Muktamar NU Ke-34 Said Aqil Dinilai Optimal Hidupkan NU

Nahdlatul Ulama (NU) akan segera menggelar Muktamar Ke-34 di Lampung. Muktamar tersebut diharapkan dapat membawa NU untuk mengedepankan nilai kebangsaan.

Pengamat sosial Rissalwan Habdy Lubis mengatakan, Nahdlyin kultural di akar rumput sudah punya kontribusi yang sangat baik dalam membangun kecerdasan berbangsa religius di tengah masyarakat.

“Ke depan NU sebaiknya lebih mengambil jarak dengan kekuasaan, dan lebih proaktif mendorong praktik kebangsaan yang religius dan mencerdaskan umat dengan semangat kebangkitan ulama, sesuai dengan nama NU sendiri,” kata Rissalwan dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (21/12).

Dia mengungkapkan, Ketua Umum PBNU saat ini, KH. Said Aqil Siroj dinilai berhasil menghidupkan NU selama masa kepemimpinannya. Bahkan, Rissalwan menilai, Kiai Said sudah cukup optimal memimpin PBNU.

“Saya kira dari sisi menghidupkan organisasi NU dengan memastikan sumber anggaran kegiatan, beliau ini sudah cukup optimal,” nilainya.

Namun, Risslawan mengingatkan, NU seharusnya mengedepankan kebersamaan sebagai warga bangsa.

Muktamar NU Ke-34 akan digelar Selasa (21/12) hingga Rabu (22/12) di Provinsi Lampung. Dalam Muktamar yang mengusung tema Menuju Satu Abad NU, Membangun Kemandirian Warga untuk Perdamaian Dunia, dua kandidat yang diperkirakan berkompetisi memperebutkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ada dua. Yakni Katib Aam PBNU KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Ketua Umum PBNU saat ini KH. Said Aqil Siroj.

Muktamar NU ke-34 di Lampung dipusatkan di empat tempat. Untuk pembukaan Muktamar berlokasi di Pondok Pesantren Darus Saadah. Tiga tempat lainnya di antaranya, di UIN Raden Intan Lampung, Universitas Lampung (Unila) dan Universitas Malahayati.

Karena pandemi, hanya 500 Muktamirin yang akan menghadiri pembukaan Muktamar NU ke-34 di Pesantren Darus Saadah. Biasanya bisa sampai 2.000 hadirin yang mengikuti pembukaan Muktamar saat kondisi normal. [MRA]

]]> Nahdlatul Ulama (NU) akan segera menggelar Muktamar Ke-34 di Lampung. Muktamar tersebut diharapkan dapat membawa NU untuk mengedepankan nilai kebangsaan.

Pengamat sosial Rissalwan Habdy Lubis mengatakan, Nahdlyin kultural di akar rumput sudah punya kontribusi yang sangat baik dalam membangun kecerdasan berbangsa religius di tengah masyarakat.

“Ke depan NU sebaiknya lebih mengambil jarak dengan kekuasaan, dan lebih proaktif mendorong praktik kebangsaan yang religius dan mencerdaskan umat dengan semangat kebangkitan ulama, sesuai dengan nama NU sendiri,” kata Rissalwan dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (21/12).

Dia mengungkapkan, Ketua Umum PBNU saat ini, KH. Said Aqil Siroj dinilai berhasil menghidupkan NU selama masa kepemimpinannya. Bahkan, Rissalwan menilai, Kiai Said sudah cukup optimal memimpin PBNU.

“Saya kira dari sisi menghidupkan organisasi NU dengan memastikan sumber anggaran kegiatan, beliau ini sudah cukup optimal,” nilainya.

Namun, Risslawan mengingatkan, NU seharusnya mengedepankan kebersamaan sebagai warga bangsa.

Muktamar NU Ke-34 akan digelar Selasa (21/12) hingga Rabu (22/12) di Provinsi Lampung. Dalam Muktamar yang mengusung tema Menuju Satu Abad NU, Membangun Kemandirian Warga untuk Perdamaian Dunia, dua kandidat yang diperkirakan berkompetisi memperebutkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ada dua. Yakni Katib Aam PBNU KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Ketua Umum PBNU saat ini KH. Said Aqil Siroj.

Muktamar NU ke-34 di Lampung dipusatkan di empat tempat. Untuk pembukaan Muktamar berlokasi di Pondok Pesantren Darus Saadah. Tiga tempat lainnya di antaranya, di UIN Raden Intan Lampung, Universitas Lampung (Unila) dan Universitas Malahayati.

Karena pandemi, hanya 500 Muktamirin yang akan menghadiri pembukaan Muktamar NU ke-34 di Pesantren Darus Saadah. Biasanya bisa sampai 2.000 hadirin yang mengikuti pembukaan Muktamar saat kondisi normal. [MRA]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories