Mudik Dilarang, Kemenhub Pastikan Bandara Nggak Ditutup .

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan tidak ada penutupan bandara atau rute penerbangan selama masa larangan mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengaku hanya akan membatasi frekuensi penerbangan pada periode tersebut.

“Kami tidak menutup bandara dan rute existing yang ada saat periode peniadaan mudik,” katanya dalam acara press background secara virtual, Jumat (30/4).

Novie menjelaskan, pada periode 6-17 Mei 2021, larangan sementara penggunaan transportasi udara berlaku untuk angkutan udara niaga dan angkutan udara bukan niaga.  Namun, larangan dikecualikan bagi yang melayani pimpinan lembaga tinggi negara dan tamu kenegaraan, operasional kedutaan besar, operasional penegakan hukum, pelayanan darurat, angkutan kargo, angkutan udara perintis, angkutan udara untuk kepentingan mendesak, dan operasional lainnya dengan izin direktur jenderal perhubungan udara.

“Badan usaha angkutan udara yang akan melakukan penerbangan dikecualikan dapat menggunakan izin rute existing atau mengajukan flight approval kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara,” jelasnya.

Kemenhub akan juga membatasi frekuensi penerbangan dan mengendalikan slot sehingga tidak ada penumpukan di terminal loket dan check in. Hal ini dilakukan dalam mengendalikan pergerakan masyarakat dan mengakomodir penerbangan bagi penumpang yang dikecualikan.

Tak hanya itu, Novie juga meminta maskapai untuk memenuhi permintaan penumpang soal pengembalian dana atau refund, reschedule, hingga reroute selama periode larangan mudik.

“Refund juga tanpa pemotongan. Kalau ada yang tidak sesuai, silahkan lapor ke otoritas bandara dan kantor kami. Dalam rangka menegakkan aturan banyak yang melakukan refund, reroute, dan reschedule, kami meminta maskapai kembalikan uang 100 persen,” tegasnya. [KPJ]

]]> .
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan tidak ada penutupan bandara atau rute penerbangan selama masa larangan mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengaku hanya akan membatasi frekuensi penerbangan pada periode tersebut.

“Kami tidak menutup bandara dan rute existing yang ada saat periode peniadaan mudik,” katanya dalam acara press background secara virtual, Jumat (30/4).

Novie menjelaskan, pada periode 6-17 Mei 2021, larangan sementara penggunaan transportasi udara berlaku untuk angkutan udara niaga dan angkutan udara bukan niaga.  Namun, larangan dikecualikan bagi yang melayani pimpinan lembaga tinggi negara dan tamu kenegaraan, operasional kedutaan besar, operasional penegakan hukum, pelayanan darurat, angkutan kargo, angkutan udara perintis, angkutan udara untuk kepentingan mendesak, dan operasional lainnya dengan izin direktur jenderal perhubungan udara.

“Badan usaha angkutan udara yang akan melakukan penerbangan dikecualikan dapat menggunakan izin rute existing atau mengajukan flight approval kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara,” jelasnya.

Kemenhub akan juga membatasi frekuensi penerbangan dan mengendalikan slot sehingga tidak ada penumpukan di terminal loket dan check in. Hal ini dilakukan dalam mengendalikan pergerakan masyarakat dan mengakomodir penerbangan bagi penumpang yang dikecualikan.

Tak hanya itu, Novie juga meminta maskapai untuk memenuhi permintaan penumpang soal pengembalian dana atau refund, reschedule, hingga reroute selama periode larangan mudik.

“Refund juga tanpa pemotongan. Kalau ada yang tidak sesuai, silahkan lapor ke otoritas bandara dan kantor kami. Dalam rangka menegakkan aturan banyak yang melakukan refund, reroute, dan reschedule, kami meminta maskapai kembalikan uang 100 persen,” tegasnya. [KPJ]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories