Mudik Lebaran, Khofifah Kasih Keringanan Untuk Pekerja Migran Dan Para Santri

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akan memberikan kelonggaran bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari berbagai negara yang berasal dari wilayahnya, untuk pulang di momen Ramadan dan Lebaran tahun ini.

“Mereka bukan pulang untuk mudik, tapi kontraknya sudah habis. Jadi harus pulang,” ujar Gubernur Khofifah dalam rapat evaluasi pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro secara virtual di Gedung Negara Grahadi, seperti dikutip Antara, Kamis (22/4).

Berdasarkan informasi Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), ada sekitar 14 ribu buruh migran yang akan pulang ke wilayah Jawa Timur tahun ini.

Terkait hal tersebut, Khofifah akan berkoordinasi dengan pimpinan daerah terkait

Selain buruh migran, Gubernur juga memberikan keringanan bagi santri pondok pesantren untuk pulang ke rumahnya selama Lebaran.

Untuk itu, Gubernur akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Kementerian Agama.

“Para santri saat ini sudah libur. Tidak ada pelajaran di pondok. Kepulangannya akan kami koordinasikan juga dengan aparat kepolisian, karena saat ini sudah mulai ada penjagaan di sejumlah daerah,” terang Khofifah.

Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu berharap kasus Covid-19 di wilayahnya dapat diatasi, dengan berbagai kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah. Serta, tidak ada penambahan kasus yang signifikan selama Ramadan dan Idul Fitri tahun ini.

Karena itu, kedisiplinan warga Jawa Timur mutlak diperlukan. [HES]

]]> Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akan memberikan kelonggaran bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari berbagai negara yang berasal dari wilayahnya, untuk pulang di momen Ramadan dan Lebaran tahun ini.

“Mereka bukan pulang untuk mudik, tapi kontraknya sudah habis. Jadi harus pulang,” ujar Gubernur Khofifah dalam rapat evaluasi pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro secara virtual di Gedung Negara Grahadi, seperti dikutip Antara, Kamis (22/4).

Berdasarkan informasi Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), ada sekitar 14 ribu buruh migran yang akan pulang ke wilayah Jawa Timur tahun ini.

Terkait hal tersebut, Khofifah akan berkoordinasi dengan pimpinan daerah terkait

Selain buruh migran, Gubernur juga memberikan keringanan bagi santri pondok pesantren untuk pulang ke rumahnya selama Lebaran.

Untuk itu, Gubernur akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Kementerian Agama.

“Para santri saat ini sudah libur. Tidak ada pelajaran di pondok. Kepulangannya akan kami koordinasikan juga dengan aparat kepolisian, karena saat ini sudah mulai ada penjagaan di sejumlah daerah,” terang Khofifah.

Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu berharap kasus Covid-19 di wilayahnya dapat diatasi, dengan berbagai kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah. Serta, tidak ada penambahan kasus yang signifikan selama Ramadan dan Idul Fitri tahun ini.

Karena itu, kedisiplinan warga Jawa Timur mutlak diperlukan. [HES]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories