Sejong.

 

Kunjungan kerja Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara ke Korsel ini, pada dasarnya merupakan tindak lanjut kesepakatan yang sudah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Korsel, Yoon Suk-yeol akhir Juli lalu di Seoul.

Dalam konferensi pers bersama Jokowi dan Yoon Suk-yeol, Jokowi mengatakan, Korsel sepakat mendukung pembangunan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dengan total investasi sebesar US$ 6,37 miliar atau Rp 94,62 triliun (asumsi kurs Rp 14.862 per dolar AS). Investasi itu mencakup pembangunan smart city.

“Kita juga telah memulai kerja sama dalam pengembangan IKN Nusantara, antara lain kerja sama dalam pembangunan penyediaan sistem air minum dan ‘capacity building’ dalam pembangunan smart city,” kata Jokowi, dikutip dari Antara, Jumat (29/7/2022).

Jokowi menjelaskan bahwa dukungan Korea Selatan dalam pembangunan di IKN juga dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman kerja sama investasi antara PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) bersama Kementerian Investasi dengan Posco Korea. [RSM]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories